Terapi Mohon Ampun

(Catatan 15, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Para psikolog, ilmuwan, dokter, dan agamawan berkumpul untuk mengadakan sebuah penelitian mengenai pengaruh pikiran terhadap kehidupan manusia. Dipilihlah satu kalimat positif, beberapa kalimat yang diteliti antara lain adalah kalimat, ‘Astagfirullahal `adziim’ (Aku mohon ampun pada-Mu Ya Allah Yang Maha Besar).

Seorang pasien dipasangi dengan kabel yang tempel di beberapa titik tertentu di tubuhnya. Begitu si pasien mengucapkan kalimat istighfar tersebut maka secara perlahan keluar dari pori-pori kaki butiran-butiran hitam yang disebut dosa kecil.

Maka UGyn pun mengajak para peserta Madani Adventure untuk duduk dengan tegak. “Yang mau berdiri juga nggak apa-apa.” Kepada seorang peserta yang non muslim, UGyn mempersilakannya untuk mengucapkan kata apa saja yang ia yakini berdasarkan agama dan keyakinannya ketika seorang hamba memohon ampunan kepada Tuhannya.

Dengan perlahan para peserta menarik nafas mereka dalam-dalam melalui hidung sesuai dengan hitungan yang diberikan oleh UGyn. “Satu… Dua… Tiga… Tarik!”

Ucapan permohonan ampun pada Tuhan terucap dengan lembut dan perlahan dari mulut para peserta. “Astagfirullahal ‘adziim…”

“Sekali lagi. Semuanya. Satu… Dua… Tiga… Tarik!”

42 Terapi mohon ampun dari UGyn
(Foto 42: Terapi mohon ampun dari UGyn)

Astagfirullahal ‘adziim…”

“Bayangkan makna kalimat tersebut dalam hati, ‘Ampunilah aku iya Allah!’”

Setelah diulangi beberapa kali UGyn menyudahi sambil memberikan kesempatan kepada yang berdiri untuk duduk kembali, “Bagaimana perasaannya sekarang? Lebih enak?”

“Lebih enak, plong, dan nyaman!” jawab para peserta Madani Adventure.

“Kira-kira lingkungan sekitar terganggu nggak?”

“Nggak!”

“Sahabatku semuanya, otak kita terbagi menjadi empat bagian. Otak depan (ini bagian otak yang sering dihajar oleh narkoba. Ini yang menyebabkan penilaian kita menjadi berubah. Awalnya orang tua atau guru harus kita hormati, setelah make narkoba orang tua dan guru sudah tidak lagi berharga dalam penilaian kita).

Kedua, otak spiritualis. Bagian otak ini berada di samping telinga. Di situlah Tuhan memberikan spritual tertinggi bagi setiap manusia. Tadi banyak yang istighfar tapi masih sedikit yang tergerak.”

(Mohamad Istihori)

131 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +