Tentang Metode BPSS

HANI (26)Apa itu metode BPSS?
Metode BPSS merupakan sebuah metode terpadu Biologis-Psikologis-Sosial-Spiritual yang ditemukan oleh Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater melalui praktik sehari-hari dan dilandasi dengan kajian kepustakaan, penelitian ilmiah, dan rujukan keagamaan sehingga menjadikan metode BPSS merupakan sebuah metode yang dapat dipertanggungjawabkan.

Metode BPSS telah mendapat pengakuan PBB sebagai sebuah metode yang berhasil (Succesful Intervention, Treatment, and Aftercare Programs) dan telah dipublikasikan oleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 2003.

Metode BPSS merupakan sebuah pendekatan yang direkomendasikan World Health Organization (WHO, 1984), diadopsi oleh American Psychiatry Association (APA, 1992) dan WPA (1993).

Dengan metode BPSS ini proses penyembuhan dapat menghasilkan penyembuhan seutuhnya karena dapat memahami manusia yang sehat sepenuhnya dilihat dari sudut jasmani (biologik), kejiwaan (psikologik), sosial, dan agama (spiritual).

Metode BPSS dapat digunakan dalam proses pencegahan, terapi, maupun rehabilitasi korban penyahgunaan narkoba/NAZA dan penderita gangguan jiwa serta skizofrenia. Melalui metode BPSS diharapkan tidak ada lagi pihak yang ragu dan bimbang dalam memperoleh pelayanan medis.

Implementasi Metode BPSS di Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care
Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care adalah satu-satunya pusat rehabilitasi yang secara resmi dan mendapat izin langsung dari Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater untuk menerapkan metode BPSS.

Di Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care inilah proses program stabilisasi (detoksifikasi), rehabilitasi, dan day dare diselenggarakan 2×24 jam di bawah pengawasan para konselor dan perawat secara profesional.

Adapun implementasi unsur biologik yang merupakan terapi medis, di Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care diberikan berbagai program antara lain:
1) stabilisasi/detoksifikasi tanpa zat substitusi
2) konsultasi rutin oleh Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater
3) Pemberian obat (medicine) bukan sintesa narkotik maupun turunannya (nonnarkotik – nonadiktif) yang diberikan rutin oleh perawat sesuai resep Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater

Implementasi unsur psikologis diberikan bagi para santri Madani untuk mengenal dirinya, mampu mengenali permasalahan sebenarnya yang sedang dihadapi, dan tentunya yang lebih utama adalah mampu memecahkan permasalahan tersebut.

Di antara program terapi psikologis yang diberikan adalah:
1) konseling individu
2) konseling keluarga
3) konseling kelompok
4) pengenalan diri
5) terapi lukis/ekspresi
6) tes psikologis

Implementasi unsur sosial diberikan oleh Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care agar para santri memiliki kemampuan untuk mengembangkan sikap positif terhadap kondisi lingkungan sosial sekitar santri. Program juga dirancang sedemikian rupa untuk memulihkan kemampuan para santri untuk beradaptasi secara wajar/normal di rumah, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat sehingga mengingkatkan kualitas hidup para santri menjadi lebih baik.

Program terapi sosial yang ada di Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care antara lain:
1) terapi mental
2) outbond
3) komunikasi efektif
4) sharing kelompok
5) olahraga futsal
6) renang
7) fitnes
8) bela diri taekwondo

Dan, terakhir namun memiliki pengaruh yang sangat vital dalam proses penyembuhan dan pemulihan diri adalah unsur spiritual. Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care memberikan terapi spiritual ini bertujuan untuk menambah pemahaman agama para santri sehingga agama dapat dijadikan dasar dalam melangkan menuju masa depan yang lebih cerah.

Terapi spiritual dilakukan juga agar para santri dapat mengetahui, menghayati, dan mengamalkan rukun iman dan rukun islam secara utuh dan menyeluruh. Terapi spiritual yang diberikan antara lain:
1) psikoterapi agama (Islam)
2) teori dan praktek ibadah mahdhoh
3) mengenal diri, mengenal Tuhan
4) baca-tulis al Quran
5) Asmaul Husna
6) Siroh Nabawiyah

Sedangkan bagi santri yang nonmuslim, terapi spiritual diberikan sesuai dengan kepercayan dan keyakinan agama mereka masing-masing.

Treatment Biologis
Dalam treatment biologis diberikan obat-obatan yang ditujukan pada gangguan sistem sinyal penghantar saraf otak (neurotransmitter) yang menyebabkan gangguan mental dan perilaku. Dalam treatment biologis ini juga mengandung unsur obat-obatan kejiwaan (psycho-pharmacology) dan konseling guna memulihkan keseimbangan mental-emosional santri/klien.

Obat-obatan dalam treatment biologis ini tidak akan menimbulkan ketergantungan (nonnarkotik, nonadiktif), bukan miras, antipsikotik, antidepresan, dan anti nyeri golongan NSID (nonadiktif).

Dalam treatment biologis sama sekali tidak menggunakan sintesa narkotik seperti metadhone, subutex, atau turunan narkotik seperti tradosix, tramal, tramadol, buphernorphine HCl, kodein, dan lainnya yang sejenis.

Apalagi penggunaan zat substitusi seperti beberapa contoh di atas sebenarnya adalah melanggar UU Narkotika dan sudah sewajarnya pemerintah melarangnya serta memasukkan zat-zat atau obat-obat substitusi tersebut dalam UU Narkotika.

Treatment Psikologis
Treatment psikologis ini memiliki banyak ragam. Maka ia diberikan harus sesuai dengan kebutuhan santri/klien. Di antara treatment psikologis antara lain:

1) Psikoterapi sportif
Psikoterapi sportif ini memberikan dorongan, semangat, dan motivasi agar santri/klien tidak merasa putus asa untuk berjuang menuju proses kesembuhan.

2) Psikoterapi reedukatif
Psikoterapi reedukatif adalah memberikan pendidikan ulang yang maksudnya memperbaiki kesalahan pendidikan di masa lalu dan juga dengan pendidikan kembali ini dimaksud untuk mengubah pola pendidikan lama dengan pola pendidikan yang baru yang kebal/imun terhadap segala macam penyalahgunaan narkoba/NAZA dan gangguan jiwa.

3) Psikoterapi rekonstruktif
Psikoterapi rekonstruktif adalah memperbaiki kembali (rekonstruksi) kepribadian yang telah mengalami gangguan akibat penyalahgunaan/ketergantungan narkoba/NAZA dan gangguan jiwa, menjadi pribadi yang utuh seperti sedia kala.

4) Psikoterapi kognitif
Psikoterapi kognitif yaitu memulihkan kembali fungsi kognitif (daya pikir) rasional yang mampu membedakan berbagai nilai moral etika, mana yang baik mana yang buruk, mana yang boleh mana yang tidak, dan mana yang haram serta mana yang halal.

5) Psikoterapi psikodinamik
Psikoterapi psikodinamin adalah menganalisa dan menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang terlibat penyalahgunaan/ketergantungan narkoba/NAZA atau mengapa seseorang bisa mengalami sebuah gangguan jiwa seperti stres, cemas, depresi, atau skizofrenia.

6) Psikoterapi perilaku
Psikoterapi perilaku adalah memulihkan gangguan perilaku (maladaptif) menjadi perilaku yang adaptif sehingga santri/klien dapat berfungsi kembali secara wajar dalam kehidupannya baik di rumah, sekolah, kampus, tempat kerja, dan lingkungan sosial sekitarnya.

7) Psikoterapi keluarga
Psikoterapi keluarga ini ditujukan tidak hanya kepada santri/klien tetapi juga kepada keluarganya. Dengan terapi ini diharapkan hubungan kekeluargaan dapat pulih kembali dalam suasana harmonis dan religius sehingga risiko kekambuhan dapat dicegah.

Treatment Sosial
Yang dimaksud dengan treatment sosial adalah upaya untuk mengubah lingkungan sosial di rumah, sekolah, kampus, kantor, dan masyarakat  agar menjadi sebuah lingkungan yang kondusif  sehingga membuat setiap orang merasa aman harta, nyawa, dan kehormatannya saat tinggal di dalam lingkungan tersebut.

Dengan treatment sosial ini diharapkan santri/pasien memiliki kemampuan untuk menjaga lingkungan dan pergaulan sosial mereka. Ibaratnya adalah kalau Anda bergaul dengan penjual minyak wangi, maka Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk ikut terciprat wanginya. Namun, kalau Anda bersahabat dengan penjual ikan maka Anda juga akan memiliki peluang yang sangat besar untuk ikut menjadi bau amis.

Treatment Spiritual
Treatmen spiritual merupakan sebuah langkah dan usaha untuk memperkaya keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT). Untuk mencapai harapan itulah maka pendalaman pemahaman, penghayatan, dan terutama adalah pengamalan secara utuh dan menyeluruh terhadap Rukun Islam dan Iman.

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +