Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Man Ana? Siapa Saya?

Man Ana? Siapa Saya?

Oleh : Arrizal Firdaus

Sangat mudah kita mengatakan, “Siapa saya?”

Gampang kita mengatakan, “Siapa saya?”

Akan tetapi sulit untuk memahami, “Siapa saya?”

Orang lain tidak seutuh dan sepenuhnya mengenal diri saya akan tetapi yang memahami yang mengenal diri saya sendiri yaitu saya, ketika kita bertanya kepada keluarga kita, saudara kita, teman kita, dan orang lain mengenai siapa saya? Terkadang orang itu menjawab dengan menertawakan kita, ada yang menjawab dengan candaan, dan ada pula yang menjawab dengan serius.

Kalau kita resapi arti dari “siapa saya” secara mendalam makna dan tujuannya dan itu banyak orang yang tidak mengerti dan tidak paham maksud pertanyaan “siapa saya”. Marilah kita pahami kita perdalam mengenai pertanyaan, “Siapa saya?”

Saya dilahirkan dari air yang hina dan Allah menciptakan nenek moyang kita yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa turun-temurun dan sampai pada tahun 1992 M saya dilahirkan ke dunia ini. Empat bulan Allah meniupkan ruh kepada saya kemudian 9 bulan saya dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci kemudian orang tua saya merawat saya dengan kasih dan sayang kemudian menjaga dan merawat saya dari kecil hingga sebesar ini, sampai saat ini saya masih menyulitkan orang tua dan keluarga saya. Selengkapnya…

Kita Terus Melakukan Evaluasi dalam Upaya Meningkatkan Layanan dalam Pemulihan

Kita Terus Melakukan Evaluasi dalam Upaya Meningkatkan Layanan dalam Pemulihan

Oleh : Harid Isnaini

Permasalahan penyalahgunaan NAZA di Indonesia mempunyai dimensi yang sangat luas dan kompleks, baik dari sudut medik, ekonomi, sosial, budaya, kriminalitas, dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak permaslahan yang ditimbulkan sebagai dampak penyalahgunaan NAZA antara lain; merusak hubungan kekeluargaan, menurunkan kemampuan belajar, ketidakmampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, perubahan perilaku menjadi perilaku yang anti sosial, gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas kerja secara drastis, mempertinggi jumlah kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan tindak kekerasan lainnya, (Hawari, 2011).

Permasalahan penyalahgunaan NAZA juga tidak terbatas pada kalangan kelompok masyarakat yang mampu, tetapi juga kepada kalangan masyarakat ekonomi rendah, hal ini dapat terjadi di antaranya karena komoditi yang semakin memiliki banyak jenis dari yang harganya paling tinggi samapai paling rendah, selain itu pengguna NAZA juga tidak melihat dari segi usia, bukan hanya pada orang dewasa, pekerja, mahasiswa tetapi juga pelajar SMA juga SMP.

Melihat hal tersebut tentunya semua pihak harus bisa ikut serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA sehingga ke depan jumlahnya terus semakin berkurang. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAZA perlu dilakukan secara komprehensif dan multidimensional sehingga dapat menghilangkan pandangan bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap NAZA hanya masalah pemerintah saja, tetapi merupakan masalah bersama dan harus ditanggulangi bersama-sama.

Pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan bagi korban bukanlah pekerjaan mudah dan cepat selesai, keseriusan pemerintah dan pihak masyarakat yang bergerak dalam bidang pemulihan sangatlah penting,  program rehabilitasi tentunya solusi bagi yang sudah terlanjur menggunakan dan ingin berhenti baik untuk pengguna dengan tingkat ketergantungan rendah maupun pengguna dengan tingkat ketergantungan tinggi. Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +