Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Wahm Kebesaran “Sang Imam Mahdi”

Kisah Nyata Konselor

Oleh : Kang Gyn

(06/01/2005)
Sebutlah A ; klien pertama seorang pengusaha kaya raya asal Pulau Borneo, mengalami gangguan halusinasi disertai wahm kebesaran dan wahm keagamaan merasa menjadi Imam Mahdi, berawal dari mengikuti sebuah “pengajian” lalu berhubungan intens dengan “sang ustadz”.

Kemudian, entah kenapa muncul gejala perilaku yang tidak biasa, di antara gejala yang dikeluhkan keluarga adalah mengambil uang secara banyak lalu dibagi-bagikan terhadap “ustad dan kelompoknya”, bicara melantur dan tidak nyambung, jarang tidur, tidak mandi, sholat berkali-kali, terakhir mencekik ibunya karena meminta sahamnya dijual untuk dibagikan ke “ustadnya”.

Setelah bertemu Psikiater kami, (Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater). A disarankan dirawat instensif di Rumah dengan rutin menjalani terapi psikofarmaka (obat) dan terapi konseling intensif dengan konselor pendampingnya, surat tugas pun saya terima.

Pagi sebelum berangkat, istrinya yang sedang mengandung anak pertama menghubungi saya dan mengatakan bahwa pagi tadi tiba-tiba suaminya marah besar, memukuli kedua pembantunya, dan memecat keduanya. Wadaw!

09.00 WIB
Berangkat dengan hati deg-degan, sendirian, dan harus menemui pasien (di rumahnya) dalam kondisi gaduh dan gelisah bukanlah hal yang mudah, dokter saja biasanya didampingi para perawat yang siap suntik. Saya hubungi Eyang Prof., beliau cuma bilang, “Bismillah aja! Terus kamu pastikan obatnya masuk, dan ‘tambahkan bila perlu’”. Baiklah. Siap perintah (sambil komat-kamit baca doa sebisannya).

10.00 WIB
Sampai di rumah Tn. A.
Belum saya mengetuk pintu, terdengar suara berteriak, “Hai kopisanangan kinorikatan! Ikam datang mau apa?”

“Waduh belum apa-apa udeh ngegass aja neh,” batinku.

Pas masuk, “Assalamu `alaikum.”

“Wa `alaikumus salam,” ramah dia menjawab.

Saya cerita siapa saya dan tujuan saya. Dia terlihat senang begitu. Saya sampaikan bahwa saya adalah temannya dan siap membantu bila dia ada keluhan dan masalah. Dia bercerita bahwa dia adalah Imam Mahdi yang dipilih Allah. Dia mempunyai kekuatan untuk mengatur umat dan menghentikan kegaduhan bangsa.

Saya simak dan iyakan. Salah satu teknik pendekatan terhadap orang dengan gangguan wahm adalah “masuk dulu ke alamnya”, lalu pelan-pelan tarik ke alam realita. Klien terlihat senang dengan saya, sehingga ketika makan siang, ibunya berbisik kepada saya bahwa baru kali ini ia terlihat setenang itu.

Setelah makan siang, ibunya mengajak saya dan klien untuk pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. “Hmm…” Saya bergumam dalam hati, “Kondisi belum stabil tapi ibunya memaksa pergi karena melihat klien sedang tenang.”

Saya sampaikan sama ibunya beberapa kemungkinan yang akan terjadi bila gangguannya muncul tiba tiba. Sang ibu dengan kalem menjawab, “Kan Kang Gyn ikut. Jadi bisa tenang.”

“Oalhaa berabe ini…”

13.00 WIB
Singkat cerita, berangkatlah kami dan macet total. Tak bergerak. Secara mengejutkan klien saya mengangkat tangan, berteriak, dan memukul-mukul dashboard, “LANCAR! SAYA IMAM MAHDI. BERI JALAN DAN KOSONGKAN JALAN!”

Wah dalam kekagetan, saya langsung refleks menjawab, “Wah iya nih kayanya bentar lagi lancar.”

“Iya Kang, saya ini Imam Mahdi punya kemampuan membuat jalanan ini jadi lancar.”

“Oh gitu. Gimana cerita awalnya jadi Imam Mahdi?”

“Saya ikut pengajian di kampung, lalu saya…bla…bla…bla…”

Klien tak sadar bercerita panjang lebar. Walau ngelantur minimal tidak terjadi kegaduhan dan agresifitas yang bisa membahayakan semua.

15.00 WIB
Tiba di sebuah Mall mewah di Jakarta Selatan, sementara menunggu ibunya berbelanja sesuatu, kami pun mampir di sebuah tempat minum kopi St** B***. klien kondisi tenang dan masih melanjutkan cerita tentang “kehebatannya”. Sebelum duduk saya berbisik kepada Security dan memperlihatkan ID Card saya sebagai tindakan jaga-jaga bila terjadi apa-apa.

Saat sedang asyik dan tenang ngobrol, tiba tiba datang pria paruh baya menghampiri meja kami, lalu menunjuk ke klien saya, “Bapak, Soeharto ya?”

“Oh bukan Pak,” jawab saya segera dan kaget khawatir memicu kondisi klien saya.

“IYAAA,,APA KATA IKAM? SAYA IMAM MAHDI BUKAN SOEHARTO YANG BLA BLA BLA,” klien saya berteriak dan memaki pria tersebut,”

“Yaah mampus deh gue,” bisik saya dalam hati.

Security pun menghampiri dan melerai. Security kewalahan. Klien menoleh ke arah saya, “Kang orang itu tidak sopan, saya ini Imam Mahdi.”

“Iya bener. Kalau Imam Mahdi tempat yang baik di tempat ini apa di Musolla ya?”

“Di Musolla aja Kang. Ayo kita sholat,” ujarnya.

Huftt alhamdulillah bisa dialihkan akhirnya.

16.00 WIB
Musholla Mall
Kami berdua masuk musolla. Setelah wudhu kami siap-siap bergabung dengan shof dalam jamaah yang sudah ada. Tiba-tiba klien saya menarik imam dan menyuruh semua mengulang sholat dan dia menjadi imam. Semua orang di Musholla kaget dan menunjukkan reaksi marah. Sebisa mungkin saya memberi “kode” kepada jamaah dan orang orang. Alhamdulillah sholat pun berjalan.

17.00 WIB
Toko Jam Tangan
Selesai sholat, kami menemui ibunya dan sebelum kembali ke rumah kami mampir sebuah toko jam tangan karena klien ternyata sudah dijanjikan untuk membeli sebuah harga jam dengan harga gaji setahun saya kala itu kira-kira.

Saat sedang memilih jam yang dimaksud, penjual menjelaskan harga masing-masing jenis jam. Namun, reaksi klien saya tak terduga, dia merasa terhina dan bilang, “Saya ini orang kaya sekali. Apapun bisa saya beli. Kamu nggak tau saya Imam Mahdi Terpilih hahhh!?

Belum sempat saya menenangkan dan menjelaskan, ibundanya sudah langsung memeluk dan menarik anaknya menuju keluar toko dan ke arah mobil. Walhasil A teriak-teriak keras hampir semua pengunjung melihat dan menoleh.

Notes:
Waham adalah suatu keyakinan seseorang yang tidak sesuai dengan kenyataan, yang tetap dipertahankan dan tidak dapat diubah secara logis oleh orang lain. Keyakinan ini berasal dari pemikiran yang tidak terkontrol.

Waham merupakan salah satu bentuk gangguan dari isi pikir. Terjadinya waham berdampak pada terganggunya keyakinan dan bentuk pendirian pasien, sehingga gangguan pikir waham hanya dapat dimengerti atau dievaluasi oleh orang-orang terdekat pasien.

Adapun contoh pikiran waham adalah seperti keterlibatan mereka terhadap agama, dewa, atau kelompok politik. Gejala waham pada pasien skizofrenia biasanya muncul dengan ide yang berbeda-beda antar pasien satu dengan yang lain.

Skizofrenia adalah salah satu jenis gangguan mental. Gangguan mental? Apa itu? Kira-kira begini, untuk pengertiannya sendiri penyakit mental umumnya berkaitan dengan hal-hal pada kondisi emosional, kesejahteraan sosial, dan psikologis pada diri seseorang.

(Cek diri, self talklah, tanya ke dalam diri ; apakah kondisi emosi Anda aman? Apa mudah marah? Atau cepat murung, gampang sedih?)

Gangguan mental atau penyakit mental umumnya memiliki banyak jenis. Di antara penyakit gangguan mental yang seringkali kita lihat adalah skizofrenia. Gangguan yang satu ini umumnya memang bisa memengaruhi bagian otak pada syaraf sehingga bisa sangat memengaruhi keseimbangan kimiawi.

Gangguan mental juga bisa memiliki efek negatif pada kualitas hidup kita. Perlu kita ketahui, penyakit gangguan mental ini ada beberapa jenisnya, di antaranya depresi, gangguan kecemasan, bipolar, stres, gangguan psikosis, gangguan obsesif kompulsif, dan masih ada banyak jenis gangguan lainnya.

Penyebabnya bervariasi, di antaranya:

1> Faktor genetik atau kebanyakan juga dikarenakan dari keturunan bisa menjadi salah satu pemicu munculnya gangguan mental pada diri seseorang.

2> Traumatis juga bisa menjadi salah satu penyebab dari munculnya gangguan mental. Dimana jika pada diri pasien pernah terjadi sebuah peristiwa yang memang membuatnya depresi dan juga berdampak pada perubahan perilaku yang dimilikinya bisa dikatakan juga menjadi salah satu hal yang membuat gangguan mental muncul.

Gangguan mental bisa saja terjadi pada pada siapapun dan menyerang siapa saja. Orang yang memiliki resiko cukup tinggi untuk bisa terkena gangguan mental:

1> Riwayat keluarga
Nah, seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang terkena gangguan mental ternyata memiliki risiko yang cukup besar, bahkan beberapa di antaranya juga ada yang memang diwariskan dari keturunan dan juga dari orang tuanya.

2> Pekerjaan Pemicu Stres
Salah satu risiko lainnya yang memungkinkan terjadinya seseorang tersebut memiliki gangguan mental dengan risiko cukup tinggi adalah orang-orang yang memang memiliki pekerjaan dengan tingkatan stres cukup besar. Misalnya seperti pengusaha, dokter, insinyur, pejabat, dan lain-lain.

3> Jenis Kelamin Wanita

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan juga ternyata para wanita memiliki resiko terkena gangguan mental yang cukup tinggi. Beberapa di antaranya gangguan kecemasan, dan juga terjadinya depresi. Bahkan pada beberapa wanita yang habis melahirkan pun tidak jarang banyak ditemukan kasus yang memiliki gangguan mental cukup parah.

Bila anda membutuhkan informasi dan layanan terkait kesehatan mental silahkan hubungi 021 – 8578 228 atau kunjungi www.madanionline.org.

– Catatan Kang Gyn-

105 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +