Wadah Utama Gangguan Jiwa Itu Bernama Skizofrenia

Oleh: Mohamad Istihori

Sudah merupakan sebuah tradisi di Madani, jika ada salah satu staf yang mengikuti sebuah pelatihan maka ia memiliki tanggung jawab moral untuk mentransfer semua pengetahuan baru yang ia dapat dari pelatihan tersebut.

Demikian juga yang dilakukan oleh Prayudho Utomo atau yang akrab disapa Bro Yudho. Ia dan Bro Ind mengikuti ICCE Basic Training Course for Addiction Professionals pada 25-29 September 2017 di Jakarta.

Maka sebagai sebuah pengejawantahan tradisi berbagi ilmu tersebut, Bro Yudho mempresentasikan pengetahuan barunya itu kepada kami pada Sabtu, 30 September 2017. Bro Yudho menyampaikan tiga gangguan mental yang biasanya menimpa para penyalahguna dan pecandu narkoba.

Pertama gangguan mood, kedua gangguan pribadi, dan gangguan skizofrenia. Bro Yudho menjelaskan, “Gangguan pribadi dengan gangguan skizofrenia menurut pemateri pada pelatihan tersebut merupakan jenis gangguan jiwa yang berbeda.

Saya sampaikan kepada peserta pelatihan bahwa skizofrenia adalah wadah. Namun, pemateri menyatakan bahwa yang disebut dengan wadah adalah psikotik bukan skizofrenia. Pemateri menyatakan bahwa psikotik merupakan sebuah wadah besar yang di dalamnya terdapat beragam jenis gangguan jiwa. Termasuk perilaku penyimpangan seks atau game online bukan merupakan bagian dari skizofrenia. Baginya itu merupakan gangguan psikotik.”

Hanya saja biasanya Prof. Dadang Hawari mengeneralisir semua gangguan jiwa ke dalam sebuah wadah besar bernama skizofrenia untuk memudahkan memberikan pemahaman kepada masyarakat awam.

Bro Yudho melanjutkan, “Untuk gangguan mood (perasaan) ada tiga gejala atau tiga bagian: pertama manik, depresi, dan bipolar. Manik merupakan sebuah gangguan mood yang sifatnya semangat naik terus. Mengerjakan apa saja. Bicara tidak kenal lelah. Kalau bernyanyai tidak kenal berhenti. Tidak bisa tidur.

Sedangkan gangguan depresi itu sifatnya down (menurun), sedih, murung, dan tidak bersemangat. Bahkan jenis gangguan jiwa tipe depresi ini cenderung memiliki kemungkinan untuk melakukan bunuh diri jika dibandingkan dengan jenis gangguan jiwa tipe yang lainnya.

Baik manik maupun depresi memiliki periode yang lama. Artinya, ketika seseorang menderita gangguan ini bisa seharian. Kalau manik, seharian dia senang. Kalau depresi, seharian dia bisa murung dan mengurung diri di dalam kamar.”

(Jakarta, 6 Oktober 2017)

243 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +