Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Meningkatkan Efektivitas Panti Rehabilitasi Narkoba di Indonesia

madanionline(dot)org – Kegiatan Uji Publik Hasil Penelitian PUSLITDATIN (Pusat Penelitian, Data, dan Informasi) BNN (Badan Narkotika Nasional) digelar pada 05 Desember 2019 di Hotel Kartika Chandra bekerjasama dengan LIPI memaparkan antara lain hasil survei 2018 di 13 ibukota provinsi.

Pertama, angka prevalensi penyalahguna narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa dalam satu tahun terakhir adalah 3,2% (2,297,492 orang) dan pekerja 2,1% ( 1.514.037 orang).

Kedua, lima jenis narkoba terbanyak dikonsumsi satu tahun terakhir : Ganja (65%), Shabu (38%), Ekstasi (18,7%), pil koplo (14,6%), dan dextro (6,4%).

Madani sebagai salah satu dari lima lembaga masyarakat yang diundang dalam kegiatan ini menyampaikan pandangannya dalam sesi tanya-jawab tentang perlunya peningkatan efektivitas tempat rehabilitasi masyarakat.

Selain itu, Panti Rehabilitasi narkoba Madani Mental Health Care mengharapkan agar BNN mampu mengatur para “mafia” rehabilitasi yang memeras dan memanfaatkan klien atau anggaran untuk kepentingan pribadi.

Berikut adalah kesimpulan lengkapnya:

  1. Angka prevalensi pengguna narkoba setahun terakhir sebesar 1,8%.
  2. Lima provinsi penyalahguna narkoba tertinggi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan DI Yogyakarta.
  3. Kebiasaan merokok, nongkrong malam, dan bermain game merupakan perilaku paling berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba.
  4. Angka penyalahgunaan narkoba laki-laki lebih besar daripada perempuan.
  5. Kelompok responden penyahguna yang terbesar berasal dari kelompok yang bekerja dan yang menganggur.
  6. Usia pertama kali menggunakan narkoba berkisar 17-19 tahun.
  7. Pengguna narkoba terbanyak berada di usia produktif (35-44) tahun.
  8. Lima jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi selama satu tahun terakhir yaitu: ganja, shabu, pil koplo, dan dextro.
  9. Hubungan pertemanan menjadi sumber utama perolehan narkoba.
  10. Alasan pertama kali memakai narkoba terutama karena coba-coba dan ajakan atau bujukan teman.
  11. Ceramah/penyuluhan dianggap cara paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  12. Televisi dan media sosial merupakan media yang dianggap paling tepat dalam penyampaian bahaya narkoba.
  13. Rehabilitasi merupakan cara utama yang dianggap paling tepat dalam penanganan penyalahguna narkoba.

Dalam rundown acara, kegiatan dimulai pukul 08.30 sampai 14.00 WIB.

Penulis : Ginanjar Maulana
Editor : Mohamad Istihori

751 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +