Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Bang Oji: Wajah Sederhana Tapi Karya Mendunia

Bang Oji: Wajah Sederhana Tapi Karya Mendunia

(Reportase Rapat Koordinasi Mapress dengan Bang Animator Oji)

Penuh inspirasi. Itulah kalimat singkat yang dapat penulis sampaikan sebagai kalimat pembuka untuk menggambarkan rapat koordinasi Madani Press (Mapress) dengan seorang animator kelas dunia yang akrab disapa Bang Oji.

Pertemuan yang berlangsung pada sore hari, tepatnya Sabtu, 17 Desember 2016 di Studio Madani itu membahas tentang berbagai kemungkinan dan peluang sinergi yang dapat dilakukan antara Mapress dengan Bang Oji.

Selain bergelut di dunia animasi, website, dan ilustrasi komik melalui wadah studio kreatif bernama Teaser 2D, Bang Oji bersama timnya juga berkecimpung dalam dunia kreatif membuat berbagai software dan aplikasi digital terutama yang berbasis android.

Ada juga studio kreatif Bang Oji yaitu K23 Solution yang ia dirikan untuk mewadahi berbagai kebutuhan dan permintaan banyak perusahaan besar untuk membuat video promosi mereka.

Selengkapnya…

212 Saatnya Ulama dan Umaro Bersatu

212 Saatnya Ulama dan Umaro Bersatu

4a273176-bcf2-4d9d-98dd-7987d3e86290
Alumni 212 dan Konselor Yayasan Madani Mental Health Care Jakarta Bersama Prof. Dadang Hawari
Oleh: Ahmad Jami HW (Alumni 212)

Fenomena Aksi 212 di sekitar Monas Jakarta telah mendunia dan membahana ke seantero bumi. Tidak hanya warga Jabodetabek yang berduyun-duyun datang ke Jakarta, beberapa  daerah di Indonesia datang, Kalimantan, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainnya. Yang mengagumkan meraka datang secara individu, kelompok, aliansi, dan institusi.

Beberapa kafilah yang saya tahu dipimpin oleh para ustadz  kondang seperti Aa Gym, Ust. Arifin Ilham, dan lain-lain. Para haji, kyai, dan ulama yang berpengaruh di beberapa daerah membawa para santri dan jama'ahnya dengan penuh semangat berkobar untuk satu tujuan memuliakan al Quran dan mencintai hukum yang adil dan tegak di bumi pertiwi Indonesia.

Penulis sangat bangga dan bahagia dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, persaudaraan, ikatan emosional yang kental dan mengharukan. Pancaran keimanan yang tulus, murni, dan merdeka. Setiap langkah saya ditemani oleh senyum, sapa, salam, juga makanan dan minuman yang melimpah ruah. Maasya Allah. Kalau penulis boleh katakan Aksi  212 INDAH, ─░NDAH, ─░NDAH, DAN BERKAH.

Selengkapnya…

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

Sahabat Karib Saya, Sahabat Sebaya Saya

pp-4Oleh: Ade C. Hidayat

Sebut saja pria itu bernama Irfan (25). Saya kenal dia ketika jenjang SMP. Ia telah  menggunakan narkoba sejak 12 tahun lalu saat kelas 1 SMP. Perjalananya menggunakan narkoba dimulainya dengan mengkonsumsi rokok. “Dulu saya diajak sama teman-teman, ya udah saya ikut saja saat itu,” kata Irfan

Perkenalan dengan rokok hanya berlangsung sebentar, setelah menggunakan rokok, ia kemudian langsung mengenal ganja dari temannya. Dan, dapat mengkonsumsi ganja secara cuma-cuma pun tak ia sia-siakan.

Hampir setiap kali kumpul/nongkrong, Irfan selalu menghisap ganja. Lambat laun Irfan menjadi adiksi dan penggunaan meningkat secara kompulsif.

Peningkatan pemakaian zat akan terus meningkat, dia mencoba dengan zat lain yaitu putaw. Awalnya Irfan ngeri dan tidak berani menggunakan putau karena disuntik (IV). 1-3 kali make baru dia mulai terbiasa menyuntikkan zat tersebut ke dalam aliran darahnya..

Orang tuanya sudah bosan menasehatinya. Suatu ketika orang tuanya sangat marah karena amplop gaji bapaknya hilang, tabung gas, laptop adiknya pun raib. Itu semua perbuatan Irfan.

Selengkapnya…

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

Gue ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)

ca586966-4b60-410b-868a-5f4333599e2aOleh: Indra Wira Setya Duvyren

Ketika gue divonis terkena virus HIV pemahaman gue tentang hal tersebut masihlah sangat rendah. Gue nggak tahu apa HIV/AIDS itu. Gue diajak oleh sahabat gue untuk bergabung pada sebuah organisasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan tujuan sebagai kelompok dukungan sebaya. Hal ini menjadi penguat penerimaan dan pemahaman gue tentang HIV/AIDS.

Motivasi gue timbul kembali. Semangat gue membara lagi. Hidup gue menjadi bernuansa kembali meski gue HIV+ dan harus mengkonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) sepanjang hidup.

Gue tetap tersenyum dan terus melangkah dengan sebuah pengharapan hidup gue. Istri gue ketika itu semakin sayang. Anak gue juga selalu mengingatkan untuk senantiasa minum obat berkala per 12 jam dalam setiap harinya.

Gue sadar dan sempat terpikir sampai kapan gue harus mengkonsumsi obat virus itu. Dan, apakah gue bisa sembuh? Ya Allah di saat gue mengadu kepada Allah. Seiring doa dalam shalat, pikiran gue semakin lama semakin mampu untuk mengabaikan semua itu.

Selengkapnya…

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

pp-3Oleh: Al Muzani Pulungan

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang budiman, memiliki jiwa yang tenang dan damai tentu menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan hidup, hanya saja dalam proses pencapaiannya fitrah kita sebagai manusia yang tak luput dari perbuatan salah dan dosa acap kali membenturkan kita pada kondisi dilematis, alias serba salah dalam menyikapi suatu permasalahan. Mungkin singkat katanya buah simalakama.

Tapi walau demikian, perlu kita renung kembali bahwa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan nurani sebagai pembeda dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, maka dari itu tidak dibenarkan juga rasanya jika kita bersikap pasrah bahkan terkesan menjadikan kekurangan kita tadi sebagai pembelaan atas setiap perbuatan buruk yang kita perbuat.

Baiklah tak mau panjang lebar, melalui tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memperingati momentum 1 Desember yang tak lain adalah peringatan hari HIV AIDS.

Untuk istilah HIV/AIDS mungkin tak asing lagi di telinga kita karena kita sama-sama tentunya bahwa HIV/AIDS adalah virus dan penyakit yang sangat berbahaya, karena saking berbahayanya dapat menyebabkan maut bagi si penderita, yang lebih menakutkannya lagi bukan hanya berdampak buruk bagi si penderita, tapi juga dapat menular kepada orang lain.

Penyebab virus dan penyakit  ini timbul adalah disebabkan oleh perbuatan" buruk dalam kaca mata sosial ataupun pandangan agama. Penyebab virus ini datang adalah karena seks bebas atau perzinahan, dan dapat pula dari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (praktik ini biasanya dilakukan bagi korban penyalahguna narkoba).

Selengkapnya…

Keprihatinan Kaum Wanita

Keprihatinan Kaum Wanita

pp-1Oleh: Sabam Dindin

"Blue code, blue code di lantai IV R. Melati," suara penging itu cukup jelas terdengar di telinga saya. Hari masih pagi di mana semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing (blue code adalah kode darurat medis).

Tidak lama aku mendapat kabar bahwa teman tercinta kami sudah kembali ke pangkuan Illahi. Serentak kami kaget. Seorang ibu yang bekerja keras selama ini, di mana saat jam istirahat dia gunakan untuk berdagang demi membiayai kehidupan anak-anaknya. Semenjak suaminya meninggal tiga bulan yang lalu, yang lebih mengagetkan lagi ternyata almarhumah  adalah seorang yang positif HIV yang selama ini kita tahu dia hanya menderita TB paru, dari mana dia mendapat virus mematikan itu?

Seorang wanita yang setia pada pasangannya. Seorang muslimah yang taat beribadah dan seorang ibu yang sangat sayang dengan keluarganya . Oh Tuhan ternyata dia tertular dari suaminya  yang pecandu narkoba. Sungguh menyedihkan bagi kami kaum hawa. Berapa banyak kaum hawa yang produktif menderita HIV tanpa dia sadari, bahkan anak-anak tanpa dosa juga terkena HIV.

Sampai kapan  masalah ini teratasi?  Masalah yang timbul karena  keegoisan kaum lelaki yang tidak terbuka dengan kondisi kesehatannya dengan teman hidupnya, para pecandu narkoba yang tidak pernah ikut screening HIV dan pendrita HIV sendiri yang tidak teratur berobat dan minum obat.

Mari kita putus mata rantai ini untuk menyelamatkan kaum hawa dan bayi-bayi yang mereka lahirkan yang merupakan penerus bangsa. Mari kita galang kesadaran masyarakat terutama kaum yang beresiko menderita HIV untuk melakukan screening HIV dan berhenti memakai narkoba serta melakukan seks bebas.

Selengkapnya…

Wira

Wira

62dc2000-a5eb-4eca-9b52-2bfe410c8b8cOleh: Prayudho Utomo Endarto

Pagi ini aku membuat sarapan mie instan yang lengkap dengan telur, suiran ayam, dan sawi putih yang segar. Aku letakan di meja lalu aku pergi ke kamar untuk mengganti kausku yang terkena noda saus sambal. Hanya 30 detik berselang Wira teman kostku sudah ada di depan santapanku, dengan lahap dia mengunyah sarapanku yang spesial, "Woi sarapan gue tuh!" Jeritku.”

Joint-lah gue laper banget.” Jawabnya.

Aku lalu mengambil sendoknya lalu bertempur melahap yang tersisa.

"Nih gue punya teh anget," ujar Wira sambil menyodorkan gelasnya, lalu aku meminumnya.

Aku dan Wira sudah saling mengenal hampir empat tahun lamanya dan kami  mengenal pribadi masing-masing, sampai-sampai kami mengerti jeroan kami masing-masing.

Karakter kami berbeda aku yang santai, lebih lembut, dan cenderung tenang. Sedangkan Wira lebih cenderung keras dan tegas, lebih brutal tapi dia sangat perhatian dengan  orang di sekelilingnya bahkan dia memberikan apapun yang dia miliki jika kawannya membutuhkan.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +