Madani Sebagai Rumah Sendiri

Madani Sebagai Rumah Sendiri

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Kakak  saya sejak kecil sekolah di SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa). Sekarang umurnya sekitar 36 tahun.

Nah, semakin dewasa dia malah semakin suka sekali minum miras, suka mabuk, suka berantem, suka mencuri, suka main judi (remi atau beli nomer togel).

Dia juga diindikasikan melakukan pencabulan. Sekarang dia belum berkeluarga. Apakah dia bisa disembuhkan di Madani dengan jaminan tidak kabur?

Emosinya sangat tidak stabil sehingga dia sangat sering keluar-masuk ke Ponpes. Terhadap pelajaran dia tidak paham tetapi kalau masalah duit dia paham. Mohon pencerahannya. Terima kasih.”

Madani, “Kakak Anda terdiagnosa NAZA+. Artinya, selain sebagai pecandu narkoba jenis minuman keras (miras), kakak juga terindikasi mengalami gangguan jiwa karena yang ia alami sejak kecil.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Seminar Anti Narkoba di Universitas Bhayangkara

Seminar Anti Narkoba di Universitas BhayangkaraMADANIONLINE.ORG – Kamis, 10 Maret 2016, Bang Darmawan menjadi pembicara di Universitas Bhayangkara, Bekasi. Dalam rangka pelatihan bagi mahasiswa yang tergabung dalam unit kelompok mahasiswa Granat (Gerakan Nasional Anti Narkotika) yang ada di Universitas Bhayangkara tersebut.

Materi yang diberikan Bang Darmawan adalah tentang bahaya penyalahgunaan miras dan narkoba. Dalam kesempatan tersebut pria yang juga Direktur Utama Yayasan Madani Mental Health Care itu menyampaikan materi motivasi tentang besarnya potensi kekuatan otak kita.

Selain itu, Bang Darmawan juga memberikan penjelasan dan uraian tentang proses rehabilitasi yang dijalankan di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care. Dalam uraiannya, ia menyampaikan bahwa Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care menggunakan metode terpadu yang dikenal dengan metode BPSS (Biologis-Psikologis-Sosial-Spiritual) Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater.

 

Seminar Anti Narkoba di Universitas Bhayangkara

Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care sangat berbeda dengan panti rehabilitas yang mungkin dikenal selama ini. Proses rehabilitasi pecandu narkoba, misalnya, di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care para pasien sama sekali tidak diobati dengan zat yang mengandung substitusi (pengganti). Karena percuma saja membantu pemulihan pasien narkoba dengan obat lain yang juga merupakan turunan dari narkoba itu sendiri.

Dalam seminar tersebut, Bang Darmawan tak lupa memberikan motivasi kepada segenap sahabat Granat untuk terus berjuang dalam memerangi narkoba. “Karena tanpa kepedulian aktivis anti narkoba seperti kita, akan sangat sulit rasanya bangsa ini dapat benar-benar mampu melepaskan diri dari tipu daya narkoba.” Ujar Bang Darmawan sekaligus menyudahi pemaparan materi seminar anti narkobanya kali ini. (Taufik Permadi)

Generasi Muda di Bawah Ancaman Narkoba

orang tua dan anakOrang tua hendaknya selalu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap anak-anak mereka dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

MADANIONLINE.ORG – Penelitian menunjukkan 80 % anak remaja telah mengonsumsi narkoba dan miras (minuman keras) akibat dari pengaruh teman-teman sepergaulan.

Penggunaan narkoba dan miras ini akan menimbulkan gangguan pada sistem transmisi sel-sel saraf otak. Sehingga, anak remaja akan mengalami gangguan mental dan perilaku.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +