Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

Madani Menghadiri Rakor IPWL Regional II

madanipress(dot)org – Samsuludin, MA. Si. sebagai Deputi Rehabilitsi Madani Mental Health Care (MMHC) menghadiri acara Rapat Koordinasi Lembaga IPWL Regional II yang dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 31 Oktober 2019 di Hotel Permata Bogor.

Adapun tujuan dari acara Rakor (Rapat Koordinasi) ini untuk evaluasi dan sosialisasi pentingnya koordinasi antar tempat rehabilitasi untuk meningkatkan pelayanan.

Pada hari pertama acara dibuka oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial RI memberikan arahan pentingnya setiap IPWL memenuhi standar layanan yang sudah ditetapkan oleh kemensos.

Beliau juga memberikan gambaran ke depan IPWL harus banyak membangun jaringan dengan berbagai profesi dan lembaga yang beliau sebut sebagai Rehabilitasi Sosial Napza yang holistik dan sistematis.

Pada hari kedua pemateri dari STKS Bu Yane dan Bu Yuti menyampaikan teori jaringan dan manajemen rehabilitasi. Bahwa ke depan rehabilitasi harus mempu mengimbangi tantangan zaman dengan model pendekatan yang harus terus terbarukan.

Pada hari ketiga dilanjutkan dengan diskusi dari Direktorat Napza tentang kebijakan ke-SDM-an dan teknis pelaksanaan serta mengingatkan pentingnya mengikuti standar yang sudah dilakukan.

Pada materi terakhir disampaikan oleh Itjen. Kemsos Bapak H. Hasbullah bahwa fungsinya sebagai mitra IPWL untuk memastikan program rehabilitasi sesuai dengan juknis, target dan hasil, mimastikan kinerja, kelengkapan laporan dari aspek akuntabilitas meliputi kecukupan, kelengkapan dan keabsahan.

Pesan beliau jadikan usaha yang dilakukan IPWL sebagai sebuah ibadah yang tidak hanya dipertangungjawabkan di dunia juga di akhirat. (samsul)

Mencari Titik Balik Kesadaran Para Pecandu Narkoba

Mencari Titik Balik Kesadaran Para Pecandu Narkoba

UJams, “Assalamu`alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.”

Pak Budi, “Wa `alakumus salam.

UJams, “Sehat Pak Budi?”

Pak Budi, “Alhamdulillah!

UJams, “Saat ini saya sedang bersama Pak Budi (Direktur Direktorat Napza Kementerian Sosial. Alhamdulillah, hari ini infromasinya akan dicetak buku `Titik Balik Kesadaran, Potret Korban Penyalahgunaan Napza Pasca Rehabilitasi Sosial`. Apa sebetulnya yang akan diangkat dalam hal ini sebetulnya dari Direktorat Napza ini?”

Pak Budi, “Yang kita angkat bahwa apapun bentuknya dalam kehidupan manusia termasuk para korban dan pecandu narkoba itu belum titik, masih koma. Dalam artinya, mereka manusia bisa akan menjadi manusia yang lebih bagus.

Jadi kalau kita melihat sejarah perjuangan manusia kita selalu ingat bagaimana sahabat Kanjeng Rosul, Sayyidina Umar bin Khottob berada dalam sejarah lembaran hitam tetapi begitu mengalami titik balik mampu menjadi manusia yang mulia.

Begitu juga para korban dan para pecandu Napza, jangan putus asa dan kecil hati. Mereka juga memiliki potensi untuk mengalami titik balik dan muncul kembali kesadarannya sehingga memiliki keberanian untuk menjadi manusia yang lebih mulia.”

Selengkapnya…

Arah Baru Pendekatan Terapi dan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Arah Baru Pendekatan Terapi dan Rehabilitasi Pengguna Narkoba

(Laporan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan MI dan CBT)

BNNP DKI Jakarta melaksanakan program penguatan Konselor Adiksi Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat se-DKI Jakarta. Acara tersebut dilaksanakan pada 3-7 September 2018 di Ibis Hotel Cawang Jakarta.

Ust. Samsuludin dan Ust. Nurhasanudin merupakan perwakilan dari Madani Mental Health Care (MMHC). Tujuan acara tersebut untuk meningkatkan kemampuan konselor dalam memadukan teknik konseling dan terapi, sehingga proses terapi lebih terarah dan terukur.

dr. Diah (Mantan Direkur Bidang Rehabilitasi BNN) menyampaikan, telah terjadi perubahan signifikan dalam dunia rehabilitasi narkoba. Perubahan dari jenis zat, alasan penggunaan, dan model pendekatan terapi. Ia menyampaikan, “Jika konselor Adiksi tidak mampu menyesuaikan, maka siap-siaplah menjadi “DINOSAURUS” yang punah ditelan zaman.

Perubahan yang terjadi dalam treatment rehabilitasi yang saat ini menjadi arah baru rehabilitasi di Indonesia dan di dunia. Rehabilitasi dengan pendekatan INDIVIDUAL TREATMENT menjadi pembaharu program dengan layanan yang TERPADU, sehingga berbagai kebutuhan masalah yang dihadapi klien dapat terbantu. Bahkan ke depan REHABILITASI BERBASIS KELUARGA dirancangan menjadi pendekatan unggulan.

Kesimpulan materi Metode Motivasi Interviewing. Bahwa metode ini dapat dilakukan pada sesi konseling untuk memberikan penilaian dan meningkatkan motivasi klien untuk merencanakan program terapinya.

Adapun CBT dapat efektif digunakan untuk dijalankan dalam program rawat inap (ranap) atau program rawat jalan (rajal). Sebagai upaya untuk membantu klien menemukan masalah dan membantu klien untuk mengambil keputusan-keputusan dalam proses pemulihan dan menjaga dari trigger (pemicu) kekambuhan dengan berbagai macam teknik dan latihan.

Dengan Pelatihan ini, MADANI MENTAL HEALTH CARE, yang telah lama menerapkan sebagian prinsip INDIVIDUAL TREATMENT menjadi lebih kaya dalam ragam terapi dan menjadi pemacu untuk menggaungnya LAYANAN KONSULTASI TERPADU MADANI, yang menawarkan pilihan-pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan Klien.

Oleh SAMSULUDIN, MA.Si

Menjaga Kesehatan Jasmani di Madani

Menjaga Kesehatan Jasmani di Madani

madanionline.org – Saat mendengar sebuah panti rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa, mungkin banyak dari kita yang membayangkan kondisinya tak jauh dari penjara. Para pasiennya tak bisa beraktivitas ke mana-mana.

Namun semua bayangan itu akan segera sirna, jika sebentar saja kita rela untuk berkunjung ke sebuah panti rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa yang menamanakan diri mereka, Yayasan Madani Mental Health Care, Jakarta.

Ya Madani memang beda. Sangat kontras dengan panti rehab lainnya di Indonesia. Bahkan, tidak berlebihan jika penulis menyebut lain dari panti rehab lainnya di dunia. Dengan menggunakan metode yang memadukan dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual maka beragam program dan kegiatan pun dijadwalkan oleh Madani.

Di antara banyaknya program yang didapatkan oleh para santri Madani (sebutan untuk para pasien yang menjalani program rehabilitasi di Madani), setiap pagi ada beragam program yang bertujuan menjaga kesehatan jasmani para santri Madani.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

14100402_10205429307450962_8014127625397991359_nOleh: Yuki Andi Arpan

Teringat saat itu, ketika kabar dari rumah sakit aku terima bahwa aku positif HIV. Perasaan berkecamuk dan kepala seperti terpukul batu. Air mata tak kuat menahan tangis, seolah mata ini tak ada habisnya mengeluarkan air.

Pikiran ku saat itu bertanya dan berontak, "Tuhan sungguh tak adil! Mengapa keadaan ini bisa terjadi kepadaku, salahku apa? Pantaskah aku mendapatkan hukuman ini? Dunia seolah kiamat bagiku.” Sekian lama aku termenung meratapi nasib, hari demi hari seolah tak berarti, sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Aku adalah korban, korban dari betapa kejamnya hidup ini.

Realitas kehidupan memberiku pelajaran. Bahwa hidup adalah pilihan. Kenyataan memang tidak akan selalu sesuai harapan. Tapi, selama ada harapan akan ada kehidupan. Setelah sekian lama terpuruk akhirnya aku bangkit. Mengikuti penyuluhan tentang HIV, berobat ke rumah sakit dan meminum obat untuk menidurkan virus yang perlahan menggerogoti kekebalan tubuhku.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +