Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Keprihatinan Kaum Wanita

Keprihatinan Kaum Wanita

pp-1Oleh: Sabam Dindin

"Blue code, blue code di lantai IV R. Melati," suara penging itu cukup jelas terdengar di telinga saya. Hari masih pagi di mana semua orang sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing (blue code adalah kode darurat medis).

Tidak lama aku mendapat kabar bahwa teman tercinta kami sudah kembali ke pangkuan Illahi. Serentak kami kaget. Seorang ibu yang bekerja keras selama ini, di mana saat jam istirahat dia gunakan untuk berdagang demi membiayai kehidupan anak-anaknya. Semenjak suaminya meninggal tiga bulan yang lalu, yang lebih mengagetkan lagi ternyata almarhumah  adalah seorang yang positif HIV yang selama ini kita tahu dia hanya menderita TB paru, dari mana dia mendapat virus mematikan itu?

Seorang wanita yang setia pada pasangannya. Seorang muslimah yang taat beribadah dan seorang ibu yang sangat sayang dengan keluarganya . Oh Tuhan ternyata dia tertular dari suaminya  yang pecandu narkoba. Sungguh menyedihkan bagi kami kaum hawa. Berapa banyak kaum hawa yang produktif menderita HIV tanpa dia sadari, bahkan anak-anak tanpa dosa juga terkena HIV.

Sampai kapan  masalah ini teratasi?  Masalah yang timbul karena  keegoisan kaum lelaki yang tidak terbuka dengan kondisi kesehatannya dengan teman hidupnya, para pecandu narkoba yang tidak pernah ikut screening HIV dan pendrita HIV sendiri yang tidak teratur berobat dan minum obat.

Mari kita putus mata rantai ini untuk menyelamatkan kaum hawa dan bayi-bayi yang mereka lahirkan yang merupakan penerus bangsa. Mari kita galang kesadaran masyarakat terutama kaum yang beresiko menderita HIV untuk melakukan screening HIV dan berhenti memakai narkoba serta melakukan seks bebas.

Selengkapnya…

Program Rutin Tes VCT bagi Para Santri Madani

Program Rutin Tes VCT bagi Para Santri Madani

program-rutin-tes-vct-bagi-para-santri-madani-6madanionline.org – Program tes VCT (Voluntary Counselling and Testing) merupakan sebuah program yang bertujuan sebagai sarana kepedulian Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care (MMHC) dalam menekan epidemi HIV/AIDS.

Dari beberapa faktor risiko penularan virus HIV/AIDS di antaranya adalah perilaku seks bebas dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 8 November 2016 di RSKD Duren Sawit ini, para santri Madani sangat berisiko untuk terjerumus dalam pergaulan bebas. Tes VCT juga merupakan sebuah usaha Madani untuk mendeteksi dini berbagai gejala yang mungkin dialami para santri (pasien) Madani.

Selengkapnya…

Pengaruh Terapi Agama terhadap Pecandu Narkoba di Panti Rehabilitasi Madani

Pengaruh Terapi Agama terhadap Pecandu Narkoba di Panti Rehabilitasi Madani

(Kunjungan Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohamad Natsir)

MADANIONLINE.ORG – Sore hari, pada Rabu 4 Mei 2016, Panti Rehabilitasi Narkoba, Madani Mental Health Care mendapakan kunjungan dari seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohamad Natsir.

Adapun tujuan kunjungan sahabat mahasiswa bernama Nur'aini Azizah ini adalah untuk bahan penyusunan tugas akhir dalam format skripsi. Ia pun melakukan penelitian melalui metode wawancara mengenai terapi rehabilitasi narkoba melalui pendekatan spiritual (agama) yang mampu mengembalikan hakikat para pasien pada kualitas keislaman yang lebih murni dan bermutu.

Memang, hanya Panti Rehabilitasi Madani MHC yang sampai saat ini mampu memadukan dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual terhadap para pasiennya. Metode terpadu inilah yang kemudian dikenal dengan istilah metode BPSS.

Selengkapnya…

Fight AIDS with Faith

Fight AIDS with Faith
Gambar: wikimedia.org
Gambar: wikimedia.org

Oleh: Redaksi Madani Press

1 Desember merupakan momen yang penting untuk para pejuang anti virus HIV/AIDS. Peringatan ini menjadi vital karena dengan peringatan ini kita bisa melihat sudah sejauh manakah perkembangan perjuangan melawan virus mematikan yang sampai hari ini tak jua kunjung ditemukan obatnya.

Tema yang diusung Yayasan Rehabilitasi Madani Mental Health Care kali ini, sesuai dengan judul tulisan ini, adalah Fight AIDS with Faith. Unsur iman menjadi komponen penting dalam memotivasi kita semua untuk tak kenal lelah dalam komitmen perang terhadap AIDS.

Sejak kurang lebih seperempat abad lalu, tepatnya pada 1981, ketika seorang homoseksual/gay di Kota San Fransisco (Amerika Serikat) terdiagnosis telah terkena HIV/AIDS sehingga daya tahan tubuhnya secara drastis mengalami degradasi. Dari sinilah kemudian HIV/AIDS menyebar sampai ke timur. Tidak seperti sebagian argumentasi yang menyatakan bahwa HIV/AIDS berasal dari Benua Afrika.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaporkan pada 29 Februari 2012 bahwa pada 2011 jumlah kasus HIV adalah 76.879, AIDS = 29.879 dan meninggal = 5.430. Maka jika semua pihak hanya setengah hati dalam menangani HIV/AIDS ini maka penambahan jumlah penderitanya akan terus berkembang biak dengan kecepatan yang sangat. Selengkapnya…

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

Pentingnya Penguatan Mental Bagi Para Pecandu Narkoba

1Oleh: Indra Wirasetya Pramadia

Seorang pecandu narkoba selalu lemah dalam mental di segala sisi kehidupannya. Baik itu kala dirinya pulih, atau saat merasa distigma dan diskriminasi oleh teman-teman, keluarga, bahkan oleh pasangan hidupnya sendiri. Terapi mental yang membangun kepercayaan diri seorang pecandu bukan hanya dilakukan ketika sang pecandu dalam sebuah metode rehabilitasi. Terapi mental di luar tetap harus diimplementasikan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat di mana ia tinggal dan bersosialisasi. Tanpa sebuah keberanian yang dibangun di dalam diri dirinya sendiri hal ini tidak akan menyelesaikan penguatan mentalnya. Penguatan mental dalam sebuah pemulihan pasca rehabilitasi sebenarnya dimulai dari keyakinan bahwa dengan beberapa faktor yang menyimpang akan menjadikan ia lebih sulit lagi untuk melepaskan STIGMA DAN DISKRIMINASI pada dirinya.

Faktor penyebab penyalahgunaan NAZA atau narkoba sesuai dengan pengalaman pribadi penulis dan juga dengan melihat kehidupan sosial teman yang dulu sesama junky antara lain:

1) Diri sendiri yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kepribadian yang lemah karena kurang percaya diri dan tidak mampu mengendalikan diri. Akhirnya mencoba dan ingin meniru perilaku menggunakan narkoba. Hal inilah yang meningkatkan kelemahan kepribadiannya untuk berpetualang dalam penyalahgunaan narkoba sehingga membentuk pola pikir yang tidak peduli dari dampak/akibat penggunaan narkoba. Selengkapnya…

“Magdalena Sitorus: Menulis Bisa Menghilangkan Rasa Sedih”

Semua orang pasti akan merasakan kesedihan ketika ditinggal orang yang paling disayangi. Pasangan hidup, misalnya. Bahkan, ada yang merasa tak bisa hidup tanpa belahan jiwanya. Hal seperti itu, pernah dirasakan Magdalena Sitorus, istri almarhum Mantan Sekjen Komnas HAM, Asmara Nababan.

Tapi, Magdalena tidak ingin larut dalam kesedihan. Ia berusaha bangkit dan mengisi sisa hidup ini dengan bmenuliserbagai aktivitas. “Salah satunya dengan menulis. Dari hobi menulis ini, saya berhasil menyelesaikan buah buku. Salah satu diantaranya adalah buku yang berjudul “Semua Ada Waktunya”, kata Magdalena kepada politikindonesia.com, seusai acara soft launching buku tersebut di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (30/10).

Dijelaskan perempuan kelahiran Sumatera Utara, 21 Oktober 1952 ini, buku “Semua Ada Waktunya” menceritakan tentang ketangguhan 6 perempuan untuk berbagi kisah tentang proses meniti rasa kehilangan dari pasangan hidupnya. Selain itu, memaknai rasa duka serta perjuangan melewati masa tersebut yang tidak lepas dari benturan-benturan budaya.

Ada kisah 6 perempuan tangguh yang diceritakan mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ini dalam buku tersebut. Selain tentang dirinya, ada juga cerita tentang Saparinah Sadli (pendiri Komnas Perempuan, istri Alm. Prof. Sadli), Shinta Nuriyah Wahid (pendiri Puan Amal Hayati, istri Alm. Abdurrahman Wahid), Suciwati Munir (perempuan pembela HAM, istri Alm. Munir), Widyawati (pekerja seni pertunjukan, istri Alm. Sophan Sophian) dan dan Damayanti Noor (istri Chrisye).

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +