Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

1-1Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam perjuangan dan penanggulangan terhadap para korban penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba.

Oleh karena itu, Direktorat Napza, Kementerian Sosial menggelar sebuah workshop bertajuk, "Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba”.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh Khofifah Indarparawangsa (Menteri Sosial) dan beberapa praktisi IPWL Kemensos. Acara tersebut juga dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta dari berbagai tokoh agama.

Pada hari kedua sesi,  Sabtu, 05 November 2016 seminar dilanjutkan dengan pembekalan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba pada unsur biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.

Selengkapnya…

Gangguan Phobik

gangguan-phobikmadanionline.org – Gangguan phobik merupakan salah satu bentuk kecemasan yang didominasi oleh gangguan alam pikir phobia. Phobia adalah ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap sebuah objek, kegiatan, atau suatu keadaan yang memunculkan sebuah keinginan mendesak untuk menghindarinya.

Rasa ketakutan tersebut didasari oleh penderitanya sebagai sebuah ketakutan yang berlebihan dan sangat tidak rasional (tidak dapat diterima akal), namun ia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya.

Yang kerap ditemukan dalam pengalaman sehari-hari adalah agoraphobia dan phobia sosial. Kedua hal tersebut biasanya diikuti dengan munculnya serangan panik (panic attack) yang menjadi penderitaan baginya karena berakibat terganggunya fungsi dan peran sosialnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang penderita agoraphobia memiliki ketakutan yang dahsyat sehingga ia kerap menghindari keramaian. Ia juga kadang merasa sendiri di tengah keramaian atau sebaliknya merasa berada di tengah keramaian saat sedang seorang diri.

Selengkapnya…

Psikologi: Ilmu tentang Jiwa?

psikologiOleh: Rizka.fn

(Mahasiswi Psikologi UI Angkatan 2010)

“Psikologi”…

Ketika pendengar kata itu, apa yang terpikirkan ? Sebagian akan menjawab, “ilmu tentang Jiwa.” Penulis pada awalnya juga menjawab itu. Terdengar sangat menarik karena mempelajari suatu yang sangat abstrak namun dekat dengan diri kita masing-masing. Seiring waktu berjalan selama kurang lebih 3 tahun mempelajari psikologi di universitas, penulis akan memberikan jawaban yang berbeda dengan sebelumnya. Jawaban saya sekarang mengenai “Apa itu psikologi” adalah “ilmu tentang tingkah laku.” Jawaban itu bahkan disetujui oleh banyak orang, bahkan penulis mendapatkan pengertian tersebut dari salah seorang dosen.

Mungkin teman-teman yang belum tersentuh mempelajari psikologi modern akan bingung akan perubahan pengertian psikologi. Salah satu alasan mengapa psikologi sekarang merupakan ilmu tentang tingkah laku, adalah pembahasan memang hanya fokus pada tingkah laku manusia, baik yang terlihat dan yang tertutup. Tingkah laku yang terlihat misalnya adalah tingkah laku menolong (prososial) dan agresivitas. Tingkah laku yang tertutup seperti emosi dan proses berpikir (kognitif), keduanya tidak terlihat secara langsung. Bukan hanya itu. Tingkah laku sangat banyak: tidur, makan, berpikir, belajar, berorganisasi, mengasuh anak, merokok, dll. Semua itu dapat dibahas dalam psikologi.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +