Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Wira

Wira

62dc2000-a5eb-4eca-9b52-2bfe410c8b8cOleh: Prayudho Utomo Endarto

Pagi ini aku membuat sarapan mie instan yang lengkap dengan telur, suiran ayam, dan sawi putih yang segar. Aku letakan di meja lalu aku pergi ke kamar untuk mengganti kausku yang terkena noda saus sambal. Hanya 30 detik berselang Wira teman kostku sudah ada di depan santapanku, dengan lahap dia mengunyah sarapanku yang spesial, "Woi sarapan gue tuh!" Jeritku.”

Joint-lah gue laper banget.” Jawabnya.

Aku lalu mengambil sendoknya lalu bertempur melahap yang tersisa.

"Nih gue punya teh anget," ujar Wira sambil menyodorkan gelasnya, lalu aku meminumnya.

Aku dan Wira sudah saling mengenal hampir empat tahun lamanya dan kami  mengenal pribadi masing-masing, sampai-sampai kami mengerti jeroan kami masing-masing.

Karakter kami berbeda aku yang santai, lebih lembut, dan cenderung tenang. Sedangkan Wira lebih cenderung keras dan tegas, lebih brutal tapi dia sangat perhatian dengan  orang di sekelilingnya bahkan dia memberikan apapun yang dia miliki jika kawannya membutuhkan.

Selengkapnya…

Temani ODHA, Yang Dijauhi Itu Zina dan Narkoba

Temani ODHA, Yang Dijauhi Itu Zina dan Narkoba

ppOleh: Arizal Firdaus

Selamat hari AIDS sedunia dan selamat kepada orang yang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang sampai pada saat ini masih sabar dan kuat dalam menjalani kehidupan.

Banyak orang mendengar tentang penyakit HIV/AIDS tapi sedikit orang yang mengetahui sesungguhnya apa penyakit AIDS itu?

AIDS adalah sekumpulan gejala yang timbul akibat rusaknya kekebalan tubuh manusia akibat narkoba (jarum suntik) dan pergaulan bebas.

Yang perlu sahabat pahami yaitu mungkin Anda prihatin dengan masa depan kami, dan kami pun prihatin dengan masa depan Anda dari ancaman HIV/AIDS.

Dan, penyebab terjangkitnya HIV/AIDS di antaranya adalah:
1. Akibat perzinahan (pergaulan bebas)
2. Jarum suntik pada pecandu narkoba
3. Transfusi darah yang tercemar pada bayi melalui tali pusar ibu.

Itu semua bisa terjadi karena di kalangan masyarakat kita miskin ilmu, miskin iman, dan miskin informasi.

Adapun cara pencegahannya yaitu dengan:
1. Melakukan hubungan dengan pasangannya jangan berganti-ganti. Hindari hubungan seks di luar nikah.
2. Hindari narkoba sekarang juga jangan sampai narkoba mematikan kita.
3. Hindari tranfusi darah yang tidak jelas dan gunakan alat yang steril dan baik.

Selengkapnya…

ODHA; Menjadi Seorang Sufi

ODHA; Menjadi Seorang Sufi

Oleh ; SAMSULUDIN, MA.Si

Perjalanan Umroh Ust SamsulPeringatan yang sering terlupakan di setiap 1 Desember, yaitu kepedulian kita terhadap wabah penyakit HIV/AIDS. Data Kemenkes, sejak 2005 sampai September 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929. Dan, menurut Prof. Dr. dr. H Dadang Hawari, Psikiater sebagai nilai fenomena gunung es, yang sangat dimungkinkan jumlahnya bisa 10 kali lipat dari yang data yang sebenarnya.

Di hari ini, saya tidak akan menanggapi tinggi jumlah penderita atau peran pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS di tanah air. Tetapi saya lebih tertarik untuk menyampaikan dukungan moral pada ODHA untuk terus bersemangat  untuk menjalani kehidupannya dari sudut pandang spiritual.

Allah tidak akan memberikan sesuatu peristiwa tanpa tujuan dan hikmah didalamnya. Miskin atau kaya, baik atau buruk dan sehat atau sakit sekalipun. Semua itu jika kita maknai dengan baik akan menjadi kebaikan untuk kehidupan kita.

Orang dengan HIV/AIDS, mereka adalah orang-orang terpilih, seperti terpilihnya para nabi, wali, dan para orang saleh. Tentunya bukan tanpa alasan, karena semuanya adalah kehendak Allah atas hamba-Nya dan Allah tahu atas kemampuan untuk menjalaninya. (QS. Al Baqarah: 286).

Tidak ada seorangpun yang mengharapkan hidup sebagai ODHA tetapi itu bukan akhir segalanya. Karena dunia bukan tujuan hidup bagi orang yang beriman. Dunia hanya fasilitas untuk menuju kepada-Nya dengan kondisi dan cara kita mendekati-Nya.

Ada sebagaian orang mendekati Allah dengan kekayaan yang disedekahkannya atau sebagaian orang mendekati Allah dengan ilmu yang diamalkannya. Semua itu baik, tetapi ada yang lebih baik, ketika kita mendekati-Nya tanpa ada perasaan ria dan takabur.

Selengkapnya…

Kenapa Tuhan Menciptakan Aku

Kenapa Tuhan Menciptakan Aku

fcb58796-c02c-4256-9b58-9985c36095a1Oleh: Ali Yahya Rambe, SE.Sy

Aku adalah virus, virus yang terkuat sampai sekarang. Tidak ada yang mengalahkanku bahkan sekalipun itu manusia. Aku merupakan virus perusak ternama di dunia. Seluruh dunia pasti mengenal siapa aku. Aku dikenal dengan sebutan HIV/AIDS. Adakah kalian tahu aku selalu mengincar kesehatanmu. Sedikit saja aku disentuh atau tersentuh, aku akan menggerogoti sel darah putihmu. Sehingga merusak kekebalan tubuhmu. Adakah kamu menyepelekan keberadaanku. Dan, tidakkah kamu takut denganku. Apakah kamu masih berani mendekatiku. Aku ini bisa membunuhmu dengan secara perlahan. Dan menyiksa seumur hidupmu.

Tuhan menciptakan aku pasti ada manfaatnya. Tidakkah kamu sadar bahwa aku diciptakan untuk menjadi punishment (sanksi) bagi orang yang tidak taat pada perintah Allah.

Allah berfirman dalam surat an Nur ayat 2 yang artinya: "Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman."

Mungkin kamu sudah tahu tentang larangan ini. Bahkan sering diulang-ulang mengkaji tentang ayat ini juga. Tidakkah kamu takut dan malu pada Tuhanmu yang menciptakan kamu dari setetes air yang hina. Kenapa kamu masih saja berbangga dan menyombongkan dirimu. Pada dasarnya kamu sudah terhina dan akan lebih terhina lagi jika kamu melanggar perintah Tuhanmu. Sebenarnya jika kamu sadari bahwa Allah itu tidak membutuhkanmu akan tetapi kamulah yang membutuhkan Allah. Itu saja kamu perdalam sudah cukup untuk membentengimu agar kamu tidak terjerumus kepada kemaksiatan.

Selengkapnya…

Sebuah Kilas Balik Seorang ODHA

Sebuah Kilas Balik Seorang ODHA

ca586966-4b60-410b-868a-5f4333599e2aOleh: Indra W. Setya Duvyren

Inilah seklumit cerita tentang gue, Indra W. Setya Duvyren. Arti nama gue udah pahamkan? Indra selalu setia dengan duviral dan evafiren (obat anti virus HIV/ARV/anti retroviral virus).

Mungkin masih banyak kata yang kurang tepat mohon dibantu disempurankan informasi untuk kita semua. Edukasi untuk siapa saja yang membutuhkan. Namun jangan lupa HIV bukan akhir segalanya. Jauhi virusnya bukan orangnya.

Gue seorang pecandu putaw. Gue make putaw dulunya sih "suka-suka gue". Nggak juga gue langsung kenal namanya putaw sih dan akhirnya gue ganti nama jadi Indra W. Setya Duvyren. Hehehee…

Begini kilas balik kehidupan gue. Boleh gue cerita sedikit kenapa dengan nama gue Duvyren yang menjadikan gue tetap terus ingin hidup sehat dengan "sesuatu" yang ada dalam darah dan hidup gue.

Tahun 1992 gue kenal namanya seks bebas dan dunia malam. Gue hidup dengan hinggar binggarnya Kota Kembang Bandung. Padahal gue bukan asli Pasundan. Tapi gue asli Jawa. Gue keturunan ningrat. Tapi bukan ningratan (di jalanan).

Gue lahir di Jogjakarta oleh cinta kasih mama dan papa 40 tahun yang lalu. Gue terlahir dari keluarga harmonis dan penuh cinta kasih kedua orang tua yang sama-sama keduanya keturunan ningrat juga. Hehehe…

Sedikit gue curhat tentang keluarga gue nggak apa kan? Dari situ gue kenal alkohol, ganja, dan boti. Belum ada tuh namanya si putaw alias heroin. Gue suka ngeseks atau main cewek.

Selengkapnya…

Stigma Lagi, Lagi-Lagi Stigma?!

Stigma Lagi, Lagi-Lagi Stigma?!

1bded1b1-c0e9-4128-ac97-07fb30ce2d46Oleh: Ginanjar Maulana

Mata Nenek Arni berkaca-kaca. Perlakuan diskriminatif terhadap cucunya, Rahmat, yang ditolak bersekolah karena berstatus HIV positif, selalu membuat ia menangis. Padahal kejadian itu sudah enam tahun berlalu. “Nenek selalu dihantui rasa bersalah karena menceritakan penyakit Rahmat waktu itu kepada kepala sekolah. Sejak itu, Nenek sebisa mungkin merahasiakan status HIV-nya kepada siapa pun,” tuturnya.

Nenek Arni tidak sendirian. Saya percaya ada banyak kasus diskriminasi lainnya di lingkungan sekolah akibat status pengidap HIV. Ke depan, kasus semacam ini bisa lebih banyak lagi karena orang dengan HIV positif terus meningkat. Saat ini saja jumlah anak dengan HIV yang dilaporkan di Indonesia mencapai 3.408 orang, sedangkan jumlah orang dewasa dengan HIV positif adalah 134.042 orang (Ditjen P2PL, 2014).

Perlakuan diskriminatif itu niscaya justru membuat anak-anak dengan HIV dan keluarganya kian sulit mendapatkan hak-hak mereka sebagai anak-anak. Mereka bahkan bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya tanpa disadari. Akibat trauma atas perlakuan yang didapat Rahmat, misalnya, Nenek Arni menyembunyikan status HIV cucunya, bahkan dari sang anak sendiri. Ia tidak pernah menceritakan status HIV itu kepada Rahmat, yang sekarang sudah masuk SMP, dan cucu ketiganya, Hafidz, 7 tahun, yang juga berstatus HIV positif.

Rahmat dan Hafidz hanya tahu bahwa mereka harus minum obat 12 jam sekali, setiap hari dan seumur hidup. Mereka tak tahu obat itu adalah anti-HIV. Yang mereka ketahui, obat yang diminum itu adalah obat jantung, asma, anemia, atau bahkan obat cantik. Kepada guru kelas Rahmat, Nenek Arni juga terpaksa berbohong, bahwa cucunya sakit jantung sehingga pasti akan ada satu hari-Selasa atau Jumat setiap bulan-ketika Rahmat harus izin tidak masuk sekolah untuk berobat ke rumah sakit. Orang tua lainnya, dalam catatan kami, juga terpaksa melakukan hal yang sama.

Ini jelas tak boleh dibiarkan. Nenek Arni tidak pernah tahu sampai berapa lama ia akan menutupi status HIV cucunya. Tapi ia tahu, dia dan cucunya belum siap untuk tahu soal HIV. Mungkin tak akan pernah siap. Karena itu, negara harus turun tangan membantu.

Selengkapnya…

Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

1-1Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan dan penanggulangan terhadap para korban penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba.

Oleh karena itu, Direktorat Napza, Kementerian Sosial menggelar sebuah workshop bertajuk, "Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba”.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh Khofifah Indarparawangsa (Menteri Sosial) dan beberapa praktisi IPWL Kemensos. Acara tersebut juga dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta dari berbagai tokoh agama.

Pada hari kedua sesi,  Sabtu, 05 November 2016 seminar dilanjutkan dengan pembekalan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba pada unsur biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.

Selengkapnya…

Fight AIDS with Faith

Fight AIDS with Faith
Gambar: wikimedia.org
Gambar: wikimedia.org

Oleh: Redaksi Madani Press

1 Desember merupakan momen yang penting untuk para pejuang anti virus HIV/AIDS. Peringatan ini menjadi vital karena dengan peringatan ini kita bisa melihat sudah sejauh manakah perkembangan perjuangan melawan virus mematikan yang sampai hari ini tak jua kunjung ditemukan obatnya.

Tema yang diusung Yayasan Rehabilitasi Madani Mental Health Care kali ini, sesuai dengan judul tulisan ini, adalah Fight AIDS with Faith. Unsur iman menjadi komponen penting dalam memotivasi kita semua untuk tak kenal lelah dalam komitmen perang terhadap AIDS.

Sejak kurang lebih seperempat abad lalu, tepatnya pada 1981, ketika seorang homoseksual/gay di Kota San Fransisco (Amerika Serikat) terdiagnosis telah terkena HIV/AIDS sehingga daya tahan tubuhnya secara drastis mengalami degradasi. Dari sinilah kemudian HIV/AIDS menyebar sampai ke timur. Tidak seperti sebagian argumentasi yang menyatakan bahwa HIV/AIDS berasal dari Benua Afrika.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaporkan pada 29 Februari 2012 bahwa pada 2011 jumlah kasus HIV adalah 76.879, AIDS = 29.879 dan meninggal = 5.430. Maka jika semua pihak hanya setengah hati dalam menangani HIV/AIDS ini maka penambahan jumlah penderitanya akan terus berkembang biak dengan kecepatan yang sangat. Selengkapnya…

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

1Oleh: Indra Wirasetya Pramadia

Seorang pecandu narkoba selalu lemah dalam mental di segala sisi kehidupannya. Baik itu kala dirinya pulih, atau saat merasa distigma dan diskriminasi oleh teman-teman, keluarga, bahkan oleh pasangan hidupnya sendiri. Terapi mental yang membangun kepercayaan diri seorang pecandu bukan hanya dilakukan ketika sang pecandu dalam sebuah metode rehabilitasi. Terapi mental di luar tetap harus diimplementasikan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat di mana ia tinggal dan bersosialisasi. Tanpa sebuah keberanian yang dibangun di dalam diri dirinya sendiri hal ini tidak akan menyelesaikan penguatan mentalnya. Penguatan mental dalam sebuah pemulihan pasca rehabilitasi sebenarnya dimulai dari keyakinan bahwa dengan beberapa faktor yang menyimpang akan menjadikan ia lebih sulit lagi untuk melepaskan STIGMA DAN DISKRIMINASI pada dirinya.

Faktor penyebab penyalahgunaan NAZA atau narkoba sesuai dengan pengalaman pribadi penulis dan juga dengan melihat kehidupan sosial teman yang dulu sesama junky antara lain:

1) Diri sendiri yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kepribadian yang lemah karena kurang percaya diri dan tidak mampu mengendalikan diri. Akhirnya mencoba dan ingin meniru perilaku menggunakan narkoba. Hal inilah yang meningkatkan kelemahan kepribadiannya untuk berpetualang dalam penyalahgunaan narkoba sehingga membentuk pola pikir yang tidak peduli dari dampak/akibat penggunaan narkoba. Selengkapnya…

Fakta Mengejutkan AIDS Remaja

aids 2Selagi kita gencar mengampanyekan rumah tangga zona bahaya HIV/AIDS, justru muncul data baru yang mengejutkan: pasien baru didominasi oleh remaja dan kaum muda usia 20-39 tahun. Data terkini, dari temuan 21.511 kasus HIV dan 5.686 AIDS, sebagian besar pasien baru ini adalah remaja dan kaum muda, terutama di Bali, angkanya mencapai 70 persen. Temuan ini menguatkan, sejak kali pertama muncul kasus pada 1987, AIDS berkembang liar, seolah-olah tidak terkendali.

Tahun lalu kita juga dikejutkan fakta: ibu rumah tangga menempati peringkat kedua penyebaran HIV/AIDS di Jawa Tengah. Tren secara nasional pun hampir sama, sehingga pemerintah dan para pegiat AIDS mengampanyekan rumah tangga merupakan zona bahaya AIDS. Fakta itu menunjukkan ibu rumah tangga termasuk kelompok yang rentan tertular virus HIV/AIDS dari suaminya yang menggunakan narkoba suntik, dan/ atau melakukan hubungan seks berisiko.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +