Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

pp-3Oleh: Al Muzani Pulungan

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang budiman, memiliki jiwa yang tenang dan damai tentu menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan hidup, hanya saja dalam proses pencapaiannya fitrah kita sebagai manusia yang tak luput dari perbuatan salah dan dosa acap kali membenturkan kita pada kondisi dilematis, alias serba salah dalam menyikapi suatu permasalahan. Mungkin singkat katanya buah simalakama.

Tapi walau demikian, perlu kita renung kembali bahwa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan nurani sebagai pembeda dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, maka dari itu tidak dibenarkan juga rasanya jika kita bersikap pasrah bahkan terkesan menjadikan kekurangan kita tadi sebagai pembelaan atas setiap perbuatan buruk yang kita perbuat.

Baiklah tak mau panjang lebar, melalui tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memperingati momentum 1 Desember yang tak lain adalah peringatan hari HIV AIDS.

Untuk istilah HIV/AIDS mungkin tak asing lagi di telinga kita karena kita sama-sama tentunya bahwa HIV/AIDS adalah virus dan penyakit yang sangat berbahaya, karena saking berbahayanya dapat menyebabkan maut bagi si penderita, yang lebih menakutkannya lagi bukan hanya berdampak buruk bagi si penderita, tapi juga dapat menular kepada orang lain.

Penyebab virus dan penyakit  ini timbul adalah disebabkan oleh perbuatan" buruk dalam kaca mata sosial ataupun pandangan agama. Penyebab virus ini datang adalah karena seks bebas atau perzinahan, dan dapat pula dari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (praktik ini biasanya dilakukan bagi korban penyalahguna narkoba).

Tidak berhenti di situ apabila sudah terinveksi  kemudian "bercengkrama" dengan pasangannya yang sah kemudian pasanganya itu tertular, tidak menutup kemungkinan pula bahwa keturunannya akan ikut tertular.

Dengan itu bisa kita bayangkan betapa mengerikannya dampak yang akan terjadi. Mungkin tulisan saya ini tidak secara eksplisit memaparkan soal HIV/AIDS tapi yang ingin saya sampaikan adalah mengajak saudara-saudara sekalian mensyukuri anugerah yang telah diberikan kepada kita yaitu berupa akal dan nurani sebagaimana yang saya singgung di awal.

Untuk itu mari sama-sama kita pergunakan sebaik-baiknya, jangan hina akal sehat dan nurani kita untuk melakukan kesalahan yang jelas dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Bagi saudara-saudara yang terlanjut terkena musibah ini jangan berkecil hati, karena tak ada kepastian bahwa kita yang tidak terinveksi lebih mulia daripada saudara dan tentunya semoga Tuhan segera memberi kesembuhan.

Amiin.

1185 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +