Madani Peduli pada Orang dengan Epilepsi (ODE)

papa yantoMADANIONLINE.ORG — Bertepatan dengan International Epilepsy Day, Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care ikut serta dalam acara tersebut. Acara yang diadakan oleh Yayasan Epilepsi Indonesia itu diselenggarakan pada Sabtu, (05/03) di lapangan Banteng, Jakarta.

Tema yang diusung oleh panitia penyelenggara International Epilepsy day adalah "Kita Pasti Bisa: Melawan Stigma dan Diskriminasi". Orang dengan epilepsi atau yang biasa disebut ODE, selama ini mengalami diskriminasi dan stigma negatif dari masyarakat umum, bahwa epilepsi adalah penyakit menular, EDO tidak bisa bekerja dan menyusahkan. Kata-kata negatif ini sangat akrab dangan EDO.

Oleh karena itu, tujuan diselenggarakan acara tersebut sebagaimana diungkapkan oleh dr. Hendri Rianto Sofyan, selaku panita, "Untuk mengubah paradigma masyakat bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular. Dan, ODE dapat beraktivitas sebagaimana masyarakat umumnya".

Di penghujung acara, panitia memberikan kesempatan pada para klien Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care untuk melakukan aksi teatrikal. Teatrikal yang dilakoni oleh klien pecandu narkoba dan pengidap gangguan jiwa terutama narkoba sebagai bentuk kepedulian pada ODE.

Dan juga melalui teatrikal tersebut, para klien Madani memberikan edukasi pada masyarakat umum bahwa (ODE) memiliki hak hidup yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Sehingga tidaklah manusiawi jika orang dengan epilepsi dikucilkan, di-bully, ditakuti, dan mendapat distigma. Justru ODE harusnya diberi support, diayomi, dan diberi ruang untuk berkarya. (Yanto Abd. Latif)

Global Effect

9198263850_cc6c477248_zMADANIONLINE.ORG – Virus HIV/AIDS merupakan virus yang telah mendunia. Efeknya dirasakan semua orang di hampir segenap penjuru dunia (global effect). Penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus ini belum mampu juga diatasi dan ditanggulangi.

Selama ini penyakit menular yang disebabkan virus, seperti virus ebola, cacar, campak, demam berdarah, dan lain sebagainya sudah ditemukan pencegahannya sehingga efeknya tidak berdampak secara global.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi penyakit kelamin pada umumnya meskipun sudah ada pengobatannya. Tidak demikian halnya dengan virus HIV/AIDS. Dengan kecepatan 1 menit 5 orang tertular, maka manusia melalui transportasi yang serba canggih dan cepat ke seluruh dunia, menjadikan tidak ada satu sudutpun di dunia ini yang tidak terinfeksi HIV/AIDS.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +