Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Madani Siap Mengobati Caleg Stres dengan Metode Terbaik

Madani Siap Mengobati Caleg Stres dengan Metode Terbaik

Oleh : Samsuludin, MA.Si (Deputi Rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur)

Pesta demokrasi lima tahunan untuk menjadi Anggota Dewan “yang terhormat” di DPRD kabupaten, provinsi, dan DPR RI sedang hangat diperbincangkan di berbagai media.

Banyak kisah sukses yang mengharukan hingga kisah pilu calon anggota dewan yang gagal dan terkena gangguan mental perilaku seperti stres dan depresi.

Hal ini terjadi karena tidak semua calon anggota dewan memiliki kesiapan mental menghadapi dan menerima hasil dari kontestasi politik yang sangat berat dan menanggung biaya politik yang sangat mahal.

Banyak calon anggota dewan yang harus merubah pola hidupnya demi meraih suara.  Dari mulai terganggunya pola istirahat, pola makan, dan memporsir pikiran untuk meraih simpati massa. Bahkan ada kasus untuk menutupi kelelahan fisik dan psikisnya memilih untuk menggunakan narkoba.

Di kasus yang lain, para calon anggota dewan dibebani dengan biaya politik yang sangat mahal. Untuk calon anggota dewan di sebuah kabupaten atau kota saja minimal harus menyiapkan dana minimal Rp. 1 Milyar. Tentu ini menjadi tantangan yang berat bagi mereka yang tidak memiliki modal dan jaringan sehingga harus melakukan apapun untuk kesuksesan pencalonannya itu. Bahkan ada kasus calon anggota dewan yang menggadaikan rumah tinggalnya sendiri untuk modal kampanye. Selengkapnya…

Gangguan Phobik

gangguan-phobikmadanionline.org – Gangguan phobik merupakan salah satu bentuk kecemasan yang didominasi oleh gangguan alam pikir phobia. Phobia adalah ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap sebuah objek, kegiatan, atau suatu keadaan yang memunculkan sebuah keinginan mendesak untuk menghindarinya.

Rasa ketakutan tersebut didasari oleh penderitanya sebagai sebuah ketakutan yang berlebihan dan sangat tidak rasional (tidak dapat diterima akal), namun ia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya.

Yang kerap ditemukan dalam pengalaman sehari-hari adalah agoraphobia dan phobia sosial. Kedua hal tersebut biasanya diikuti dengan munculnya serangan panik (panic attack) yang menjadi penderitaan baginya karena berakibat terganggunya fungsi dan peran sosialnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang penderita agoraphobia memiliki ketakutan yang dahsyat sehingga ia kerap menghindari keramaian. Ia juga kadang merasa sendiri di tengah keramaian atau sebaliknya merasa berada di tengah keramaian saat sedang seorang diri.

Selengkapnya…

Menangani Adik Ipar yang Menderita Gangguan Jiwa

Menangani Adik Ipar yang Menderita Gangguan Jiwa

Anda Bertanya, Madani Melayani

Pertanyaan dari HW, Bekasi:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Adik ipar saya seorang wanita berusia 25 tahun. Lahir dalam keadaan prematur. Prestasi di sekolah berada di bawah standar. Akhirnya, ia lulus dengan cara yang tidak biasa. Saat ia lulus SMK, karena tidak ada kegiatan dan hanya memiliki satu teman, ia hanya berada di rumah.

Hingga saat ini, perilakunya menunjukkan seperti orang yang tidak waras. Ada saat diajak bicara, tidak nyambung. Sering bicara sendiri, marah-marah tidak jelas, bertindak kasar, dan setiap malam, ia selalu mengompol.

Dia sudah pernah dirawat di RS Islam Kejiwaan Klender. Saat dalam perjalanan pulang, kondisinya normal meskipun bicaranya masih  ngaco atau ngawur. Namun sesampai di rumah, emosinya langsung meledak. Kondisinya pun kembali seperti sebelum dirawat di RSJ.

Hingga saat ini ia masih sering marah-marah tanpa alasan yang jelas. Ia juga kerap berperilaku kasar terhadap para tetangga dan kedua orang tuanya. Saya sebagai kakak iparnya sangat sedih melihat keluarga mertua saya seperti ini. Sudah tua cobaan kesabarannya sangat besar.

Ditambah lagi, kondisi keuangan semakin memburuk semenjak bapak mertua pensiun. Walaupun sekarang masih bekerja tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat anaknya yang bisa dibilang setengah normal. Kadang normal namun kadang juga seperti orang kurang waras.

Bisakah Madani Mental Health Care membantu mengobati adik ipar saya? Berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk pengobatan dan penginapannya? Bapak mertua saya ingin D ini dipesantrenkan saja di sebuah pesantren yang mengobati masalah kejiwaan tapi jaraknya sangat jauh, yaitu di Ciamis. Hal itu membuat kami mengurungkan niat tersebut. Mohon pencerahannya.

Terima kasih

HW. Bekasi.

Selengkapnya…

7 Langkah Jitu Menghalau Stres

mnghlauRasa tertekan yang tingkatnya kecil pada dasarnya bisa ditangani dengan mudah. Namun, apabila berbagai pengaruh stres kecil tersebut bergabung menjadi satu dan tertanam dalam waktu lama, maka itu akan berpengaruh pada kesehatan fisik, mental, serta emosional Anda.

Bagaimanakah langkah jitu untuk mengurangi atau menghalau stres? Berikut adalah tips yang diberikan psikolog Ainy Fauziah :

1.Sediakan “Me Time” atau waktu untuk diri sendiri
Sesekali sedikit “melarikan diri” dari segala problema hidup tidak masalah. Coba deh rehat sejenak dari segala kesibukan demi mencari “me time” Anda. Ada baiknya gunakan baik-baik akhir pekan Anda untuk melakukannya.
Nikmati momen-momen ini dengan memutar beberapa lagu favorit, aroma-aroma nikmat, membaca buku atau bersantai seharian di atas tempat tidur juga diperbolehkan kok. Sebaiknya sejenak menghindari diri dari televisi, e-mail, pesan suara, mesin faksimili, hingga telepon genggam, kalau perlu. Tujuannya adalah menghindari kelebihan beban informasi yang telah didapat selama hari kerja, sebab kebanyakan informasi bisa juga menimbulkan stres di kepala.

Selengkapnya…

7 Gejala Stres yang Tak Boleh Diabaikan

7Masyarakat modern kian akrab dengan stres atau tekanan jiwa. Banyak hal bisa menjadi pemicunya, seperti pekerjaan, masalah keluarga, bahkan kemacetan lalu-lintas yang semakin menggila. Stres bisa mempengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang. Karena itu penting sekali mengelola stres agar tetap terkendali.

Karena itu kita perlu mengenali gejalanya. Berikut adalah tujuh gejala stres yang tak bisa diremehkan:

1. Gejala stres di kepala
Pernahkah anda merasa depresi, cemas, mood berubah, berpikir negatif, dan gangguan tidur? Jika merasakannya, ada baiknya segera melakukan relaksasi. Pasalnya itu adalah gejala stres.

Selengkapnya…

Kenali Stress Sedini Mungkin

streaaOleh: Langgeng Perdhana

“Aku lagi stress nih, Lagi banyak pikiran. Apa jangan2 aku kena gangguan jiwa ya ? kan sering tuh biasanya orang2 menyebut orang gila dg sebutan orang stress ? Stress dengan gangguan jiwa beda nggak sih ?” Yap, mungkin sering kali kita mendengar keluhan seperti ini. Setiap manusia pasti pernah merasakan stress. . Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan stress dan gangguan jiwa itu ? Yuk disimak… 🙂

Stress adalah reaksi fisik dan emosi yang dialami seseorang dalam kondisi takut, menantang ataupun sulit. Disisi lain stress juga dapat diartikan sebagai reaksi yang timbul dari tekanan yang berlebihan dan kekhawatiran yang tidak dapat diatasi. Ada pula orang yang mengartikan stress sebagai respon berbahaya baik fisik maupun emosional yang terjadi karena ketidaksesuaian antara kemampuan, sumber dan kebutuhan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa stress merupakan suatu keadaan yang dirasakan seorang individu untuk menghadapi/ beradaptasi dengan stressor. Dimana stressor berarti keadaan atau peristiwa yang menyebabkan stress. Stressor atau sumber stress dapat terbagi atas :

* Sumber internal

Sumber internal berarti sumber stress berasal dari dalam diri seseorang tersebut. Misalkan orang yang memiliki sifat ambisius, agressive, suka tantangan lebih rentan terhadap stress. Wanita cenderung lebih rentan stress

* Sumber Eksternal

Sumber eksternal berarti sumber stress berasal dari lingkungan bisa berasal dari :

– keluarga (KDRT, broken home)

– pendidikan (batas kelulusan yang tinggi, materi yang sulit dan banyak)

– pekerjaan (dikejar deadline, bos yang galak)

– ekonomi (penghasilan minim, harga kebutuhan melonjak), dll.

Stress dapat berdampak positif bagi tubuh dan juga dapat menjadi sebaliknya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita menghadapi stressor tersebut. Sehingga sering timbul pertanyaan “aku dan dia sama2 punya stressor yang sama, tapi kenapa aku jadi stress sedangkan dia malah menjadi bangkit ?” Berikut adalah jawabannya. Ada beberapa jenis stress, antara lain :

* Eustress (Stress yang baik)

Stress yang bila ditangani dengan baik akan berpengaruh positif terhadap fisik dan mental. Akan berdampak meningkatkan energi positif.

* Distress (Stress yang buruk / Chronik stress)

Stress yang bila tidak ditangani dengan baik akan berpengaruh negatif terhadap fisik dan mental. Akan menimbulkan dampak menurunkan mental dan motivasi kemampuan

Sebagai contoh : Ketika hasil ujian tengah semester diumumkan, X dan Y mendapatkan nilai mata kuliah Genetika 40. Menanggapi nilai tersebut, X menjadi tertantang untuk dapat belajar dan menguasai lebih tentang genetika sehingga pada ujian akhir semester nanti bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. (Dalam hal ini X menanggapi stressor sebagai batu loncatan untuk berubah menjadi lebih baik – Eustress). Sedangkan Y menanggapi nilai yang ia dapat, ia menjadi frustasi dan pesimis untuk bisa lulus materi genetika (hal ini Y menanggapi stressor menjadi menurunkan mental dan motivasinya – Distress)

Orang yang sedang mengalami Distress biasanya ditandai dengan

* Perilaku

– Menunda dan menghindari pekerjaan

– Sering menangis

– Sering marah-marah atau membentak orang lain

– Merokok berlebihan

– Gangguan pola makan

* Pikiran

– Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan

– Pelupa dan mental menjadi tidak stabil

– Resah terhadap masa depan

– takut akan kegagalan

* Fisik

– Sakit pada otot

– tangan dingin dan basah berkeringat

– gangguan tidur

– mudah flu dan infeksi, hal ini terkait dengan penurunan imunitas yang terjadi akibat – stress berkepanjangan

* Perasaan

– Takut

– Murung

– Cemas, tegang

– Cepat marah

– Frustasi

– Rendah diri

Dampak yang terjadi saat mengalami Distress, antara lain

* Pada individu

menurunnya tingkat kesehatan (imun menurun, ,mudah infeksi)

interaksi sosial dan pola komunikasi terganggu (cenderung murung dan berdiam diri)

* Pada pekerjaan

– Menurunkan kualitas hidup seseorang

– menurunkan produktivitas kerja (cenderung malas dan menghindari kewajiban)

– Kurang bisa memanage pekerjaan dengan baik

Sementara ini dulu tentang stress, mungkin lain waktu bisa dilanjut kembali bahasannya. Keep healthy 🙂

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +