Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

Konferensi Nasional Epilesi Pertama di Indonesia

Konferensi Nasional Epilesi Pertama di Indonesia

konferensi-nasional-epilesi-pertama-di-indonesiamadanionline.org – Konferensi Nasional Epilepsi Indonesia 2016 adalah acara yang dipersembahkan oleh Yayasan Epilepsi Indonesia untuk memberikan informasi dan edukasi tentang epilepsi.

Tema besar yang ingin diangkat dari konferensi ini adalah pembahasan mengenai epilepsi dalam perspektif Ilmiah, membahas paradigma keliru mengenai struktur, dan fungsi otak terhadap perilaku penyandang epilepsi.

Acara ini yang diselenggarakan pada 3-4 Desember 2016 ini bertempat di gedung i3L Jl. Pulomas Barat Kav. 88, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Dengan pentingnya ilmu dalam acara tersebut Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MHC) mengutus delegasi untuk mengikuti konferensi ini, oleh Ust. Samsuludin, MA. Si dan Ahmad Yahya Muchlisin.

Acara pembukaan dimulai dari penampilan pianis Ode. Adapun yang memukau peserta atas kemahirannya bermain piano adalah walaupun dia diagnosa sebagai penyandang epilepsi namun ia tetap mampu berkaya bahkan melebihi kita.

Selanjutnya, sambutan dari ketua Yayasan Epilepsi Indonesia, dr. Irawati Hawari,  Sp.S. yang menyampaikan pentingnya informasi perkembangan Yayasan Epilepsi Indonesia dan pentingnya edukasi terhadap masyarakat umum.

Sesi pertama konferensi ini dimulai dengan pembahasan tentang teori umum tentang penyakit Epilepsi. Bahwa epilepsi adalah penyakit yang ditandai dengan kejang spontan berulang yang dipicu oleh peningkatan berlebih atau sinkronisasi aktivitas neuronal di otak yang abnormal.

Namun, pemahaman mengenai penyakit epilepsi di masyarakat awam masih sangat rendah sehingga epilepsi di Indonesia sering kali dianggap sebagai penyakit yang disebabkan kutukan.

Dalam acara ini Madani Mental Health Care berpartisipasi juga  untuk membuka stan informasi tentang pelayanan Madani Mental Health Care, metode, dan pengembangan programnya. Selama,konferensi ini berlangsung stand Madani mendapat sambutan terbaik dari para peserta yang antusias untuk mengunjunginya. (Samsuludin)

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

HIV/AIDS Meneguhkanku Akan Iman Kepada Takdir

14100402_10205429307450962_8014127625397991359_nOleh: Yuki Andi Arpan

Teringat saat itu, ketika kabar dari rumah sakit aku terima bahwa aku positif HIV. Perasaan berkecamuk dan kepala seperti terpukul batu. Air mata tak kuat menahan tangis, seolah mata ini tak ada habisnya mengeluarkan air.

Pikiran ku saat itu bertanya dan berontak, "Tuhan sungguh tak adil! Mengapa keadaan ini bisa terjadi kepadaku, salahku apa? Pantaskah aku mendapatkan hukuman ini? Dunia seolah kiamat bagiku.” Sekian lama aku termenung meratapi nasib, hari demi hari seolah tak berarti, sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Aku adalah korban, korban dari betapa kejamnya hidup ini.

Realitas kehidupan memberiku pelajaran. Bahwa hidup adalah pilihan. Kenyataan memang tidak akan selalu sesuai harapan. Tapi, selama ada harapan akan ada kehidupan. Setelah sekian lama terpuruk akhirnya aku bangkit. Mengikuti penyuluhan tentang HIV, berobat ke rumah sakit dan meminum obat untuk menidurkan virus yang perlahan menggerogoti kekebalan tubuhku.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Bersahabat dengan HIV/AIDS

Bersahabat dengan HIV/AIDS

1381596_3507935314355_735715059_nOleh: Yanto Abdul Latif

Seperti bongkahan batu besar menghantam dada. Nafas seakan berhenti. Dunia terasa gelap. Tidak ada kehidupan. Sunyi dan sepi.

Seperti itulah kira-kira gambaran psikologis seorang yang terdiagnosa HIV/AIDS. Rasa putus asa. Tidak ada harapan hidup lagi. Tuhan tidak adil. Lebih baik mengakhiri hidup. Jijik dengan diri sendiri. Dan, seratus bahkan seribu kalimat negatif lainnya yang terlintas dalam pikiran orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut penulis, pemikiran negatif itu sebenarnya ODHA telah membuat stigma bagi dirinya sendiri. Sehingga ODHA lebih memilih untuk berdiam diri dalam rumah. Tidak mau bertemu  orang. Mogok kerja. Bolos sekolah/kuliah hingga drop out. Pada akhirnya ODHA hanya meratapi dirinya dan tidak punya kualitas hidup.

Pertanyaan kemudian, apakah orang-orang di luar sana punya pemikiran yang sama dengan ODHA? Belum tentu! Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, masyarakat sekarang sudah melek tentang apa itu HIV/AIDS. Cara virus itu bekerja dan bagaimana cara menularnya.

Selengkapnya…

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

ca586966-4b60-410b-868a-5f4333599e2aOleh: Indra Wira Setya Duvyren

Ketika gue divonis terkena virus HIV pemahaman gue tentang hal tersebut masihlah sangat rendah. Gue nggak tahu apa HIV/AIDS itu. Gue diajak oleh sahabat gue untuk bergabung pada sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan tujuan sebagai kelompok dukungan sebaya. Hal ini menjadi penguat penerimaan dan pemahaman gue tentang HIV/AIDS.

Motivasi gue timbul kembali. Semangat gue membara lagi. Hidup gue menjadi bernuansa kembali meski gue HIV+ dan harus mengkonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) sepanjang hidup.

Gue tetap tersenyum dan terus melangkah dengan sebuah pengharapan hidup gue. Istri gue ketika itu semakin sayang. Anak gue juga selalu mengingatkan untuk senantiasa minum obat berkala per 12 jam dalam setiap harinya.

Gue sadar dan sempat terpikir sampai kapan gue harus mengkonsumsi obat virus itu. Dan, apakah gue bisa sembuh? Ya Allah di saat gue mengadu kepada Allah. Seiring doa dalam shalat, pikiran gue semakin lama semakin mampu untuk mengabaikan semua itu.

Selengkapnya…

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

pp-3Oleh: Al Muzani Pulungan

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang budiman, memiliki jiwa yang tenang dan damai tentu menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan hidup, hanya saja dalam proses pencapaiannya fitrah kita sebagai manusia yang tak luput dari perbuatan salah dan dosa acap kali membenturkan kita pada kondisi dilematis, alias serba salah dalam menyikapi suatu permasalahan. Mungkin singkat katanya buah simalakama.

Tapi walau demikian, perlu kita renung kembali bahwa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan nurani sebagai pembeda dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, maka dari itu tidak dibenarkan juga rasanya jika kita bersikap pasrah bahkan terkesan menjadikan kekurangan kita tadi sebagai pembelaan atas setiap perbuatan buruk yang kita perbuat.

Baiklah tak mau panjang lebar, melalui tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memperingati momentum 1 Desember yang tak lain adalah peringatan hari HIV AIDS.

Untuk istilah HIV/AIDS mungkin tak asing lagi di telinga kita karena kita sama-sama tentunya bahwa HIV/AIDS adalah virus dan penyakit yang sangat berbahaya, karena saking berbahayanya dapat menyebabkan maut bagi si penderita, yang lebih menakutkannya lagi bukan hanya berdampak buruk bagi si penderita, tapi juga dapat menular kepada orang lain.

Penyebab virus dan penyakit  ini timbul adalah disebabkan oleh perbuatan" buruk dalam kaca mata sosial ataupun pandangan agama. Penyebab virus ini datang adalah karena seks bebas atau perzinahan, dan dapat pula dari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (praktik ini biasanya dilakukan bagi korban penyalahguna narkoba).

Selengkapnya…

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

pp-2Oleh: Hasanuddin

Banyak orang awam salah dalam memandang bahwa HIV AIDS adalah sama dianggap menjadi sebuah penyakit. Sedangkan dalam pandangan Medis HIV dan AIDS itu berbeda. Adapun perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar yaitu;

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membunuh virus HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan Virus HIV yang mematikab tersebut, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus ini secara efektif dengan mengkonsumsi antiretroviral virus.

Sedangkan AIDS adalah kumpulan penyakit diakibatkan  imunitas pada seseorang yg terinfeksi vurus HIV menyebabkan timbulnya penyakit" penyerta, antara lain TBC, CANADIASIS / JAMUR, TOKSO, PERADANGAN OTAK dan sebagainya yg semuanya menyerang  organ tubuh seseorang.

Pada dasarnya HIV AIDS merupakan akibat dari penyimpangan tindakan sosial yang berupa perzinahan. Akan tetapi akibat dari penyimpangan itu dirasakan oleh banyak pihak. Orang yang tidak berkecimpung dalam dunia sex bebas, pemakai miras dan narkoba  bisa terkena imbas dari perbuatan yang dilaknat oleh agama.

HIV AIDS bisa dikatakan dalam dua kesimpulan:

Selengkapnya…

BPSS Sebagai Gaya Hidup Kekinian

BPSS Sebagai Gaya Hidup Kekinian

de6e1a4a-497c-49f7-b3a8-3e9d5dd3d888Oleh: Ahmad Jami Hadiwibowo, S.Sos.I

Hidup adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Sang Maha Menghidupkan.  Orang hidup akan bergerak dan memenuhi apa yang dibutuhkannya. Kemampuan dalam memenuhinya akan membawa pada kebahagiaaan, kepuasan, dan rasa bangga.

Manusia hidup dan beragama akan memiliki kualitas yang lebih baik. Agama mempunyai peran yang sangat penting dalam menata dan mengelola hidup yang teratur, bersih,  sopan, santun, dan terpuji. Agama memberikan solusi kehidupan dari lahir sampai mati.

Tatanan hidup masyarakat dengan perubahan sosial yang cepat seperti saat ini, mengharuskan kita memiliki pegangan dan kendali yang pasti, jelas, transparan, otentik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Islam mewariskan al Quran dan as Sunnah sebagai pedoman hidup dipandang sangat ideal dan kekinian dengan tokoh Muhammad Saw sebagai manifestasi al Quran yang dapat dijadikan idola.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Slogan tersebut senada dengan tuntunan Islam, "Ingat lima perkara sebelum lima perkara" salah satunya adalah sehat sebelum sakit. Sehat yang holistik di antaranya sehat secara Biologik (fisik), Psikologik (jiwa, rasa), Sosial (hubungan sesama makhluk), dan spiritual (agama).

Inilah gaya hidup kekinian BPSS, porsi hidup yang equal atau berimbang yang akan meminimalisir resiko masalah kehidupan yang beragam. Dalam skema yang saya kutip dari buku karya Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater  berjudul “Our Children Our Future“ hal. 17, dapat menjelaskan bahwa manusia membutuhkan empat dimensi tersebut dalam kehidupan.

75be0396-d920-4919-b599-ddbc39fc62baMewujudkan pemenuhan empat dimensi tersebut perlu ada dukungan dan keteribatan secara langsung dan tidak langsung dari beberapa kutub yang mempengaruhinya. Di antaranya keluarga, masyarakat, dan sekolah. Ketiga kutub tersebut, merupakan lingkungan yang sering berinteraksi dan komunikasi verbal maupun nonverbal juga memiliki pengaruh yang sangat besar.

Selama hidup  di dunia ini masalah yang akan dialami sangat beraneka ragam. Manusia diberikan akal/logika, berbeda dari makhluk lainnya. dengan akal tersebut manusia diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan baik atau buruk sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. "Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya" (QS. Al Muddatsir: 38)

Gangguan mental dan perilaku yang terjadi di kalangan anak/remaja/ masyarakat saat ini sangat beragam. Minuman keras yang.beredar tanpa kontrol yang kuat, Narkoba dengan berbagai jenisnya yang terus berkembang, perilaku seks bebas, tawuran, pemerkosaan, perampokan, dan lainnya merupakan informasi yang sering dan tidak asing kita dengar. Sungguh mengerikan dan mengkhawatirkan bagi para orangtua dan siapapun yang mendambakan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup khususnya yang memiliki anak dan remaja.

Pada hari ini tanggal 1 Sesember 2016, hari AIDS Sedunia. Miras, Narkoba, dan HIV/AIDS adalah penyakit mental dan perilaku. Sampai kini tidak ada obat yang dianggap berhasil mematikan virus tersebut. Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan maupun rehabilitasi. bagi para ODHA memerlukan penanganan dengan pendekatan BPSS. Peringatan hari ini diharapkan dapat menekan jumlah pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan dunia. Peringatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap dan  kembali pada hidup yang sehat, benar, dan menjauhi kemaksiatan.

Berbagai aksi simpatik pada hari ini khususnya oleh Madani Mental Health Care melalui berbagai tulisan yang disyiarkan melalui website dan media sosial lainnya, mengajak kepada semuanya untuk hidup sehat BPSS, menjadi anak/remaja, orang tua, masyarakat, dan intitusi yang peduli dan peka terhadap masalah ini, sehingga secara bersama dalam berbagai kutub untuk mencegah penyakit gangguan mental dan perilaku masyarakat ini yang merajalela.

Selengkapnya…

Keprihatinan Kaum Wanita

Keprihatinan Kaum Wanita

pp-1Oleh: Sabam Dindin

"Blue code, blue code di lantai IV R. Melati," suara penging itu cukup jelas terdengar di telinga saya. Hari masih pagi di mana semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing (blue code adalah kode darurat medis).

Tidak lama aku mendapat kabar bahwa teman tercinta kami sudah kembali ke pangkuan Illahi. Serentak kami kaget. Seorang ibu yang bekerja keras selama ini, di mana saat jam istirahat dia gunakan untuk berdagang demi membiayai kehidupan anak-anaknya. Semenjak suaminya meninggal tiga bulan yang lalu, yang lebih mengagetkan lagi ternyata almarhumah  adalah seorang yang positif HIV yang selama ini kita tahu dia hanya menderita TB paru, dari mana dia mendapat virus mematikan itu?

Seorang wanita yang setia pada pasangannya. Seorang muslimah yang taat beribadah dan seorang ibu yang sangat sayang dengan keluarganya . Oh Tuhan ternyata dia tertular dari suaminya  yang pecandu narkoba. Sungguh menyedihkan bagi kami kaum hawa. Berapa banyak kaum hawa yang produktif menderita HIV tanpa dia sadari, bahkan anak-anak tanpa dosa juga terkena HIV.

Sampai kapan  masalah ini teratasi?  Masalah yang timbul karena  keegoisan kaum lelaki yang tidak terbuka dengan kondisi kesehatannya dengan teman hidupnya, para pecandu narkoba yang tidak pernah ikut screening HIV dan pendrita HIV sendiri yang tidak teratur berobat dan minum obat.

Mari kita putus mata rantai ini untuk menyelamatkan kaum hawa dan bayi-bayi yang mereka lahirkan yang merupakan penerus bangsa. Mari kita galang kesadaran masyarakat terutama kaum yang beresiko menderita HIV untuk melakukan screening HIV dan berhenti memakai narkoba serta melakukan seks bebas.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +