Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Membumikan BPSS (Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual) dalam Segala Aspek Kehidupan Manusia

Membumikan BPSS (Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual) dalam Segala Aspek Kehidupan Manusia

Oleh: Yuki Andi Arpan, SS

Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater  adalah sosok yang dikenal sebagai tokoh yang bergelut di bidang penanganan orang-orang dengan gangguan mental perilaku dan penyalahguna NAZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).

Saya mengenal beliau bukan hanya sebagai doktor dan psikiater, tapi juga sebagai pengarang buku yang sangat produktif.

Jika dikumpulkan karyanya bisa sampai 40 lebih dalam bidang kedokteran dan psikiatri. Beliau juga membuat buku versi keseluruhan karyanya yang sudah dikompilasi menjadi satu buku besar dengan judul “Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa Perspektif Al Quran dan As-Sunnah”. Di dalam buku kompilasi ini, Anda akan menemukan segala aspek problematika kehidupan dan solusinya mulai dari aspek biologik, psikologik, sosial, dan spiritual berdasarkan Al Quran dan As Sunnah.

Sebuah judul buku yang sangat luar biasa menurut saya, seorang doktor dan dokter yang kental dengan akademisi dan keilmuan modern, namun mampu menyesuaikan karyanya berada pada porsi di bawah Al Quran dan As Sunnah. Yang notabene di dunia modern saat ini terutama di Indonesia, banyak dokter dan doktor yang alergi dengan kata spiritual dan agama masuk terlalu jauh di dalam ranah profesinya.

Dalam setiap karyanya, beliau akan selalu mencantumkan ayat-ayat dari Al Quran dan redaksi hadits yang menjadi dasar dan menguatkan keilmuan yang digelutinya. Tanpa terkecuali di semua buku karyanya, Anda pasti akan menemukan potongan ayat-ayat dan hadits yang dikutipnya. Herannya, ayat-ayat dan hadits itu bukan sekedar pelengkap dan penguat materinya, lebih dari itu, bahkan menjadi dasar utama di dalam semua pendapatnya. Selengkapnya…

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

(Bagian 1)

Bagaimana awalnya Prof. menemukan metode terpadu BPSS dan apa sebenarnya metode tersebut?

Metode BPSS ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Setelah mendalami berbagai kajian, dimulai dari saya mendapat gelar doktor tahun `70 di Fakultas Kedokteran UI di bidang narkoba, saya tidak puas dengan metode saat itu.

Beberapa orang melakukan berbagai pengobatan macam. Saya melakukan banyak penelitian-penelitian dan terus-menerus. Akhirnya pada tahun `99, saya menemukan metode terpadu BPSS. Saya memberikan hak paten terhadap metode terpadu BPSS ini.

BPSS itu sebenarnya singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual. Dengan BPSS ini pasien kecanduan narkoba, gangguan jiwa, game online, pornografi, judi, dan semua bentuk kecanduan itu kita obati secara biologis, fisik, dan medis.

Dengan obat-obatan yang menggunakan ramuan tertentu, obat-obatnya tersedia, dan obat-obat golongan psikotik bisa mengobati gangguan yang terjadi akibat zat-zat narkoba, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam otak itu terjadi berbagai perubahan fungsi dan transmisi akibat berbagai kecanduan. Nah obat ini membantu menormalkan kembali. Itu penjelasan terapi biologik.

Selengkapnya…

Kenalan Yuk dengan Metode BPSS!

Kenalan Yuk dengan Metode BPSS!

madanionline.org — Kecenderungan terapi yang digunakan sekarang ini adalah terapi yang menggunakan metode BPSS. BPSS sendiri merupakan singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual.

 

Terapi biologik adalah terapi dengan obat-obatan. Terapi psikologik adalah terapi melalui konsultasi. Terapi sosial adalah terapi adaptasi. Dan, terapi spiritual adalah terapi agama.

 

Setiap terapi haruslah holistik, integratif, atau terpadu. Dengan kata lain, setiap terapi harus memuat unsur biologik, psikologik, sosial, dan spiritual. Jika dalam suatu terapi meninggalkan salah satu dari empat unsur tersebut, maka masa pemulihan yang dibutuhkan dari terapi tersebut akan lebih lama.

 

Integrasi agama dengan ilmu kedokteran jiwa (psychiatry') dan kesehatan jiwa (mental health) telah berkembang sejak 1984. Hal ini diprakarsai oleh WHO (World Health Organization). Lalu, diikuti oleh APA (American Psychiatric Association) pada 1992 dan WPA (World Psychiatric Association) pada 1993.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +