Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Man Ana? Siapa Saya?

Man Ana? Siapa Saya?

Oleh : Arrizal Firdaus

Sangat mudah kita mengatakan, “Siapa saya?”

Gampang kita mengatakan, “Siapa saya?”

Akan tetapi sulit untuk memahami, “Siapa saya?”

Orang lain tidak seutuh dan sepenuhnya mengenal diri saya akan tetapi yang memahami yang mengenal diri saya sendiri yaitu saya, ketika kita bertanya kepada keluarga kita, saudara kita, teman kita, dan orang lain mengenai siapa saya? Terkadang orang itu menjawab dengan menertawakan kita, ada yang menjawab dengan candaan, dan ada pula yang menjawab dengan serius.

Kalau kita resapi arti dari “siapa saya” secara mendalam makna dan tujuannya dan itu banyak orang yang tidak mengerti dan tidak paham maksud pertanyaan “siapa saya”. Marilah kita pahami kita perdalam mengenai pertanyaan, “Siapa saya?”

Saya dilahirkan dari air yang hina dan Allah menciptakan nenek moyang kita yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa turun-temurun dan sampai pada tahun 1992 M saya dilahirkan ke dunia ini. Empat bulan Allah meniupkan ruh kepada saya kemudian 9 bulan saya dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci kemudian orang tua saya merawat saya dengan kasih dan sayang kemudian menjaga dan merawat saya dari kecil hingga sebesar ini, sampai saat ini saya masih menyulitkan orang tua dan keluarga saya. Selengkapnya…

Mencari Titik Balik Kesadaran Para Pecandu Narkoba

Mencari Titik Balik Kesadaran Para Pecandu Narkoba

UJams, “Assalamu`alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.”

Pak Budi, “Wa `alakumus salam.

UJams, “Sehat Pak Budi?”

Pak Budi, “Alhamdulillah!

UJams, “Saat ini saya sedang bersama Pak Budi (Direktur Direktorat Napza Kementerian Sosial. Alhamdulillah, hari ini infromasinya akan dicetak buku `Titik Balik Kesadaran, Potret Korban Penyalahgunaan Napza Pasca Rehabilitasi Sosial`. Apa sebetulnya yang akan diangkat dalam hal ini sebetulnya dari Direktorat Napza ini?”

Pak Budi, “Yang kita angkat bahwa apapun bentuknya dalam kehidupan manusia termasuk para korban dan pecandu narkoba itu belum titik, masih koma. Dalam artinya, mereka manusia bisa akan menjadi manusia yang lebih bagus.

Jadi kalau kita melihat sejarah perjuangan manusia kita selalu ingat bagaimana sahabat Kanjeng Rosul, Sayyidina Umar bin Khottob berada dalam sejarah lembaran hitam tetapi begitu mengalami titik balik mampu menjadi manusia yang mulia.

Begitu juga para korban dan para pecandu Napza, jangan putus asa dan kecil hati. Mereka juga memiliki potensi untuk mengalami titik balik dan muncul kembali kesadarannya sehingga memiliki keberanian untuk menjadi manusia yang lebih mulia.”

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +