Menjaga Kesehatan Jasmani di Madani

Menjaga Kesehatan Jasmani di Madani

madanionline.org – Saat mendengar sebuah panti rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa, mungkin banyak dari kita yang membayangkan kondisinya tak jauh dari penjara. Para pasiennya tak bisa beraktivitas ke mana-mana.

Namun semua bayangan itu akan segera sirna, jika sebentar saja kita rela untuk berkunjung ke sebuah panti rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa yang menamanakan diri mereka, Yayasan Madani Mental Health Care, Jakarta.

Ya Madani memang beda. Sangat kontras dengan panti rehab lainnya di Indonesia. Bahkan, tidak berlebihan jika penulis menyebut lain dari panti rehab lainnya di dunia. Dengan menggunakan metode yang memadukan dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual maka beragam program dan kegiatan pun dijadwalkan oleh Madani.

Di antara banyaknya program yang didapatkan oleh para santri Madani (sebutan untuk para pasien yang menjalani program rehabilitasi di Madani), setiap pagi ada beragam program yang bertujuan menjaga kesehatan jasmani para santri Madani.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

14100402_10205429307450962_8014127625397991359_nOleh: Yuki Andi Arpan

Teringat saat itu, ketika kabar dari rumah sakit aku terima bahwa aku positif HIV. Perasaan berkecamuk dan kepala seperti terpukul batu. Air mata tak kuat menahan tangis, seolah mata ini tak ada habisnya mengeluarkan air.

Pikiran ku saat itu bertanya dan berontak, "Tuhan sungguh tak adil! Mengapa keadaan ini bisa terjadi kepadaku, salahku apa? Pantaskah aku mendapatkan hukuman ini? Dunia seolah kiamat bagiku.” Sekian lama aku termenung meratapi nasib, hari demi hari seolah tak berarti, sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Aku adalah korban, korban dari betapa kejamnya hidup ini.

Realitas kehidupan memberiku pelajaran. Bahwa hidup adalah pilihan. Kenyataan memang tidak akan selalu sesuai harapan. Tapi, selama ada harapan akan ada kehidupan. Setelah sekian lama terpuruk akhirnya aku bangkit. Mengikuti penyuluhan tentang HIV, berobat ke rumah sakit dan meminum obat untuk menidurkan virus yang perlahan menggerogoti kekebalan tubuhku.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Bersahabat dengan HIV/AIDS

Bersahabat dengan HIV/AIDS

1381596_3507935314355_735715059_nOleh: Yanto Abdul Latif

Seperti bongkahan batu besar menghantam dada. Nafas seakan berhenti. Dunia terasa gelap. Tidak ada kehidupan. Sunyi dan sepi.

Seperti itulah kira-kira gambaran psikologis seorang yang terdiagnosa HIV/AIDS. Rasa putus asa. Tidak ada harapan hidup lagi. Tuhan tidak adil. Lebih baik mengakhiri hidup. Jijik dengan diri sendiri. Dan, seratus bahkan seribu kalimat negatif lainnya yang terlintas dalam pikiran orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut penulis, pemikiran negatif itu sebenarnya ODHA telah membuat stigma bagi dirinya sendiri. Sehingga ODHA lebih memilih untuk berdiam diri dalam rumah. Tidak mau bertemu  orang. Mogok kerja. Bolos sekolah/kuliah hingga drop out. Pada akhirnya ODHA hanya meratapi dirinya dan tidak punya kualitas hidup.

Pertanyaan kemudian, apakah orang-orang di luar sana punya pemikiran yang sama dengan ODHA? Belum tentu! Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat sekarang sudah melek tentang apa itu HIV/AIDS. Cara virus itu bekerja dan bagaimana cara menularnya.

Selengkapnya…

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

ca586966-4b60-410b-868a-5f4333599e2aOleh: Indra Wira Setya Duvyren

Ketika gue divonis terkena virus HIV pemahaman gue tentang hal tersebut masihlah sangat rendah. Gue nggak tahu apa HIV/AIDS itu. Gue diajak oleh sahabat gue untuk bergabung pada sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan tujuan sebagai kelompok dukungan sebaya. Hal ini menjadi penguat penerimaan dan pemahaman gue tentang HIV/AIDS.

Motivasi gue timbul kembali. Semangat gue membara lagi. Hidup gue menjadi bernuansa kembali meski gue HIV+ dan harus mengkonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) sepanjang hidup.

Gue tetap tersenyum dan terus melangkah dengan sebuah pengharapan hidup gue. Istri gue ketika itu semakin sayang. Anak gue juga selalu mengingatkan untuk senantiasa minum obat berkala per 12 jam dalam setiap harinya.

Gue sadar dan sempat terpikir sampai kapan gue harus mengkonsumsi obat virus itu. Dan, apakah gue bisa sembuh? Ya Allah di saat gue mengadu kepada Allah. Seiring doa dalam shalat, pikiran gue semakin lama semakin mampu untuk mengabaikan semua itu.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +