Doa Khusnul Khotimah untuk Sebuah Senyum yang Indah

Doa Khusnul Khotimah untuk Sebuah Senyum yang Indah

(Catatan 17, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – UGyn mengajak kepada semua peserta untuk menyambungkan akal, hati, dan nafsu untuk mengevaluasi ke dalam diri masing-masing.

“Bayangkan seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama hidup ini. Bandingkan dengan kebaikan kita. Lebih banyak mana antara dosa dengan kebaikan yang telah kita lakukan? Apa jadinya kalau dosa kita lebih banyak dan tiba-tiba maut menjemput tanpa kita tobat lebih dulu?”

“Bayangkan juga jika kita pulang nanti di depan rumah ada bendera kuning dan ternyata orang terhebat dan yang paling berjasa dalam hidup kita yaitu ibu kita sudah terbujur kaku di sana.

Sedang kita belum sempat meminta maaf kepada beliau atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan kepada ibu kita. Sosok yang sangat kita cintai itu sudah terbungkus kain kafan. Kita lari ke kamarnya yang ada  tinggal baju-baju beliau saja.

Selengkapnya…

Menghadirkan Wajah Ibu di Malam yang Syahdu

Menghadirkan Wajah Ibu di Malam yang Syahdu

(Catatan 16, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – UGyn kini mengajak para peserta untuk meletakan tangan di dada masing-masing. Para peserta kemudian menarik nafas perlahan dan mengeluarkannya sambil menyebut, “Allah”.

Setelah mengulanginya sebanyak tiga kali, UGyn bertanya, “Ada yang bergetar? Oke sekarang letakkan tangan kita di leher.” Dengan metode dan ucapan yang sama seperti di atas.

Pengulangannya juga sebanyak tiga kali dan setelah itu tangan diletakkan di telinga dan tidak ditekan. Pengulangan-pengulangan tersebut sengaja dilakukan untuk mengaktifkan kembali otak spiritual yang mungkin sudah lama nonaktif dan beku akibat pemakaian narkoba serta berbagai kenakalan yang pernah dilakukan.

“Teman-teman sekalian tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Tuhan,” ujar UGyn. Ia kemudian berkisah mengenai seorang pembunuh yang hendak bertobat. Ia sudah membunuh sekitar 100 orang.

43 UGyn
(Foto 43: UGyn)

Seorang alim memberi tahu kalau dia mau bertobat, ia harus pergi ke kampung sebelah. Di tengah perjalanan pembunuh tersebut meninggal dunia. Allah pun mengampuni semua dosanya karena ia sudah menunjukkan keinginan kuat untuk bertobat dari dosa berupa kebiasaan membunuh yang semasa hidup kerap ia lakukan.

Selengkapnya…

Terapi Mohon Ampun

Terapi Mohon Ampun

(Catatan 15, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Para psikolog, ilmuwan, dokter, dan agamawan berkumpul untuk mengadakan sebuah penelitian mengenai pengaruh pikiran terhadap kehidupan manusia. Dipilihlah satu kalimat positif, beberapa kalimat yang diteliti antara lain adalah kalimat, ‘Astagfirullahal `adziim’ (Aku mohon ampun pada-Mu Ya Allah Yang Maha Besar).

Seorang pasien dipasangi dengan kabel yang tempel di beberapa titik tertentu di tubuhnya. Begitu si pasien mengucapkan kalimat istighfar tersebut maka secara perlahan keluar dari pori-pori kaki butiran-butiran hitam yang disebut dosa kecil.

Maka UGyn pun mengajak para peserta Madani Adventure untuk duduk dengan tegak. “Yang mau berdiri juga nggak apa-apa.” Kepada seorang peserta yang non muslim, UGyn mempersilakannya untuk mengucapkan kata apa saja yang ia yakini berdasarkan agama dan keyakinannya ketika seorang hamba memohon ampunan kepada Tuhannya.

Dengan perlahan para peserta menarik nafas mereka dalam-dalam melalui hidung sesuai dengan hitungan yang diberikan oleh UGyn. “Satu… Dua… Tiga… Tarik!”

Selengkapnya…

Berpikir, Mikirin, dan Kepikiran

Berpikir, Mikirin, dan Kepikiran

(Catatan 14, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Dalam psikologi dikenal istilah relaksasi progresif atau releasing technique. UGyn lalu mengajak seluruh peserta menarik dalam-dalam melalui hidung dan melepasnya dengan cara berteriak sekeras-kerasnya.

UGyn lalu mengajukan pertanyaan, “Apakah sekarang perasaan kita merasa lebih enak?”

“Enak!” jawab para peserta dengan kompak.

“Tapi orang-orang yang ada di sekitar kita, mereka yang lagi pada nongkrong di warung merasa terganggu nggak?”

“Terganggu!”

UGyn lalu mengulangi instruksi di atas. Namun kali ini ketika berteriak para peserta diajak untuk ikut membuang jauh-jauh segala perasaan bosan, bete, boring, kecewa, dan semua perasaan negatif yang dirasakan saat ini.

Para peserta kini dipersilahkan teriak berdasarkan kelompoknya masing-masing. Semua peserta disarankan untuk duduk dengan tegak agar diafragmanya tidak sakit atau tertahan ketika berteriak.

41 UGyn sedang memberikan renungan malam
(Foto 41: UGyn sedang memberikan renungan malam)

Selengkapnya…

Kejujuran Adalah Kecerdasan Tertinggi

Kejujuran Adalah Kecerdasan Tertinggi

(Catatan 13, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – UGyn melanjutkan penjelasannya, “Pada awalnya kita tahu bahwa narkoba itu salah dan dilarang tapi karena lingkungan terus menerus memberikan informasi yang sebaliknya maka lama kelamaan kita jadi terbawa pengaruh negatif lingkungan tersebut.

Keterbawaan seseorang terhadap pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya adalah karena ia kurang fokus dan konsentrasi sehingga sangat mudah terombang-ambing oleh kehidupan.”

“Apa itu fokus? Apa itu konsentrasi?” tanya UGyn.

Salah seorang peserta merespon, “Fokus dan konsentrasi itu adalah ketika akal, hati, dan nafsu kita berada dalam posisi yang setara.”

40 UGyn sedang memberikan renungan malam
(Foto 40: UGyn sedang memberikan renungan malam)

Selengkapnya…

Terus Bertahan di Madani Demi Menjalani Proses Pemulihan Diri

Terus Bertahan di Madani Demi Menjalani Proses Pemulihan Diri

(Catatan 12, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Tim juri yang malam ini diwakili oleh Ibu Latri memutuskan bahwa juara pentas seni malam kebersamaan dan keakraban kali ini diraih oleh Tim Edelweiss. Tim juri terdiri dari Ibu Latri, Ibu Endang, dan Kang Gyn.

Ibu Latri menjelaskan bahwa yang menjadi indikator penilain dalam lomba adalah originalitas (keaslian) dan kekompakan setiap kelompok atau tim saat mempersembahkan karya pestas seninya kepada para penonton.

38 Ibu Latri mewakili Tim Juri
(Foto 38: Ibu Latri mewakili Tim Juri)

Tim Edelweiss sebagai pemenang lomba berhak mendapatkan hadiah berupa slayer Madani Training Centre (MTC). Usdar menjelaskan, “Sungguh beruntung yang bisa mendapatkan slayer ini karena tidak sembarangan orang yang bisa mendapatkannya. Yang boleh menyandang slayer MTC ini aslinya hanya mereka yang sudah lulus mengikuti pelatihan yang diadakan oleh MTC.”

Pada kesempatan tersebut Usdar juga memberikan secara simbolis hadiah masing-masing anggota Tim Edelwiess mendapatkan dua sebuah es krim dari Koperasi Madani Mandiri.

Selengkapnya…

“Kalau Cerita Ini Tidak Dapat Dimengerti, Itu Bisa Dimengerti karena Saya Sendiri Tidak Mengerti”

“Kalau Cerita Ini Tidak Dapat Dimengerti, Itu Bisa Dimengerti karena Saya Sendiri Tidak Mengerti”

(Catatan 11, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Matahari sudah menghilang dari pandangan. Gelap semakin pekat. Udara dingin semakin melekat. Malam ini merupakan malam terakhir Madani Adventure. Api unggun menemani malam kami.

18.40 WIB salat berjama’ah usai sudah yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam. Acara berlanjut pada “Malam Kebersamaan dan Keakraban”. Beberapa panitia sudah bersiap memecah keheningan malam Gunung Papandayan. Kami menyanyikan lagu Mars Madani dan beberapa lagu lainnya dengan diiringi petikan gitar dari Bro Yudho.

32 Panitia bernyanyi bersama
(Foto 32: Panitia bernyanyi bersama)

Malam ini juga terdapat perlombaan antar para kelompok. Setiap kelompok dipersiapkan waktu untuk menampilkan karya seni dan daya kreasi mereka masing-masing. Kelompok Angin mendapatkan kesempatan pertama untuk tampil.

Setelah menampilkan yel-yel berupa beragam bentuk perilaku angin, mereka langsung menampilkan sebuah lagu milik sebuah band lokal. Tidak hafal lagu tak mengapa. Tak menguasai kunci gitarnya juga tidak menjadi masalah. Semua malah membuat penonton tertawa dan bergembira.

33 Penampilan Tim Angin
(Foto 33: Penampilan Tim Angin)

Selengkapnya…

Alif dan Dua Turis dari Prancis

Alif dan Dua Turis dari Prancis

(Catatan 10, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Ternyata selama mencatat, melaporkan, mengumpulkan foto, dan mendokumentasikan Madani Adventure, saya bukan hanya dihadirkan Allah mengenai Madani saja.

Ada dua peristiwa di luar Madani Adventure yang saya temui, pertama adalah kisah seorang anak berusia 6 tahun 4 bulan yang naik Gunung Papandayan. Namanya Alif Ridho. Ia bersama keluarganya mendirikan tenda tepat di sebelah tenda Madani.

Bocah asal Ciputat itu berjalan sendiri dari bawah sampai puncak Gunung Papandayan. Alif digedong orang tuanya hanya ketika melewati Kawah Belerang. Udara yang sangat dingin di sini tidak berpengaruh bagi Alif.

Ia dapat tidur pulas di malam hari sampai Shubuh tanpa memakai jaket di saat orang lain susah tidur bahkan ada yang tidak tidur semalaman karena tidak kuat menahan hawa dingin. Alif bersama keluarganya sebelumnya juga pernah mendaki gunung yang lain.

Selengkapnya…

Bersujud di Tempat yang Paling Setia untuk Bersujud

Bersujud di Tempat yang Paling Setia untuk Bersujud

(Catatan 9, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Semakin curam sebuah medan, itu tandanya semakin dekat dengan tujuan. Maka jika niat kita memang baik jangan sampai menyerah apalagi sampai memutuskan untuk menyerah kembali ke rumah.

Untungnya para peserta sudah membekali diri dengan sebotol air yang diambil dari Tegal Alund sehingga mereka bisa langsung minum saat mulai merasa haus. Perjalanan kembali ke tenda tidak kalah menegangkan jika dibandingkan dengan perjalanan mendaki.

Sesampai di bawah waktu salat Dzhuhur sudah tiba. Kami pun langsung berjamaah melaksanakan salat Dzhuhur. Makan siang usai salat kali ini agak berbeda dengan makan siang hari kemarin.

Jika kemarin kami makan siang di RM. Ampera maka hari ini, para panitia mengadakan makan siang bersama di atas daun pisang. Kebersamaan makan siang dengan makan siang bermenu ala pedesaan. Ada sayuran, lalap-lalapan, dan tidak lewat sambal yang membuat semua orang kepedasan. Para peserta dipersilakan tidur siang usai makan siang sampai pukul 15.00 WIB.

Selengkapnya…

“Mamah Ada Salam dari Edelweiss”

“Mamah Ada Salam dari Edelweiss”

(Catatan 8, Madani Adventure, Gunung Papandayan, Garut, 22-24 Agustus 2017)

madanionline.org – Kami menyempatkan diri untuk mengambil air di Tegal Alund sebagai perbekalan turun. Di tengah kelelahan tubuh mendaki dan menuruni Gunung Papandayan, asupan air putih tidak boleh kurang.

Ketika sampai di Wilayah Konservasi, Tim Madani Press (Mapress) melakukan wawancara ekslusif dengan Ibu Latri dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Paparan wawancara tersebut akan dihadirkan dalam sebuah tulisan tersendiri.

#

Menyelusuri Hutan Mati

Hutan Mati di sini
Bukan sebuah ilusi
Berawal dari ulah manusia sendiri
Sembarangan membuang puntung yang mengundang kobaran api

(Moeis, Gunung Papandayan, 23 Agustus 2017)

25 UKie saat menyelusuri Hutan Mati
(UKie saat menyelusuri Hutan Mati)

#

Menyelusuri hutan mati membutuhkan nafas panjang seperti mengikuti perlombaan lari marathon. Setiap peserta yang kelelahan disarankan untuk istirahat dalam keadaan berdiri sambil menghirup nafas panjang melalui hidup lalu membuangnya secara perlahan-lahan melalui mulut.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +