Memelihara Kehidupan dari Narkoba yang Menghancurkan

Memelihara Kehidupan dari Narkoba yang Menghancurkan

(Catatan Seminar Bahaya, Mencegah, dan Mengatasi Narkoba, Tasikmalaya-Jawa Barat, Rabu, 22 Maret 2017)

madanionline.org – Tim Madani yang terdiri dari empat orang, Usdar, Bro Yudho, Taufik, dan Istihori sedang bersiap menuju Tasikmalaya, Jawa Barat. Madani diundang oleh Pusat Studi Agama & Demokrasi (PUSAD) Paramadina untuk menjadi narasumber diskusi bertajuk “Seminar Hak Kewarganegaraan, Narkoba, dan Cara Mengatasinya.”

PUSAD Paramadina bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tasikmalaya. Para peserta yang hadir dalam seminar antara lain perempuan GOW, perempuan lintas agama, dan para murid SMA.

Tim Madani berangkat dari Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB pada Selasa, 21 Maret 2017. Tiba di Tasikmalaya, Jawa Barat sekitar pukul 21.54 WIB. Kami menginap semalam di Hotel Asri. Keesokan paginya pada Rabu, 22 Maret 2017, pukul 08.22 WIB, kami berangkat ke lokasi seminar di Pendopo Lama, Kota Tasik.

Sesampainya di Pendopo Lama, kami lihat ibu-ibu berjilbab sedang mengantri di meja penerimaan tamu. Ada juga beberapa murid berseragam “putih-abu-abu” ikut sibuk mengisi buku daftar tamu sebelum masuk dalam pendopo.

Selengkapnya…

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia

(Catatan Kunjungan MAN 9 Jakarta di Madani Mental Health Care)

Madanionline.org – Studio Madani pagi ini dipenuhi dengan beberapa kursi. Segenap staf dan konselor pun tampak sibuk mempersiapkan diri. Hari ini, Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care akan kedatangan tamu dari civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9, Jakarta.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan berjumlah 13 orang itu tiba di Madani. Studio Madani yang semula sunyi, hanya berisi bangku-bangku kosong (tanpa penghuni), kini sudah penuh di tiap sisi.

Ust. Samsul menyambut dengan antusias rombongan yang berada di bawah bimbingan Ibu Usna, Pembina Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Setelah para murid kelas XI dan X MAN 9 Jakarta duduk di kursi yang telah disediankan, Ust. Samsul memberikan “free test” yang berisi beberapa pertanyaan mendasar mengenai narkoba, panti rehabilitasi narkoba, dan Madani.

Free test pun usai. Para peserta kunjungan kemudian diajak ke Gedung BPSS untuk berdialog, acara sambutan, tukar cinderamata, dan berbagai kegiatan lain yang bertujuan untuk membekali generasi muda ini dengan berbagai ilmu dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, sejarah Madani, pengenalan singkat terhadap berbagai macam jenis gangguan jiwa.

Selain ditemani Ust. Samsul, mereka juga didampingi oleh Ust. Harid dan Pimpinan Yayasan Madani, Darmawan, SAg atau yang akrab disapa Usdar. Sebelum acara di Gedung BPSS dimulai, para peserta dibagikan buku berjudul, “GRAHA MADANI, Pusat Pemulihan Miras, Narkoba, dan Skizofrenia (Sistem Terpadu BPSS/Biologik-Psikologik-Sosial-Spiritual)”.

Cikal Bakal Madani dan Keprihatinan atas Korban Narkoba
Ust. Harid sebagai pembawa acara memberikan beberapa clue tentang narkoba, konseling, dan Madani. Pada sesi pertama Usdar memberikan pemaparan tentang cikal bakal Madani.

Usdar menerangkan Madani tertulis mulai berdiri sejak tahun 1999. Madani lahir dari keprihatinan Usdar yang mendalam akibat banyak temannya saat ia duduk di MAN 2 (sekarang MAN 9) yang terjerumus menjadi korban penyalahgunaan dan kecanduan narkoba.

Dalam satu kelas ada sekitar satu sampai enam orang yang sudah kecanduan narkoba. Itu pada tahun 90-an. Usdar kemudian melanjutkan kisah mengenai perjuangannya di berbagai pondok pesantren.

Teringat semasa MAN 2 ketika banyak teman satu angkatan yang over dosis (OD) bahkan sampai ada korban yang meninggal dunia gegara narkoba. Maka muncul niat dalam hati Usdar untuk membangun pesantren rehabilitasi narkoba.

Bermula dari satu orang pasien yang tinggal di ruang tamu rumah Enyak (ibu kandung Usdar) yang dibagi dua. Sebagian untuk Enyak tinggal. Dan, sebagiannya lagi untuk pasien Madani angkatan tahun jebot tersebut.

Informasi mengenai Madani tersampaikan dari mulut ke mulut. Semakin banyak orang yang tahu Madani, semakin banyak pasien yang berdatangan untuk berobat, bertobat, dan bertaubat di Madani.

Baru pada 11 November 2007, Madani mendapat legalitas dan formalitas sebagai lembaga hukum yang diakui oleh pemerintah. Usdar berharap jangan sampai putus hubungan komunikasi dan silaturahmi antara civitas akademika MAN 9 Jakarta dengan Madani.

Sebagai penutup kata sambutan, Usdar menyampaikan pasien yang berobat-bertaubat-bersahabat di Madani bukan hanya pasien korban kecanduan dan penyalahgunaan narkoba, melainkan juga ada pasien korban game online, putus pacar, masalah keluarga, korban perselingkuhan, korban perceraian, dan lain-lain.

Ibu Usna sebagai pembimbing acara kunjungan kali ini mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Ibu Usna menyampaikan banyak terima kasih kepada Madani karena telah memberikan kesempatan untuk mengenal Madani lebih dekat.

Semoga saja semua ilmu dan pengetahuan yang didapat bisa bermanfaat untuk semua. Semoga semuanya dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Demikian harapan Ibu Usna atas acara kunjungan kali ini.

Lalu, acara berlanjut pada kesempatan untuk saling bertukar cinderamata antara Madani dengan MAN 9. Kemudian, Ust. Samsul (Usam) menyampaikan kepada segenap peserta kunjungan, sebagai generasi muda jangan sampai sedikit pun kita lengah.

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia
Narkoba terus berkamuflase dengan berbagai macam bentuknya. Sedikit saja kita lengah maka narkoba akan melumpuhkan bahkan sampai menghancurkan langkah hidup kita.

Usam membuat sebuah simulasi. Seorang murid dipanggil ke depan. Diberi beberapa pertanyaan. Seperti apakah kamu mau nikah? Pada usia berapa tahun. Mau cewek yang kayak bagaimana? Yang cantik, kaya, putih, tinggi, dan lain-lain.

Anak murid mengiyakan beberapa ciri cewek cantik yang disebut Usam. Tapi Usam bertanya kembali, “Tapi selain cewek itu cantik, kaya, putih, tinggi, ia suka tertawa sendiri! Ayo masih mau nikah sama cewek kayak gitu?

Kita menyebut fenomena orang yang ketawa sendiri dengan sebutan orang gangguan jiwa. Fenomena gangguan jiwa sebenarnya adalah keadaan di mana seseorang mengalami goncangan jiwa. Saat kita mengalami gangguan jiwa, output-nya bukan hanya goncangan jiwa tetapi juga bisa cemas, depresi, ketakutan yang berlebihan (paranoid), skizofrenia, dan lain sebagainya.

Dengan semakin meningkatnya korban kecanduan dan penyalahgunaan narkoba maka akan semakin merajalela orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.

Usam juga mengajak para peserta untuk mengunduh aplikasi “Indonesia Darurat Narkoba” di app store menggunakan ponsel pintar mereka masing-masing.

Aplikasi tersebut lahir hasil kerja sama Madani dengan Kemensos RI. Kita dapat menemukan dan mempelajari berbagai macam jenis narkoba dan gangguan jiwa yang dihasilkannya dengan menggunakan aplikasi tersebut. Semua jenis narkoba yang dapat menyerang dan merusak sistem penghantar saraf pada manusia dapat kita temukan di dalamnya.

Dua murid yang lebih dulu dapat mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut langsung diberi hadiah berupa voucher belanja seharga Rp. 50.000,- di Koperasi Madani. Satu untuk murid laki-laki. Satu lagi untuk murid perempuan.

Acara berlanjut pada sesi tanya jawab. Penanya pertama mengajukan keheranannya, mengapa sampai hari ini Pemda DKI masih membolehkan alkohol/miras meski yang 5 persen?

Usdar menjawab, ini merupakan sebuah permasalahan yang sangat kompleks. Madani sendiri sudah mengirim surat langsung kepada para petinggi di Pemda DKI dan hasilnya penjualan miras/alkohol tidak lagi terang-terangan dan gamblang seperti sebelumnya.

Penanya kedua, apakah Madani punya cabang di Indonesia. Usdar menjelaskan bahwa saat ini Madani sedang mengembangkan dan meluaskan jangkauan geografis Madani seperti membangun Madani 2 di daerah Jasinga, Bogor.

Usai sesi tanya-jawab, para peserta kembali ke Studio Madani untuk menyaksikan penampilan stand up comedy dari salah seorang peserta yang akrab disapa Bedul. Selain peserta, stand up comedy tersebut juga disaksikan oleh para pasien Madani. Berbagai bahan ocehan yang sangat kekinian dibawakan dengan sangat apik oleh Bedul. Para penonton pun sangat terhibur dengan perform murid MAN 9 yang tinggal di Jati Asih, Bekasi itu.

“Rokok Motivasi”, “Sampo Ghost Rider”, “Musnahin Ganja atawa Gele Rame-Rame?”, sampai “Balapan antara Tukang Somay dengan Ghost Rider” dari Bedul benar-benar berhasil mengocok perut para penonton di Studio Madani siang ini.

Lalu, peserta yang sudah segar kembali pikirannya melanjutkan pengenalan mereka terhadap Madani dengan melakukan wawancara dengan beberapa pasien Madani.

Kunjungan di akhir dengan sesi foto bersama, makan siang, dan melaksanakan sholat Dzhuhur. Para peserta pun kembali ke kediaman mereka masing-masing dengan bekal ilmu tentang bahaya narkoba dan berbagai akibat daya rusaknya terhadap keberlangsungan akal manusia.

(Mohamad Istihori)

Narkoba Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa yang Rawan

Narkoba Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa yang Rawan

madanionline.org – Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya, yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan, baik yang timbul dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang datang dari dalam dirinya (dunia dalam), sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas untuk individu itu. (Paham Kesehatan Jiwa).

Itulah mengapa ketika seseorang mengalami gangguan jiwa maka dia akan sangat kesulitan untuk berlaku fleksibel dan juga susah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Maka tak heran jika ia mengalami hendaya (impairment) dalam fungsi dan hubungan sosial, pekerjaan, atau belajar. Semua hal tersebut kemudian membuat ia menderita, cemas, dan depresi.

Mereka yang tertimpa oleh gangguan kepribadian apalagi berupa kepribadian antisosial akan mengalami risiko relatif (estimated relative risk) dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan kepribadian. (Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater).

Mereka yang memiliki kepribadian yang rawan (vulnerable personality) cenderung akan menjadikan narkoba zat tertentu sebagai pelarian. Orang yang telah kecanduan narkoba jenis miras/alkohol dan sedativa/hipnotika memiliki gangguan jiwa yang berbeda denga orang yang kecanduan narkoba jenis opiat (zat yang dapat menimbulkan halusinasi/khayalan tingkat tinggi).

Selengkapnya…

Ketika Andika Tertimpa Gorila

Ketika Andika Tertimpa Gorila

Oleh: Mohamad Istihori

madanionline.org – Banyak manusia zaman sekarang mengidam-idamkan, memimpikan, pengen banget jadi seorang selebritis atau artis. Mereka mengidolakan selebritis. Banyak anak muda masa kini yang memiliki cita-cita ingin menjadi seperti mereka.

Kita berpikir mereka orang sukses. Kita mengira mereka sudah berada pada puncak kenikmatan hidup. Kita semakin terjebak pada pemandangan yang ada di depan mata. Tidak memiliki kepekaan untuk melihat yang ada di balik semua itu.

Kita tidak melihat tekanan hidup yang mereka alami. Kita tidak memandang sesungguhnya setiap orang hidup pasti memiliki masalah. Apapun yang kita capai dan yang kita miliki saat ini, jika justru malah membuat Tuhan marah akan membuat hidup kita semakin gelisah, cemas, dan selalu was-was.

Bangsa kita mengenal sebuah pepatah, “Sudah jatuh tertimpa tangga”. Artinya, sebuah keadaan di mana seseorang berada dalam nasib sial berlipat-lipat.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Edukasi Madani pada Bekasi

Edukasi Madani pada Bekasi

Narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi oleh semua pihak, baik itu pihak masyarakat, guru, murid, dan pemerintah. Jangkauan peredaran narkoba pun sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dari anak kecil sampai orang tua sudah menjadi korban narkoba. Narkoba menjangkau kota-kota besar sampai wilayah paling terpencil di negara ini.

Bentuk narkoba pun terus berubah dan semakin sulit untuk terdeteksi alat tes urin. Untuk itulah Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC), Jakarta melakukan program penjangkauan melalui edukasi para guru dan masyarakat beserta siswa di daerah Bekasi pada 17 Desember 2016 dilakukan oleh Deputi Penjangkauan yang dipimpin Ust. Jami Hadiwibowo.

Pada kesempatan ini, diberikan pelatihan motivasi oleh trainer Madani Training Centre (MTC). Para peserta tampak mengikuti dengan antusias, ceria, dan aktif. Beragam materi yang kaya disampaikan dengan metode yang interaktif.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +