Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Sejarah Perjalanan Rumah Kesadaran Sampai Bertransformasi Menjadi Madani

Sejarah Perjalanan Rumah Kesadaran Sampai Bertransformasi Menjadi Madani

(Wawancara Eksklusif dengan Ustadz Darmawan, SAg, Pendiri Yayasan Madani Mental Health Care Foundation, Jakarta)

 Perjuangan melawan narkoba selalu akan selalu kalah jika ia hanya berupa kata-kata. Beribu jargon hanya omong kosong belaka jika pejuang anti narkoba hanya memperalat para pecandu narkoba dan keluarganya sebagai bahan mereka untuk terus menambah pundi-pundi rupiah.

Perjuangan Ust. Darmawan (yang akrab disapa UsDar) bersama Rumah Kesadaran yang kemudian bertransformasi menjadi Madani adalah perjuangan sepi. Perjuangan tanpa gembar-gembor media mainstream. Perjuangan yang dirintis tanpa uluran tangan Pemerintah yang sebenarnya lebih berkewajiban melakukan perang dengan narkoba.

Tanpa banyak jargon. Tanpa banyak kata namun dengan beribu kesusahan dan duka yang UsDar dan Komunitas Madani alami dalam perang melawan candu narkoba sudah beliau jalani sejak sekitar tahun 1996 hingga kini.

Untuk menangkap semangat yang tak kunjung padam itu. Sekaligus untuk belajar dari perjalanan sejarah Madani, Mohamad Istihori dari Madani Press (MaPress) melakukan wawancara ekskusif melalui voice note WA pada Ahad, 12 Juli 2020 pukul 08.00 WIB. Berikut petikannya: Selengkapnya…

Rehabilitasi Sebagai Upaya Depenalisasi Bagi Pecandu Narkoba

Rehabilitasi Sebagai Upaya Depenalisasi Bagi Pecandu Narkoba

Oleh : Andriyan Lutfi Arif

Upaya penanggulangan masalah narkoba menuntut langkah dan kebijakan yang tepat agar angka penyalahgunaan narkoba di negeri ini bisa menurun.

Penanganan narkoba dengan penegakan hukum rupanya belum menghasilkan solusi yang sesuai dengan pencegahan.

Kebijakan Depenalisasi penyalahgunaan narkoba telah sesuai dengan Arahan Presiden Republik Indonesia. Para korban penyalahgunaan narkoba dapat diberikan upaya rehabilitasi dan pembimbingan menuju kehidupan yang lebih baik. Solusi ini lebih tepat dibandingkan dengan menempatkan korban penyalahgunaan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Peraturan bersama Nomor 01/PB/MA/III/2014-03 TAHUN 2014-II/TAHUN 2014-PER-005/A/JA/03/2014-1 TAHUN 2014 PERBER/01/III/2014/BNN Tentang “Penanganan pecandu narkoba dan untuk penyalahgunaan narkoba dalam Lembaga Rehabilitasi” yang bertujuan untuk mewujudkan koordinasi dan kerjasama secara optimal penyelesaian permasalahan narkoba dalam rangka menurunkan jumlah pecandu narkoba melalui program pengobatan, perawatan, dan pemulihan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

Rehabilitasi terhadap pecandu atau penyalahgunaan narkoba adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkoba. Rehabilitasi terhadap pecandu narkoba juga merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu narkoba ke dalam tertib sosial agar dia tidak lagi melakukan penyalahgunaan narkoba. Selengkapnya…

Singkirkan Narkoba dari Generasi Muda Penerus Bangsa

Singkirkan Narkoba dari Generasi Muda Penerus Bangsa

Oleh : Ridwan Nudin

Di dunia ini, kita senantiasa mencoba menjalani hidup dengan kebaikan. Tetapi, pada dasarnya ada saja manusia yang tidak peduli dengan masa depan kehidupannya.

Masa depan kehidupannya sudah dianggap tidak berguna lagi bagi dirinya, sehingga ia mencoba untuk melakukan hal-hal yang tidak layak dan pantas bahkan melanggar hukum negara dan agama.

Salah satu perbuatan yang tak layak itu ialah mengonsumsi barang yang sama sekali tidak berguna dan hukumnya dinilai haram oleh agama. Contoh barang tersebut adalah narkoba.

Katakan tidak pada narkoba” atau “Say No To Drugs” adalah kata-kata yang sangat bijak dan mempunyai makna yang sangat dalam. Kata tersebut juga memiliki arti yang sangat teoritis. Mengatakan tidak pada narkoba, berarti Anda pun harus berjanji untuk menjauhi barang haram ini dan tidak pula sekali-kali berani mencobanya.

Tidak ada kata terlambat. Bagi setiap usaha pasti ada hasil. Bagi yang sudah terlanjur mengonsumsi narkoba tentunya bisa pulih dengan tekad yang kuat dan keinginan yang mantap.

Salah tempat yang bisa dijadikan untuk mewujudkan tekad tersebut adalah dengan menjalani proses rehabilitasi. Salah satu panti rehabilirasi narkoba bisa kita temui di Jln. Panca Warga 3 RT. 03 RW. 04 Kecamatan Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur.

Panti rehabilitasi narkoba tersebut bernama PUSAT REHABILITASI MADANI MENTAL HEALTH CARE yang bergerak dalam pemulihan ketergantungan narkoba dengan menggunakan metode terpadu BPSS (Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritual) ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater.

Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Mutu Layanan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat

Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Mutu Layanan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat

madanionline.org – Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC) diwakili oleh Ust. Gyn menghadiri rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan teman-teman dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lain pada Senin, 3 Oktober 2016 di Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur.

Berdasarkan rapat yang diterima AIRI untuk rapat Persiapan Penilaian Mutu Layanan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat, dalam hal ini dimandatkan kepada saudara Fery Fx (Wakil Sekretaris Jenderal/Wakasekjen AIRI) dan Ginanjar Maulana/Ugyn (Hubungan Masyarakat/Humas).

Rapat kali ini membahas mengenai kualitas layanan berdasarkan standar dan seyogyanya dimiliki oleh semua lembaga rehabilitasi milik masyarakat.

Selengkapnya…

Keunggulan Pusat Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care, Jakarta

Keunggulan Pusat Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care, Jakarta

MADANIONLINE.ORG — Dari berbagai tempat pusat panti rehabilitasi narkoba yang memakai metode pendekatan agama (psikoreligius), Pusat Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC), Jakarta adalah salah satu panti rehabilitasi narkoba yang telah meraih legalitas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah mengakui metode rehabilitasi narkoba dengan pendekatan agama (psikoreligius) ini.

Ketika beberapa pihak terlibat dalam sebuah perdebatan mengenai perlu atau tidaknya pendekatan agama (psikoreligius) dalam program rehabilitasi narkoba, sering di antara mereka yang pro dengan pendekatan agama ini mengutip Jung yang mengatakan, terapi pemulihan pecandu narkoba yang dibangun dengan landasan agama, dengan maksud mendapatkan pemahaman agama mengenai kehidupan, menampakkan kesuksesan yang lebih meyakinkan jika dibandingkan dengan beberapa teori yang meniadakan konsep agama di dalamnya.

Selengkapnya…

Seminar Anti Narkoba di Universitas Bhayangkara

Seminar Anti Narkoba di Universitas BhayangkaraMADANIONLINE.ORG – Kamis, 10 Maret 2016, Bang Darmawan menjadi pembicara di Universitas Bhayangkara, Bekasi. Dalam rangka pelatihan bagi mahasiswa yang tergabung dalam unit kelompok mahasiswa Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) yang ada di Universitas Bhayangkara tersebut.

Materi yang diberikan Bang Darmawan adalah tentang bahaya penyalahgunaan miras dan narkoba. Dalam kesempatan tersebut pria yang juga Direktur Utama Yayasan Madani Mental Health Care itu menyampaikan materi motivasi tentang besarnya potensi kekuatan otak kita.

Selain itu, Bang Darmawan juga memberikan penjelasan dan uraian tentang proses rehabilitasi yang dijalankan di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care. Dalam uraiannya, ia menyampaikan bahwa Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care menggunakan metode terpadu yang dikenal dengan metode BPSS (Biologis-Psikologis-Sosial-Spiritual) Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater.

 

Seminar Anti Narkoba di Universitas Bhayangkara

Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care sangat berbeda dengan panti rehabilitas yang mungkin dikenal selama ini. Proses rehabilitasi pecandu narkoba, misalnya, di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care para pasien sama sekali tidak diobati dengan zat yang mengandung substitusi (pengganti). Karena percuma saja membantu pemulihan pasien narkoba dengan obat lain yang juga merupakan turunan dari narkoba itu sendiri.

Dalam seminar tersebut, Bang Darmawan tak lupa memberikan motivasi kepada segenap sahabat Granat untuk terus berjuang dalam memerangi narkoba. “Karena tanpa kepedulian aktivis anti narkoba seperti kita, akan sangat sulit rasanya bangsa ini dapat benar-benar mampu melepaskan diri dari tipu daya narkoba.” Ujar Bang Darmawan sekaligus menyudahi pemaparan materi seminar anti narkobanya kali ini. (Taufik Permadi)

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +