Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Edukasi Madani pada Bekasi

Edukasi Madani pada Bekasi

Narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi oleh semua pihak, baik itu pihak masyarakat, guru, murid, dan pemerintah. Jangkauan peredaran narkoba pun sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Dari anak kecil sampai orang tua sudah menjadi korban narkoba. Narkoba menjangkau kota-kota besar sampai wilayah paling terpencil di negara ini.

Bentuk narkoba pun terus berubah dan semakin sulit untuk terdeteksi alat tes urin. Untuk itulah Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC), Jakarta melakukan program penjangkauan melalui edukasi para guru dan masyarakat beserta siswa di daerah Bekasi pada 17 Desember 2016 dilakukan oleh Deputi Penjangkauan yang dipimpin Ust. Jami Hadiwibowo.

Pada kesempatan ini, diberikan pelatihan motivasi oleh trainer Madani Training Centre (MTC). Para peserta tampak mengikuti dengan antusias, ceria, dan aktif. Beragam materi yang kaya disampaikan dengan metode yang interaktif.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

ca586966-4b60-410b-868a-5f4333599e2aOleh: Indra Wira Setya Duvyren

Ketika gue divonis terkena virus HIV pemahaman gue tentang hal tersebut masihlah sangat rendah. Gue nggak tahu apa HIV/AIDS itu. Gue diajak oleh sahabat gue untuk bergabung pada sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan tujuan sebagai kelompok dukungan sebaya. Hal ini menjadi penguat penerimaan dan pemahaman gue tentang HIV/AIDS.

Motivasi gue timbul kembali. Semangat gue membara lagi. Hidup gue menjadi bernuansa kembali meski gue HIV+ dan harus mengkonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) sepanjang hidup.

Gue tetap tersenyum dan terus melangkah dengan sebuah pengharapan hidup gue. Istri gue ketika itu semakin sayang. Anak gue juga selalu mengingatkan untuk senantiasa minum obat berkala per 12 jam dalam setiap harinya.

Gue sadar dan sempat terpikir sampai kapan gue harus mengkonsumsi obat virus itu. Dan, apakah gue bisa sembuh? Ya Allah di saat gue mengadu kepada Allah. Seiring doa dalam shalat, pikiran gue semakin lama semakin mampu untuk mengabaikan semua itu.

Selengkapnya…

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

pp-3Oleh: Al Muzani Pulungan

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang budiman, memiliki jiwa yang tenang dan damai tentu menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan hidup, hanya saja dalam proses pencapaiannya fitrah kita sebagai manusia yang tak luput dari perbuatan salah dan dosa acap kali membenturkan kita pada kondisi dilematis, alias serba salah dalam menyikapi suatu permasalahan. Mungkin singkat katanya buah simalakama.

Tapi walau demikian, perlu kita renung kembali bahwa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan nurani sebagai pembeda dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, maka dari itu tidak dibenarkan juga rasanya jika kita bersikap pasrah bahkan terkesan menjadikan kekurangan kita tadi sebagai pembelaan atas setiap perbuatan buruk yang kita perbuat.

Baiklah tak mau panjang lebar, melalui tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memperingati momentum 1 Desember yang tak lain adalah peringatan hari HIV AIDS.

Untuk istilah HIV/AIDS mungkin tak asing lagi di telinga kita karena kita sama-sama tentunya bahwa HIV/AIDS adalah virus dan penyakit yang sangat berbahaya, karena saking berbahayanya dapat menyebabkan maut bagi si penderita, yang lebih menakutkannya lagi bukan hanya berdampak buruk bagi si penderita, tapi juga dapat menular kepada orang lain.

Penyebab virus dan penyakit  ini timbul adalah disebabkan oleh perbuatan" buruk dalam kaca mata sosial ataupun pandangan agama. Penyebab virus ini datang adalah karena seks bebas atau perzinahan, dan dapat pula dari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (praktik ini biasanya dilakukan bagi korban penyalahguna narkoba).

Selengkapnya…

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

pp-2Oleh: Hasanuddin

Banyak orang awam salah dalam memandang bahwa HIV AIDS adalah sama dianggap menjadi sebuah penyakit. Sedangkan dalam pandangan Medis HIV dan AIDS itu berbeda. Adapun perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar yaitu;

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membunuh virus HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan Virus HIV yang mematikab tersebut, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus ini secara efektif dengan mengkonsumsi antiretroviral virus.

Sedangkan AIDS adalah kumpulan penyakit diakibatkan  imunitas pada seseorang yg terinfeksi vurus HIV menyebabkan timbulnya penyakit" penyerta, antara lain TBC, CANADIASIS / JAMUR, TOKSO, PERADANGAN OTAK dan sebagainya yg semuanya menyerang  organ tubuh seseorang.

Pada dasarnya HIV AIDS merupakan akibat dari penyimpangan tindakan sosial yang berupa perzinahan. Akan tetapi akibat dari penyimpangan itu dirasakan oleh banyak pihak. Orang yang tidak berkecimpung dalam dunia sex bebas, pemakai miras dan narkoba  bisa terkena imbas dari perbuatan yang dilaknat oleh agama.

HIV AIDS bisa dikatakan dalam dua kesimpulan:

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +