Tiga Lapisan Hati

Pembicara : Ust. Darmawan, S. Ag.

Kita tentu tahu apa itu hati. Hati adalah bagian dalam tubuh kita yang sangat penting. Dalam beberapa buku yang pernah saya baca dan yang saya pelajari dari guru saya, Almarhum KH. Toto tasmara, Allah membagi hati menjadi tiga lapisan.

Lapisan hati yang pertama adalah qolbu. Mungkin selama inibanyak sekali terjadi kekeliruan. Orang bilang qalbu adalah yang paling dalam. Ternyata kalau kita kaji dengan beberapa ayat, qolbu adalah bagian terluar hati.

Secara bahasa qalbu. Qollaba-Yuqollibu-Qolban. Yang berarti turun-naik atau bolak-balik.  Maka kita berdoa, “Ya muqollibal quluub. Tsabbit quluubanaa ‘alaa diinika wa tho’atika.” (Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikan qolbu. Tetapkanlah qolbu-qolbu kami pada agama dan ketaatan kepada-Mu).

Siapakah Zat tersebut? Allah. Kenapa hati kita dibolak-balik? Itu pertanyaannya. Mari kita cari jawabannya. Kalau kita kaitkan dengan arti qolbu, bolak-balik. Itu juga berarti labil. Kenapa kita labil? Secara hukum agama, orang yang tidak beriman atau orang yang imannya menipis akan mengalami kelabilan.

Salah satu contoh. Setiap muslim mendapatkan kewajiban dari Allah untuk menegakkan sholat lima waktu. Yang sering terjadi sholat kita tidak lima waktu. Dalam bahasa yang sangat sederhana, sholat kita masih blentang-blentong, masih bolong-bolong. Kadang sholat, seringnya malah enggak sholat. Sholat hanya seminggu sekali doang. Sholat Jum’at. Malah ada yang sholat hanya setahun sekali.

Yang tadinya sholat lima waktu menjadi hanya dua sampai tiga waktu saja dalam sehari. Hal ini mengakibatkan kita menjadi orang yang merugi. Mudah galau. Gampang labil. Ada barang yang bukan milik kita, ketemu di jalan, maunya langsung kita ambil. Kita akuin itu milik kita. Muncul keraguan dalam diri. Ambil nggak, ambil nggak, ambil nggak.

Karena menjaga sholat lima waktu saja sudah tidak mampu, maka menjaga keyakinan dalam hati pun kita gagal. Maka kita ambillah barang di jalan tersebut. Merugilah kita. Tentu kita tidak ingin merugi. Maka kita harus meningkatkan kembali kualitas iman kita. Sholatlah lima waktu tepat pada waktunya.

Insya Allah lapisan yang kedua dalam hati kita itu akan naik ke permukaan. Lapisan hati yang kedua disebut fuad (terpelihara/terjaga). Inilah manusia yang memiliki tingkatan iman yang lebih tinggi dari sebelumnya. Terpelihara perbuatannya. Selalu terjaga lisan dan anggota tubuh yang lainnya.

Tentu kita ingin lebih baik lagi. Maka tingkatkan lagi kualitas keimanan. Di samping kita sholat lima waktu tepat waktu dan mencari ridho Allah semata-mata.  Kita harus lebih banyak mementingkan kepentingan akhirat ketimbang kepentingan dunia. Maka dunia akan mengejar kita.

Maka akan tampaklah ke permukaan hati yang paling dalam yaitu siir. Maka hidup kita akan menjadi lebih nikmat dan dekat sekali dengan Allah. Inilah yang kita rindukan sama-sama. Kalau kita sudah dekat sama Allah, jangankan kita meminta sebelum kita berucap Allah sudah kasih sama kita. Itu janji Allah.

Pada saat kita berada di level yang paling rendah. Masih pada level hati jenis qolbu, kita sering mendengar Asma Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Tapi kita cuek. Kita menduakan Allah dengan kepentingan lain.

Kita hanya tahu arti tapi tidak tahu makna. Allah Maha Besar. Kita cuma tahu artinya tapi tidak tahu maknanya. Apa yang terjadi? Pada saat Allah memanggil, “Hayya ‘alash sholaah.”(Ayo sholat), “Hayya ‘alal falaah.”(Aku kasih kemenangan, Aku kasih apa yang kamu minta), kita sering melihat jam sambil berkata, “Entar ah lagi tanggung. Belum iklan.” “Entar dikit lagi. Lagi kerja.” “Entar tanggung lagi dalam perjalanan.”

Padahal malaikat sudah menunggu apa saja yang akan kita minta akan dikabulkan dan dijawab oleh Allah. Jadilah orang beriman dan jangan jadi orang merugi. Kejarlah saat Allah sedang memanggilmu. Allah tidak butuh kita. Kitalah yang sangat membutuhkan Allah.

(Kultum Romadhon Madani 1439 H / 2018 M)

Video

183 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +