“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

(Bagian 2)

Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita bisa sewa kolam renang atau lapangan futsal sesuai dengan kebutuhan. Pokoknya ada pemondokan saja seperti kostan atau pesantren modern karena menggunakan terapi pengobatan atau medis.

Kadang-kadang kita bawa para klien untuk melaksanakan outbond ke Gunung Papandayan,  arum jeram, pantai, atau ke Pulau Seribu. Para klien pun bersosialisasi dan  gembira. Kita manusiakan mereka. Prinsip utama metode terpadu BPSS adalah memanusiakan manusia.

Mohon maaf kalau di rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi lain tidak begitu. Sedangkan di Madani sangat terbuka. Madani tidak memerlukan kerangkeng, tidak perlu diikat, tidak perlu direjeng, apalangi dipasung, nggak ada.

Para klien Madani biasa berkeliling di daerah sekitar. Masyarakatnya juga sudah beradaptasi. Para klien yang dibawa keluar, ke gunung, futsal, berenang, atau ke pulau seribu, satupun nggak ada yang lari atau kabur.

Selengkapnya…

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

(Bagian 5)

Bagaimana seandainya kita memiliki teman yang LGBT. Apa yang kita lakukan terhadapnya?

Banyak teman kantor atau teman pergaulan yang LGBT. Beberapa ada yang membawa temannya tersebut untuk berobat ke tempat saya. Ini hanya sebuah gambaran yang menunjukkan bahwa konsep HAM adalah tidak benar. Demokrasi tidak benar. Politik apa lagi segala macam.

LGBT adalah pure (murni) karena gangguan kejiwaan. Kemudian dianjurkan berobat. LGBT bisa diobati. Tentu berobat ini perlu waktu. Kadang-kadang suka nggak sabar. Dari segi agama, mereka sadar  bisa mengendalikan dorongan homoseksualnya. Sebenarnya laki-laki itu ada dua dorongan. Dorongan homoseksual dan dorongan heteroseksual.

Kesadaran ilmiah dan kesadaran agama inilah yang mampu menekan dan menetralisir dorongan LGBT. Bagaimana seseorang yang awalnya heteroseksual bisa berubah menjadi homoseksual?

Hal ini biasanya terjadi di berbagai penjara yang penghuninya seluruhnya laki-laki. Ada satu atau dua penghuni yang homo. Nah, inilah yang terkadang menularkan perilaku LGBT kepada para penghuni lainnya.

Selengkapnya…

“HTI Dibubarkan, LGBT Dibiarkan, Yakin Ini Kebebasan?”

“HTI Dibubarkan, LGBT Dibiarkan, Yakin Ini Kebebasan?”

(Bagian 4)

Kemudian apakah Prof. melihat ada kesungguhan dari pemerintah dalam menangani berbagai kasus tersebut?

Terus terang saja kalau saya bilang tidak ada kesungguhan. Ini kritik. Buktinya ada cukup banyak. Pemerintah masih mikirin ini dan itu. Coba mikirin masalah LGBT. Mereka pada nggak tahu bahwa LGBT adalah suatu gangguan jiwa.

Mereka terpaku pada konsep-konsep Barat. Bahwa LGBT merupakan termasuk HAM. Dari segi ilmiah katanya begitu. Buku LGBT diubah. Pendapat Asosiasi Psikiater Amerika yang menyatakan bahwa LGBT adalah salah satu gangguan jiwa juga diubah.

Secara politik, gerakan LGBT  juga dibiarkan. Semua orang dengan dalih demokrasi menjadi bebas memilih. Apakah pilihan menjadi LGBT sesuai dengan konsep Demokrasi Pancasila? Jangankan LGBT, pelacuran saja tidak diperbolehkan oleh Demokrasi Pancasila karena kita sepakat memakai sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Nah ini, penggagas kampanye Pancasila yang dilakukan oleh orang-orang itu nggak ngerti pancasila. Ini kesan saya iya. Kalau memang mereka mengerti pasti akan tahu bahwa mabuk-mabukan itu nggak boleh. Alkohol dilarang. Pelacuran dan perzinahan dihentikan.

Selengkapnya…

“Asal Ada Kemauan Gangguan Jiwa LGBT dapat Disembuhkan”

“Asal Ada Kemauan Gangguan Jiwa LGBT dapat Disembuhkan”

(Bagian 3)

Bagaimana metode terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari mampu mengobati gangguan jiwa pelaku LGBT?

Saya sudah sangat banyak menangani pasien LGBT. Jumlahnya sudah tidak terhitung. Pertama kalau ada kemauan dari yang bersangkutan bahwa “Saya ada kelainan. Saya ini bergaul sosialnya susah dan segala macam karena naluri saya menyimpang”. Itu bisa.

Nah kita tahu bahwa perilaku menyimpang itu karena ada gangguan di dalam susunan saraf pusat, yaitu di dalam sistim otak itu ada yang error. Titik-titik seksualnya ada yang error. Maka perlu diobati dengan terapi metode terpadu BPSS (Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritual) Prof. Dadang Hawari.

Nah itu kita kasih obat (Terapi Biologis/Medis). Kemudian dilakukan konseling keluarga (Terapi Psikologis). Sebab keluarga juga biasanya tahu tapi nggak ngerti bagaimana mengatasinya Ia tidak bisa sendirian. Sesudah itu terapi sosial berupa berbagai kegiatan sosial seperti umumnya.

Misalnya kalau di Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care (MMHC) dilakukan kegiatan outbond ke gunung, arum jeram, futsal bersama, dan lain-lainnya dengan pengawasan atau bimbingan dari para ustad/konselor.

Selengkapnya…

“Di Mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kalau LGBT Masih Merajalela?”

“Di Mana Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kalau LGBT Masih Merajalela?”

(Bagian 2)

Apakah perilaku LGBT dapat diobati?

Oh bisa. Nah, sekarang ada anggapan bahwa LGBT itu karena gen. Nggak bener itu. Ayah-ibunya tidak ada begitu, anaknya kok ada kelainan. Ini bukan gen tapi karena pergaulan. Banyak sarjana-sarjana yang mengatakan, misalnya Albert Bandura (Penemu Teori Belajar Sosial) menyatakan, “Individu memahami sesuatu, tertarik, dan bahkan menunjukkan perilaku tertentu itu diinspirasi, dipengaruhi, dan difasilitasi oleh orang lain, terutama orang-orang yang dianggap penting oleh individu itu.”

Paul Cameron, PhD. juga mengatakan bahwa pengaruh lingkungan di antaranya pendidikan yang pro homoseksual, toleransi sosial, dan hukum terhadap perilaku homoseksual, serta adanya figur yang secara terbuka melakukan homoseksual. Inilah yang menyebabkan mengapa perilaku LGBT dapat menular kepada orang lain.

Banyak sarjana-sarjana lain seperti Prof. Dr. Gray Remafedi dari Universitas Minnesotta AS menyatakan , “Gay disebabkan karena trauma masa kanak-kanak. Trauma itu dalam bentuk kekerasan, pelecehan seksual, dan penelantaran. Oleh karena itu, orang yang mengalami trauma masa lalu amat rentan untuk berperilaku seksual menyimpang, antara lain pernah disodomi sewaktu kecil.

Selengkapnya…

Penyimpangan Orientasi Seksual Kaum LGBT

Penyimpangan Orientasi Seksual Kaum LGBT

(Bagian 1)

Pihak yang pro LGBT berpikir bahwa perbuatan mereka adalah bentuk kebebasan individu. Bagaimana tanggapan Prof. Dadang?

Pertama, kebebasan individu, kebebasan HAM, boleh saja mereka berkilah dengan berbagai alasan tapi yang Allah sudah menyatakan bahwa LGBT itu diharamkan. Jadi, apakah kita berpegang pada Allah atau tidak?

Kalau tidak berpegang pada Allah akan sangat beragam alasannya. Kalau yang kita pegang adalah kebebasan individu atau HAM, itu menurut siapa? Menurut manusia. Asal mulanya dari manusia barat yang tidak bertuhan.

Kalau memang kita mengaku bertuhan, ingat hukum Allah, iya sudah. Jadi, itu hanya alasan saja yang dicari-cari. Tidak ilmiah. Tidak juga secara sosial.

Benarkah perilaku LGBT adalah termasuk dari gangguan jiwa? Dan, apakah perilaku ini dapat diobati?

Ya. Sebetulnya termasuk gangguan jiwa. Dulu American Psychiatric Association (APA) di dalam edisi ketiga dan edisi sebelumnya memasukkan homoseksual termasuk gangguan jiwa. Mengapa termasuk gangguan jiwa? Karena perilakunya tidak wajar. Seharusnya lelaki dengan perempuan. Ini laki-laki dengan laki-laki. Ada juga perempuan dengan perempuan. Ini kan sesuatu yang tidak wajar. Jadi dimasukkan ke dalam gangguan kejiwaan.

Selengkapnya…

Teman Kok Lesbian?

Teman Kok Lesbian?

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Seorang teman wanita sangat mengagumi saya, misalnya bikin status di media sosial seperti orang jatuh cinta.”

Madani, “Kamu wanita dan dia wanita. Dan, kalian berdua cuma sebatas berteman saja bukan?”

Sahabat Madani, “Saya sih menganggapnya seperti demikian. Masalahnya dia suka ngambek jika ada teman lain dekat dengan saya.”

Madani, “Selain itu?”

Sahabat Madani, “Ia juga selalu bertanya saya lagi di mana, sama siapa, dan sedang apa?”

Madani, “Segitunya?”

Sahabat Madani, “Iya. Itulah yang kadang membuat saya risih, takut, dan jijik. Apakah teman saya itu ada kecenderungan seorang lesbian?”

Selengkapnya…

Gay Bukan Keturunan, Gay Dapat Disembuhkan

Gay Bukan Keturunan, Gay Dapat Disembuhkan

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Saya seorang ibu yang mempunyai dua orang anak putra dan putri. Saya sudah bercerai dengan suami. Saya punya masalah dengan putra saya yang menyukai sesama jenis (gay/homoseksual).

Saya baru mengetahui hal tersebut dari percakapan akun FB-nya bersama beberapa cowok. Bahkan putra saya curhat pada pacar cowoknya. Dia menyukai sesama jenis sejak SMP kelas 1. Bagaimana cara menangani dan mengobatinya? Terima kasih.”

Madani, “Gay bukan dikarenakan keturunan. Gay bisa disembuhkan. Meskipun kita harus mengakui sangat sulit untuk menyembuhkannya.

Namun, dengan terapi terpadu secara medik-psikiatrik yang disertai doa dan dzikir (mengingat Allah) maka putra ibu akan dapat kembali menjadi lelaki yang normal. Sebagaimana Snyderma pada 1996 menjelaskan, `Terapi medik saja tanpa disertai dengan doa dan dzikir tidaklah lengkap. Sebaliknya, terapi doa dan dzikir saja tanpa dibarengi dengan terapi medik tidaklah efektif.`

Selain itu, motivasi kuat dari putra ibu untuk sembuh, dukungan dari ibu sekeluarga, dan terutama dari perkenan Allah Zat Yang Maha Menyembuhkan maka kesembuhan bagi putra ibu bukanlah merupakan sebuah perkara yang tidak mungkin.

Selengkapnya…

Lima Faktor Kesembuhan dari Homoseksual

Lima Faktor Kesembuhan dari Homoseksual

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Saya homoseksual.”

Madani, “Astaghfirullahal `adzim.”

Sahabat Madani, “Tapi saya ingin sekali sembuh.”

Madani, “Al hamdulillah.”

Sahabat Madani, “Apakah bisa?”

Madani, “Jika Allah mengizinkan dan kamu menjalani usaha pengobatan yang tepat, insya Allah penyakit penyimpangan perilaku seksual kamu yang berupa suka dengan sesama jenis dapat disembuhkan.

Sebaiknya kamu menjalani terapi perubahan orientasi seksual di sebuah pusat rehabilitasi pemulihan mental yang memadukan unsur biologis, psikologis, sosial, dan spiritual sehingga orientasi seksual kamu dengan lawan jenis dapat dipulihkan kembali dan orientasi seksual dengan sesama jenis dapat dihilangkan.

Namun, faktor kesembuhan dari homoseksual ini juga sangat bergantung dari motivasi dan niat dari kamu sendiri untuk sembuh. Berikut secara lebih rinci Madani sampaikan lima faktor pendukung kesembuhan dari homoseksual (homoseksual):

Selengkapnya…

Derita Hidup Kaum LGBT

Derita Hidup Kaum LGBT

madanionline.org – Semakin modern manusia. Justru keadaan mereka semakin memprihatinkan. Apalagi sekarang semakin ramai berbagai kasus hubungan intim sesama jenis. Lebih parah lagi dengan munculnya hubungan intim antara manusia dengan hewan, boneka, robot, dan apa saja yang ada di sekitar mereka.

Mereka pun membentuk perkumpulan atau komunitas. Dengan perlahan namun pasti mereka minta diakui. Mereka menganggap perilaku yang biasa mereka kerjakan bukanlah merupakan sebuah penyimpangan melainkan hanya sebuah variasi.

Orientasi seksual tersebut mereka anggap normal bahkan merupakan fitrah dari Tuhan, bawaan gentik, serta berbagai macam argumentasi yang mereka buat sebagai pembenaran atas perilaku hidup yang sangat tidak wajar tersebut.

Padahal pada kenyataannya, berbagai kasus LGBT (Lesbi, Gay, Biseks, dan Transgender) tersebut tumbuh dari proses perkembangan psikososial seseorang. Lebih spesifik lagi adalah faktor pendidikan di keluarga dan pengaruh pergaulan sehari-harinya.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +