Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

Atasi Depresi Dapat Cegah Bunuh Diri

(Catatan Kasus Bunuh Diri Live di Media Sosial)

madanionline.org – Indonesia dikagetkan oleh sebuah kejadian yang amat mengerikan. Mendengar kata “bunuh diri” saja mungkin kita sudah ngeri, apalagi jika prosesi bunuh diri tersebut direkam dan disiarkan secara langsung melalui media sosial (medsos).

Aksi tersebut memang benar-benar terjadi. Peristiwa tersebut baru-baru ini dilakoni oleh sesama saudara kita di negeri ini dengan inisial PI (35 tahun). PI merasa dikhianati oleh sang istri. PI sakit hati. Dan akhirnya, PI memutuskan untuk bunuh diri.

Kita patut prihatin atas peristiwa ini. Secara psikologi, PI mengalami gangguan psikologis depresi. Penelitian terkini menjelaskan bahwa gangguan psikologis depresi terjadi akibat tubuh kekurangan adrenalin serta dopamin, dan tidak seimbangnya sorotonin.

Pada orang yang seperti ini, kita hanya cukup menjadi teman yang baik, dan mencoba mengerti setiap kata curahan hati. Bukannya malah menasihati. Kedua, kita juga harus membantunya dalam memilih mana yang kebutuhannya dan mana yang merupakan keinginannya.

Selengkapnya…

Kakak Semplur Ngelantur

Kakak Semplur Ngelantur

madanionline.org – Terjadi kehebohan pagi ini di kediaman Semplur. Para tetangga yang sedang siap-siap berangkat kerja menyempatkan diri untuk melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi.

 

“Wah kakak Semplur kesurupan,” ujar Bongkar.

 

“Segera lu jemput Mbah Dani sono, Plur,” usul Peang.

 

Semplur segera ngacir ke rumah Mbah Dani. Setelah salam dan dipersilahkan masuk, Semplur menceritakan peristiwa “kesurupan” kakaknya, “Mbah kakak saya ‘kesurupan’ dari malam Jum`at kemarin. Awalnya kena di tempat kerjanya. Jum`at dan Sabtu sempat normal.

Selengkapnya…

Gangguan Phobik

gangguan-phobikmadanionline.org – Gangguan phobik merupakan salah satu bentuk kecemasan yang didominasi oleh gangguan alam pikir phobia. Phobia adalah ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap sebuah objek, kegiatan, atau suatu keadaan yang memunculkan sebuah keinginan mendesak untuk menghindarinya.

Rasa ketakutan tersebut didasari oleh penderitanya sebagai sebuah ketakutan yang berlebihan dan sangat tidak rasional (tidak dapat diterima akal), namun ia sendiri tidak memiliki kemampuan untuk mengatasinya.

Yang kerap ditemukan dalam pengalaman sehari-hari adalah agoraphobia dan phobia sosial. Kedua hal tersebut biasanya diikuti dengan munculnya serangan panik (panic attack) yang menjadi penderitaan baginya karena berakibat terganggunya fungsi dan peran sosialnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang penderita agoraphobia memiliki ketakutan yang dahsyat sehingga ia kerap menghindari keramaian. Ia juga kadang merasa sendiri di tengah keramaian atau sebaliknya merasa berada di tengah keramaian saat sedang seorang diri.

Selengkapnya…

Menangani Adik Ipar yang Menderita Gangguan Jiwa

Menangani Adik Ipar yang Menderita Gangguan Jiwa

Anda Bertanya, Madani Melayani

Pertanyaan dari HW, Bekasi:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Adik ipar saya seorang wanita berusia 25 tahun. Lahir dalam keadaan prematur. Prestasi di sekolah berada di bawah standar. Akhirnya, ia lulus dengan cara yang tidak biasa. Saat ia lulus SMK, karena tidak ada kegiatan dan hanya memiliki satu teman, ia hanya berada di rumah.

Hingga saat ini, perilakunya menunjukkan seperti orang yang tidak waras. Ada saat diajak bicara, tidak nyambung. Sering bicara sendiri, marah-marah tidak jelas, bertindak kasar, dan setiap malam, ia selalu mengompol.

Dia sudah pernah dirawat di RS Islam Kejiwaan Klender. Saat dalam perjalanan pulang, kondisinya normal meskipun bicaranya masih  ngaco atau ngawur. Namun sesampai di rumah, emosinya langsung meledak. Kondisinya pun kembali seperti sebelum dirawat di RSJ.

Hingga saat ini ia masih sering marah-marah tanpa alasan yang jelas. Ia juga kerap berperilaku kasar terhadap para tetangga dan kedua orang tuanya. Saya sebagai kakak iparnya sangat sedih melihat keluarga mertua saya seperti ini. Sudah tua cobaan kesabarannya sangat besar.

Ditambah lagi, kondisi keuangan semakin memburuk semenjak bapak mertua pensiun. Walaupun sekarang masih bekerja tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat anaknya yang bisa dibilang setengah normal. Kadang normal namun kadang juga seperti orang kurang waras.

Bisakah Madani Mental Health Care membantu mengobati adik ipar saya? Berapa biaya yang harus kami keluarkan untuk pengobatan dan penginapannya? Bapak mertua saya ingin D ini dipesantrenkan saja di sebuah pesantren yang mengobati masalah kejiwaan tapi jaraknya sangat jauh, yaitu di Ciamis. Hal itu membuat kami mengurungkan niat tersebut. Mohon pencerahannya.

Terima kasih

HW. Bekasi.

Selengkapnya…

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

1Oleh: Indra Wirasetya Pramadia

Seorang pecandu narkoba selalu lemah dalam mental di segala sisi kehidupannya. Baik itu kala dirinya pulih, atau saat merasa distigma dan diskriminasi oleh teman-teman, keluarga, bahkan oleh pasangan hidupnya sendiri. Terapi mental yang membangun kepercayaan diri seorang pecandu bukan hanya dilakukan ketika sang pecandu dalam sebuah metode rehabilitasi. Terapi mental di luar tetap harus diimplementasikan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat di mana ia tinggal dan bersosialisasi. Tanpa sebuah keberanian yang dibangun di dalam diri dirinya sendiri hal ini tidak akan menyelesaikan penguatan mentalnya. Penguatan mental dalam sebuah pemulihan pasca rehabilitasi sebenarnya dimulai dari keyakinan bahwa dengan beberapa faktor yang menyimpang akan menjadikan ia lebih sulit lagi untuk melepaskan STIGMA DAN DISKRIMINASI pada dirinya.

Faktor penyebab penyalahgunaan NAZA atau narkoba sesuai dengan pengalaman pribadi penulis dan juga dengan melihat kehidupan sosial teman yang dulu sesama junky antara lain:

1) Diri sendiri yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kepribadian yang lemah karena kurang percaya diri dan tidak mampu mengendalikan diri. Akhirnya mencoba dan ingin meniru perilaku menggunakan narkoba. Hal inilah yang meningkatkan kelemahan kepribadiannya untuk berpetualang dalam penyalahgunaan narkoba sehingga membentuk pola pikir yang tidak peduli dari dampak/akibat penggunaan narkoba. Selengkapnya…

Penyakit Jiwa Mengancam Indonesia

sakit jiwa di indOleh: Wulan Kanti Fitrani

Semakin miris mendengar bahwa penyakit nomor satu di Indonesia 10 tahun ke depan akan ditempati oleh penyakit jiwa, bukan penyakit berat seperti kanker ataupun sebagainya. Ya kini di berbagai media sudah banyak menyebutkan bahwa penyakit jiwa ini dipicu oleh berbagai jenis depresi. Bahkan tak hanya masyarakat biasa yang terimbas oleh penyakit ini, para politisi elit pun bisa menjadi sasarannya. Disebutkan pula bahwa koruptor yang merajalela kini rupanya mengidap penyakit jiwa. Wowww sekali ya.

Indonesia tampaknya butuh psikolog dan psikiater yang lebih banyak lagi untuk mampu menyembuhkan dampak dari depresi ini. Mengingat jumlah psikolog di Indonesia masih terbatas. Tak hanya psikolog, rumah sakit jiwa di Indonesia pun masih belum tersebar secara merata. Masih ada di beberapa titik kota yang belum memiliki RSJ. Sehingga hal ini menjadi PR untuk menghadapi ancaman yang akan terjadi 10 atau 20 tahun ke depan. Kalau begini, sepertinya profesi sebagai psikolog ataupun psikiater menjadi profesi yang sangat menjanjikan untuk Indonesia ke depannya. Apalagi Indonesia kini sering kali menyelenggarakan Pilkada. Para calon rupanya harus siap-siap menjalani tes kejiwaan yaa hehe.

Dapat dilihat saja kini permasalahan sosial semakin kompleks. Rupanya tak hanya sosial, permasalahan ekonomi pun bisa menjadi pemicu yang paling dominan dalam rumah tangga. Kompleksitas ini yang harus dikendalikan untuk meredam depresi yang akan muncul. Kalau di Indonesia tak bisa mengendalikan hal ini. Maka bersiaplah untuk 10-20 ke depan akan bermunculan orang gila-orang gila baru.

Sumber: Kompasiana, 29 Maret 2013

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +