Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Persiapan Mental dan Spiritual Menghadapi Ujian Nasional

Persiapan Mental dan Spiritual Menghadapi Ujian Nasional

madanionline(dot)org – Jumat, 1 Maret 2019, Yayasan Madani Mental Health Care bekerjasama dengan SMK 38 Jakarta melaksanakan pembinaan mental dan spiritual untuk para siswa kelas XII yang akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2019.

Acara dimulai pada pukul 09.00 s.d. 11.30, diawali dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah. Ia menyampaikan pentingnya persiapan mental dan spiritual untuk menghadapi ujian supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada sesi pertama Ust. Darmawan, S. Ag. (yang akrab disapa UsDar) menyampaikan  pentingnya mengenali diri dengan menjaga akal, hati, dan nafsu dari berbagai godaan setan.

Lebih mendalam lagi, UsDar menyampaikan pentingnya sikap mental yang fokus, inisitaif, komunikatif, dan belajar keras serta belajar cerdas sebagai kunci sukses menghadapi ujian nasional.

Di sesi kedua, Ust. Samsuludin, MA. Si memimpin siswa untuk bermuhasabah. Muhasabah ini bertujuan menyadarkan pentingnya mengembalikan kesucian diri. Mengingat dan memohon ampunan atas dosa-dosa terhadap diri, orang tua, dan guru-guru.

 

Di akhir sesi, semua siswa bersalam-salamn dengan semua guru untuk menyampaikan permohonan maaf dan permohonan doa demi kesuksesan ujian . Tangisan haru tanda harapan yang mendalam dari siswa dan guru mengakhiri rangkaian acara muhasabah.

Penulis : Ust. Samsuludin, MA. Si
Editor : Mohamad Istihori

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Puasa dan Kesehatan Spiritual

Pembicara : Ust. Ahmad Jami Hw. S. Sos. I.

Dalam 12 bulan ada 1 bulan yang spesial yang Allah berikan kepada manusia. Nama bulan tersebut adalah Bulan Romadhon. Allah melipatgandakan ganjaran pahala di Bulan Romadhon. Pahala mubah di luar Romadhon jadi pahala sunah saat Romadhon. Pahala sunah di luar Romadhon jadi pahala wajib ketika Romadhon. Dan, pahala wajib di luar Romadhon dibalas dengan kelipatan yang tak terbatas jika terjadi pada Bulan Romadhon.

Bagi siapa saja yang mengharapkan cinta dan kasih sayang Allah, telah dilimpahkan pada 10 hari pertama Romadhon. Sedangkan pada 10 hari kedua Allah tebarkan ampunan. Karena memang sebagai manusia kita tidak akan pernah luput dari dosa. Dan, 10 hari ketiga Romadhon adalah saat di mana kita mendapatkan jaminan terbebas dari api neraka.

Selengkapnya…

Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

madanionline.org – Komitmen seseorang terhadap agama yang ia yakini dapat mencegah dan melindunginya dari penyakit. Orang yang sering melanggar komitmen yang telah ia tetapkan untuk dirinya sendiri, akan sering mengalami perasaan bersalah (berdosa). Rasa bersalah atau berdosa inilah yang membuatnya rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Lain halnya dengan orang yang memiliki komitmen yang mantap terhadap agama yang ia yakini. Ia akan selalu memiliki pikiran yang positif terhadap keadaan hidup yang bagaimana pun.

Saat ia miskin, ia bersabar. Maka dengan penyikapan ini ia terus menjalankan kewajibannya untuk bekerja dengan jujur. Tidak korupsi. Tidak curang. Tidak iri dengan berbagai jabatan yang dimiliki teman seprofesinya.

Saat kaya, ia bersyukur. Maka dengan pemilihan sikap seperti ini ia menjadi tidak sombong. Tidak lupa diri dan lupa daratan. Tidak foya-foya. Tetap tampil sederhana. Tetap menghargai siapa saja.

Selengkapnya…

Agama Penyelamat dari Narkoba

Aku bersujud, maka aku wujud
Manusia beragama akan jauh hidupnya dari miras dan narkoba
MADANIONLINE.ORG – Clinebell pada 1980 dalam penelitiannya yang berjudul, “The Role of Religion in the Prevention and Treatment of Addiction” menyatakan, “Setiap orang, apakah ia beragama atau sekuler, memiliki kebutuhan dasar yang sifatnya kerohanian (basic spiritual needs)”.

Setiap orang pada dasarnya memerlukan rasa aman, tenteram, terlindung, bebas stres, cemas, depresi, dan sejenisnya.

Bagi mereka yang beragama, yang menghayati dan mengamalkan seluruh ajaran agama yang ia yakini saat ini, kebutuhan rohani ini tentu saja dapat diperoleh dan dipenuhi melalui penghayatan dan penerapan dari keimanannya tersebut.

Namun, bagi mereka yang sekuler, yang memisahkan antara urusan dunia dengan agama, tentu saja tidak terpenuhi kebutuhan rohaninya. Rohaninya kering kerontang.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +