Terus Mencari Jati Diri Madani

*Sambutan Ibu Dra. Mayda Wardianti, M.Si (Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Deputi Bidang Rehabilitasi BNN) pada Milad Madani ke-18

Pemerintah tidak bisa sendiri kalau menangani narkoba. Jadi saya merasa salut dengan upaya Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care yang secara formal sudah berjuang selama 18 tahun.

Saya merasa heran dengan berbagai lembaga rehabilitasi narkoba yang bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) sering kali berkata sulit mencari klien. Padahal itu bukan karena sulit mencari klien yang terjadi adalah karena mereka tidak mau mengenal masyarakat sekitarnya.

UsDar mengatakan 18 tahun adalah usia yang labil atau ABG. Tapi menurut saya untuk suatu yayasan 18 tahun itu sudah lumayan dan cukup berpengalaman. Apalagi dibuktikan dengan banyaknya klien yang berhasil mengikuti program rehabilitasi di Madani.

Program dari Madani adalah BPSS (Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritual). Manusia butuh makan dan minum untuk kehidupan biologis supaya sehat. Modal utama untuk melakukan segala aktivitas seperti sekolah atau silaturahmi adalah sehat. Kebutuhannya adalah seperti itu, menjaga badan kita sehat secara fisik atau biologis.

Secara psikologis. Kalau seandainya kita sudah sehat, tentu kita bisa mencari sekolah atau suatu kegiatan yang baik. Kalau punya keluarga kita bisa menghidupkan keluarga. Kita sekolah tujuannya ke depan adalah agar bisa menyongsong masa depan dan paling tidak mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Jadi secara psikologis, kalau sudah berkeluarga berarti kita menjalani kehidupan sosial. Berarti secara sosial kita bisa melakukan tanggung jawab sendiri, kembali kepada keluarga, bisa menjalankan aktivitas, dan bisa melakukan apa yang kita mau secara positif.

Tentu kita tidak lupa dengan unsur spiritual. Salah satu bentuk tanggung jawab di bidang sosial adalah mempunyai amal soleh yang nantinya tentu Allah akan menolong kita. Memang 18 tahun masih mencari jati diri. Mudah-mudahan Madani cepat mendapatkan jati dirinya.

Kita jangan pernah merasa puas dengan keadaan kita sekarang. Jangan pernah stop belajar. Belajar tidak harus dari sekolah. Kita bisa belajar dari bermacam-macam keadaan yang kita alami setiap hari. Saya sangat berbangga sekali Madani bisa melahirkan para santri (para klien) yang nantinya bisa kembali sehat dan melakukan suatu aktivitas yang lebih baik. (Moeis)

390 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +