Wudhu (Waktu untuk Tawadhu)

Pembicara : Ust. Arrizal Firdaus, S. Sy.

Rukun wudhu ada enam. Pertama niat. Kedua membasuh muka. Ketiga membasuh sebagian kepala. Keempat membasuh tangan sampai siku. Kelima membasuh kaki sampai mata kaki. Dan, keenam tertib.

Hal ini sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT pada surat al Maidah ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepalamu, dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki.”

Sebelum melaksanakan sholat, kita diwajibkan wudhu. Pengertian wudhu bukan hanya “izaalatun najaasah” (membersihkan najis/suci dari kotoran dan najis). Makna sebenarnya wudhu adalah kinclong atau bersinar.

Contoh ketika kita hendak kumur saat wudhu otomatis ucapan yang keluar dari mulut kita harus bersih, harus suci, harus kinclong, harus mencerminkan berbagai perbuatan yang baik, jauh dari kata-kata yang kotor, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata yang menyakiti perasaan orang lain.

Begitu juga setelah kita membasuh kedua tangan kita sampai siku dengan air wudhu maka tangan ini seharusnya mampu mencerminkan kepribadian yang lebih baik lagi dan semakin produktif dalam bekerja dan berkarya. Inilah hakikat wudhu.

Di Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care (MMHC), tidak hanya dipelajari mengenai penyakit klien. Di Madani juga ada materi TPI (Teori dan Praktik Ibadah). Dalam pelaksanaan TPI, salah satu materi yang diberikan adalah pelajaran tentang wudhu.

Pasien penderita gangguan jiwa seperti skizofrenia atau pasien pecandu narkoba yang belajar tentang hakikat wudhu akan senantiasa terjaga kebersihan (kesucian) lahir dan batinnya. Pada awalnya pasien tersebut memang malas berwudhu, takut air, enggan membersihkan diri (jasmani), susah mandi, dan lain sebagainya.

Wudhu merupakan pelajaran dasar sekaligus sangat penting untuk memberikan pelajaran mengenai betapa utamanya menjaga dan merawat kebersihan. Rosulullah Muhammad Saw bersabda, “Kebersihan itu sebagian dari iman.”

Pemahaman dan edukasi wudhu berikutnya adalah bahwa wudhu itu memberikan pemahaman terhadap diri kita untuk menjaga kesucian seluruh perbuatan anggota badan kita dalam kehidupan sehari-hari.

Dan, tidak akan ada manusia yang bisa menjaga kesucian perbuatannya kecuali apabila ia tawadhu (rendah hati di hadapan manusia dan rendah diri di hadapan Allah). Maka tak begitu salah jika wudhu juga merupakan kependekan dari “Waktu untuk Tawadhu”.

(Kultum Romadhon Madani 1439 H / 2018 M)

Video

282 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +