Korupsi dan Gangguan Jiwa

Korupsi dan Gangguan Jiwa

Oleh: Mohamad Istihori

Negara Indonesia kini sedang dilanda sebuah bencana besar bernama korupsi. Berbagai kasus korupsi terjadi akhir-akhir ini. Sebut saja kasus korupsi e-KTP, korupsi daging sapi, korupsi alat kesehatan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), korupsi helikopter Agusta Westland 101, korupsi P2KTrans, dan beberapa kasus korupsi yang lain yang kalau saya tuliskan semua maka satu artikel ini hanya berisi daftar panjang kasus korupsi yang dilakukan oleh mereka yang katanya mengaku wakil rakyat.

Menteri Agama Lukman Hakin Saufuddin menjelaskan bahwa maraknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia muncul akibat sifat manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang sudah ia miliki saat ini.

Maka manusia melakukan pencurian melalui perbuatan korupsi untuk memuaskan nafsu duniawinya. Budayawan Muhammad Ainun Nadjib menerangkan bahwa nafsu yang tidak mampu dikendalikan ini ibarat api dalam diri manusia.

“Ketika belum kepingin sudah
Ketika sudah kepingin tambah
Ketika ditambahi kepingin lagi
Lagi, lagi, lagi, dan lagi…”
(Demikian salah satu lagu karya budayawan yang kini akrab disapa Mbah Nun itu).

Selengkapnya…

Seorang Ayah Tega Membunuh Anaknya Sendiri lalu Ia Bunuh Diri

Seorang Ayah Tega Membunuh Anaknya Sendiri lalu Ia Bunuh Diri

(Catatan Kasus Seorang Ayah Membunuh Anak Kandungnya Sendiri lalu Bunuh Diri di Thailand)

Seorang pria berinisial WW asal Thailand tega menghabisi nyawa anak perempuannya yang baru berusia sekitar 11 tahun. Lebih miris lagi detik-detik peristiwa tersebut ia siarkan langsung lewat media sosial.

Usai melakukan pembunuhan terhadap darah dagingnya, ia pun melakukan aksi bunuh diri. Dalam penyelidikan diketahui bahwa motif peristiwa pembunuhan dan bunuh diri WW tersebut dilatarbelakangi oleh sakit hati terhadap istri yang ia anggap sudah tidak sayang dan cinta dia lagi.

“Dan, janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”
~QS. an Nisa: 29

Permasalahan berlanjut ketika sampai saat ini belum tercipta alat untuk mendeteksi peluang seseorang untuk melakukan bunuh diri. Hanya kepekaan dan kepedulian antarsesama manusia yang dapat membantu mencegah bertambahnya kasus bunuh diri.

Selengkapnya…

Madani Sebagai Rumah Sendiri

Madani Sebagai Rumah Sendiri

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Kakak  saya sejak kecil sekolah di SDLB (Sekolah Dasar Luar Biasa). Sekarang umurnya sekitar 36 tahun.

Nah, semakin dewasa dia malah semakin suka sekali minum miras, suka mabuk, suka berantem, suka mencuri, suka main judi (remi atau beli nomer togel).

Dia juga diindikasikan melakukan pencabulan. Sekarang dia belum berkeluarga. Apakah dia bisa disembuhkan di Madani dengan jaminan tidak kabur?

Emosinya sangat tidak stabil sehingga dia sangat sering keluar-masuk ke Ponpes. Terhadap pelajaran dia tidak paham tetapi kalau masalah duit dia paham. Mohon pencerahannya. Terima kasih.”

Madani, “Kakak Anda terdiagnosa NAZA+. Artinya, selain sebagai pecandu narkoba jenis minuman keras (miras), kakak juga terindikasi mengalami gangguan jiwa karena yang ia alami sejak kecil.

Selengkapnya…

Dibentak dan Dimarahi Setiap Hari

Dibentak dan Dimarahi Setiap Hari

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Saya sering sekali dibentak dan dimarahi hanya gara-gara hal sepele. Saya sering merasa sakit hati. Saya hanya bisa tertawa bersama teman sekolah.

Madani, “Yang kita anggap sepele. Mungkin bagi orang lain tidak. Yang kita anggap serius barangkali bagi orang lain hanyalah merupakan sebuah hal yang sepele.”

Sahabat Madani, “Saya tidak paham. Yang saya paham saya hanya ingin pergi dari rumah. Saya merasa tidak berguna. Apapun yang saya perbuat selalu salah di mata ibu saya. Saya ingin sekali bahagia. Tidak ada bentakan keras lagi yang saya dengar.”

Selengkapnya…

Tanda-Tanda Kepribadian Ganda

Tanda-Tanda Kepribadian Ganda

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Apakah tanda-tanda awal bagi mereka yang mengidap penyakit kepribadian ganda?”

Madani, “Penyakit kepribadian ganda atau disebut juga dengan istilah skizofrenia. Sebelum seseorang mengidap penyakit skizofrenia biasanya memiliki berbagai ciri kepribadian yang khas.”

Sahabat Madani, “Apakah ada juga istilahnya?”

Madani, “Iya, istilah kepribadian seseorang sebelum benar-benar terjatuh sakit skizofrenia dikenal dengan istilah Kepribadian Pramorbid.”

Sahabat Madani, “Bagaimana gambaran Kepribadian Pramorbid, Dan?”

Madani, “Kepribadian Pramorbid seperti mudah curiga terhadap orang lain, pendiam, sukar bergaul, lebih suka untuk menarik diri, senang menyendiri, tampil eksentrik (aneh). Kalau bicara dia suka kacau.”

Selengkapnya…

Terapi Holistik untuk Adik

Terapi Holistik untuk Adik

(Anda Bertanya, Madani Menanggapi)

madanionline.org – Sahabat Madani, “Adik saya seorang laki-laki berusia 33 tahun. Sejak kuliah semester akhir, dia punya masalah secara psikologis seperti menutup diri, enggan melakukan banyak aktivitas, dan akhirnya bertahun-tahun hanya tidur, nonton, dan makan.

Semakin lama pemikirannya semakin kacau, bercampur baur, dan akhirnya bisa dikatakan stres berat. Kalau diajak ngobrol dengan berpanjang kata sudah nggak fokus dengan apa yang menjadi pembicaraan.

Terkadang menganggu tetangga dengan melempar benda ke atap rumah atau jendela. Kalau ditanya ada suara asing. Walau begitu ia tidak pernah menganggu secara langsung ke orang. Kami sudah bawa ke psikiater lalu ke rumah sakit jiwa dan dirawat di sana. Setelah keluar ia harus memakan obat tapi akhirnya terputus.

Sudah juga dibawa ke macam-macam orang atas saran keluarga dan sekitar rumah. Tapi ketika dilakukan tindakan yang menurut saya ada kalanya yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan syari`ah.

Kondisi ini sudah cukup lama. Sudah sejak 2006-an. Kami ini tiga bersaudara. Dia nomor dua dan nomor tiga perempuan. Saya dan adik nomor tiga sudah berkeluarga. Bapak saya meninggal tahun 2010. Kini, adik saya ini tinggal dengan ibu.

Selengkapnya…

Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

(Catatan Kasus Bunuh Diri Live di Media Sosial)

madanionline.org – Indonesia dikagetkan oleh sebuah kejadian yang amat mengerikan. Mendengar kata “bunuh diri” saja mungkin kita sudah ngeri, apalagi jika prosesi bunuh diri tersebut direkam dan disiarkan secara langsung melalui media sosial (medsos).

Aksi tersebut memang benar-benar terjadi. Peristiwa tersebut baru-baru ini dilakoni oleh sesama saudara kita di negeri ini dengan inisial PI (35 tahun). PI merasa dikhianati oleh sang istri. PI sakit hati. Dan akhirnya, PI memutuskan untuk bunuh diri.

Kita patut prihatin atas peristiwa ini. Secara psikologi, PI mengalami gangguan psikologis depresi. Penelitian terkini menjelaskan bahwa gangguan psikologis depresi terjadi akibat tubuh kekurangan adrenalin serta dopamin, dan tidak seimbangnya sorotonin.

Pada orang yang seperti ini, kita hanya cukup menjadi teman yang baik, dan mencoba mengerti setiap kata curahan hati. Bukannya malah menasihati. Kedua, kita juga harus membantunya dalam memilih mana yang kebutuhannya dan mana yang merupakan keinginannya.

Selengkapnya…

Kakak Semplur Ngelantur

Kakak Semplur Ngelantur

madanionline.org – Terjadi kehebohan pagi ini di kediaman Semplur. Para tetangga yang sedang siap-siap berangkat kerja menyempatkan diri untuk melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.

 

“Wah kakak Semplur kesurupan,” ujar Bongkar.

 

“Segera lu jemput Mbah Dani sono, Plur,” usul Peang.

 

Semplur segera ngacir ke rumah Mbah Dani. Setelah salam dan dipersilahkan masuk, Semplur menceritakan peristiwa “kesurupan” kakaknya, “Mbah kakak saya ‘kesurupan’ dari malam Jum`at kemarin. Awalnya kena di tempat kerjanya. Jum`at dan Sabtu sempat normal.

Selengkapnya…

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia

(Catatan Kunjungan MAN 9 Jakarta di Madani Mental Health Care)

Madanionline.org – Studio Madani pagi ini dipenuhi dengan beberapa kursi. Segenap staf dan konselor pun tampak sibuk mempersiapkan diri. Hari ini, Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care akan kedatangan tamu dari civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 9, Jakarta.

Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan berjumlah 13 orang itu tiba di Madani. Studio Madani yang semula sunyi, hanya berisi bangku-bangku kosong (tanpa penghuni), kini sudah penuh di tiap sisi.

Ust. Samsul menyambut dengan antusias rombongan yang berada di bawah bimbingan Ibu Usna, Pembina Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Setelah para murid kelas XI dan X MAN 9 Jakarta duduk di kursi yang telah disediankan, Ust. Samsul memberikan “free test” yang berisi beberapa pertanyaan mendasar mengenai narkoba, panti rehabilitasi narkoba, dan Madani.

Free test pun usai. Para peserta kunjungan kemudian diajak ke Gedung BPSS untuk berdialog, acara sambutan, tukar cinderamata, dan berbagai kegiatan lain yang bertujuan untuk membekali generasi muda ini dengan berbagai ilmu dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba, sejarah Madani, pengenalan singkat terhadap berbagai macam jenis gangguan jiwa.

Selain ditemani Ust. Samsul, mereka juga didampingi oleh Ust. Harid dan Pimpinan Yayasan Madani, Darmawan, SAg atau yang akrab disapa Usdar. Sebelum acara di Gedung BPSS dimulai, para peserta dibagikan buku berjudul, “GRAHA MADANI, Pusat Pemulihan Miras, Narkoba, dan Skizofrenia (Sistem Terpadu BPSS/Biologik-Psikologik-Sosial-Spiritual)”.

Cikal Bakal Madani dan Keprihatinan atas Korban Narkoba
Ust. Harid sebagai pembawa acara memberikan beberapa clue tentang narkoba, konseling, dan Madani. Pada sesi pertama Usdar memberikan pemaparan tentang cikal bakal Madani.

Usdar menerangkan Madani tertulis mulai berdiri sejak tahun 1999. Madani lahir dari keprihatinan Usdar yang mendalam akibat banyak temannya saat ia duduk di MAN 2 (sekarang MAN 9) yang terjerumus menjadi korban penyalahgunaan dan kecanduan narkoba.

Dalam satu kelas ada sekitar satu sampai enam orang yang sudah kecanduan narkoba. Itu pada tahun 90-an. Usdar kemudian melanjutkan kisah mengenai perjuangannya di berbagai pondok pesantren.

Teringat semasa MAN 2 ketika banyak teman satu angkatan yang over dosis (OD) bahkan sampai ada korban yang meninggal dunia gegara narkoba. Maka muncul niat dalam hati Usdar untuk membangun pesantren rehabilitasi narkoba.

Bermula dari satu orang pasien yang tinggal di ruang tamu rumah Enyak (ibu kandung Usdar) yang dibagi dua. Sebagian untuk Enyak tinggal. Dan, sebagiannya lagi untuk pasien Madani angkatan tahun jebot tersebut.

Informasi mengenai Madani tersampaikan dari mulut ke mulut. Semakin banyak orang yang tahu Madani, semakin banyak pasien yang berdatangan untuk berobat, bertobat, dan bertaubat di Madani.

Baru pada 11 November 2007, Madani mendapat legalitas dan formalitas sebagai lembaga hukum yang diakui oleh pemerintah. Usdar berharap jangan sampai putus hubungan komunikasi dan silaturahmi antara civitas akademika MAN 9 Jakarta dengan Madani.

Sebagai penutup kata sambutan, Usdar menyampaikan pasien yang berobat-bertaubat-bersahabat di Madani bukan hanya pasien korban kecanduan dan penyalahgunaan narkoba, melainkan juga ada pasien korban game online, putus pacar, masalah keluarga, korban perselingkuhan, korban perceraian, dan lain-lain.

Ibu Usna sebagai pembimbing acara kunjungan kali ini mendapat kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Ibu Usna menyampaikan banyak terima kasih kepada Madani karena telah memberikan kesempatan untuk mengenal Madani lebih dekat.

Semoga saja semua ilmu dan pengetahuan yang didapat bisa bermanfaat untuk semua. Semoga semuanya dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Demikian harapan Ibu Usna atas acara kunjungan kali ini.

Lalu, acara berlanjut pada kesempatan untuk saling bertukar cinderamata antara Madani dengan MAN 9. Kemudian, Ust. Samsul (Usam) menyampaikan kepada segenap peserta kunjungan, sebagai generasi muda jangan sampai sedikit pun kita lengah.

Fenomena Gangguan jiwa Kian Merajalela di Indonesia
Narkoba terus berkamuflase dengan berbagai macam bentuknya. Sedikit saja kita lengah maka narkoba akan melumpuhkan bahkan sampai menghancurkan langkah hidup kita.

Usam membuat sebuah simulasi. Seorang murid dipanggil ke depan. Diberi beberapa pertanyaan. Seperti apakah kamu mau nikah? Pada usia berapa tahun. Mau cewek yang kayak bagaimana? Yang cantik, kaya, putih, tinggi, dan lain-lain.

Anak murid mengiyakan beberapa ciri cewek cantik yang disebut Usam. Tapi Usam bertanya kembali, “Tapi selain cewek itu cantik, kaya, putih, tinggi, ia suka tertawa sendiri! Ayo masih mau nikah sama cewek kayak gitu?

Kita menyebut fenomena orang yang ketawa sendiri dengan sebutan orang gangguan jiwa. Fenomena gangguan jiwa sebenarnya adalah keadaan di mana seseorang mengalami goncangan jiwa. Saat kita mengalami gangguan jiwa, output-nya bukan hanya goncangan jiwa tetapi juga bisa cemas, depresi, ketakutan yang berlebihan (paranoid), skizofrenia, dan lain sebagainya.

Dengan semakin meningkatnya korban kecanduan dan penyalahgunaan narkoba maka akan semakin merajalela orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.

Usam juga mengajak para peserta untuk mengunduh aplikasi “Indonesia Darurat Narkoba” di app store menggunakan ponsel pintar mereka masing-masing.

Aplikasi tersebut lahir hasil kerja sama Madani dengan Kemensos RI. Kita dapat menemukan dan mempelajari berbagai macam jenis narkoba dan gangguan jiwa yang dihasilkannya dengan menggunakan aplikasi tersebut. Semua jenis narkoba yang dapat menyerang dan merusak sistem penghantar saraf pada manusia dapat kita temukan di dalamnya.

Dua murid yang lebih dulu dapat mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut langsung diberi hadiah berupa voucher belanja seharga Rp. 50.000,- di Koperasi Madani. Satu untuk murid laki-laki. Satu lagi untuk murid perempuan.

Acara berlanjut pada sesi tanya jawab. Penanya pertama mengajukan keheranannya, mengapa sampai hari ini Pemda DKI masih membolehkan alkohol/miras meski yang 5 persen?

Usdar menjawab, ini merupakan sebuah permasalahan yang sangat kompleks. Madani sendiri sudah mengirim surat langsung kepada para petinggi di Pemda DKI dan hasilnya penjualan miras/alkohol tidak lagi terang-terangan dan gamblang seperti sebelumnya.

Penanya kedua, apakah Madani punya cabang di Indonesia. Usdar menjelaskan bahwa saat ini Madani sedang mengembangkan dan meluaskan jangkauan geografis Madani seperti membangun Madani 2 di daerah Jasinga, Bogor.

Usai sesi tanya-jawab, para peserta kembali ke Studio Madani untuk menyaksikan penampilan stand up comedy dari salah seorang peserta yang akrab disapa Bedul. Selain peserta, stand up comedy tersebut juga disaksikan oleh para pasien Madani. Berbagai bahan ocehan yang sangat kekinian dibawakan dengan sangat apik oleh Bedul. Para penonton pun sangat terhibur dengan perform murid MAN 9 yang tinggal di Jati Asih, Bekasi itu.

“Rokok Motivasi”, “Sampo Ghost Rider”, “Musnahin Ganja atawa Gele Rame-Rame?”, sampai “Balapan antara Tukang Somay dengan Ghost Rider” dari Bedul benar-benar berhasil mengocok perut para penonton di Studio Madani siang ini.

Lalu, peserta yang sudah segar kembali pikirannya melanjutkan pengenalan mereka terhadap Madani dengan melakukan wawancara dengan beberapa pasien Madani.

Kunjungan di akhir dengan sesi foto bersama, makan siang, dan melaksanakan sholat Dzhuhur. Para peserta pun kembali ke kediaman mereka masing-masing dengan bekal ilmu tentang bahaya narkoba dan berbagai akibat daya rusaknya terhadap keberlangsungan akal manusia.

(Mohamad Istihori)

Narkoba Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa yang Rawan

Narkoba Sebagai Pelarian Jiwa-Jiwa yang Rawan

madanionline.org – Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam dirinya, yang digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan, baik yang timbul dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang datang dari dalam dirinya (dunia dalam), sehingga corak dan kebiasaan itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas untuk individu itu. (Paham Kesehatan Jiwa).

Itulah mengapa ketika seseorang mengalami gangguan jiwa maka dia akan sangat kesulitan untuk berlaku fleksibel dan juga susah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Maka tak heran jika ia mengalami hendaya (impairment) dalam fungsi dan hubungan sosial, pekerjaan, atau belajar. Semua hal tersebut kemudian membuat ia menderita, cemas, dan depresi.

Mereka yang tertimpa oleh gangguan kepribadian apalagi berupa kepribadian antisosial akan mengalami risiko relatif (estimated relative risk) dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan kepribadian. (Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater).

Mereka yang memiliki kepribadian yang rawan (vulnerable personality) cenderung akan menjadikan narkoba zat tertentu sebagai pelarian. Orang yang telah kecanduan narkoba jenis miras/alkohol dan sedativa/hipnotika memiliki gangguan jiwa yang berbeda denga orang yang kecanduan narkoba jenis opiat (zat yang dapat menimbulkan halusinasi/khayalan tingkat tinggi).

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +