Beda Anti Sosial dengan Phobia Sosial

Beda Anti Sosial dengan Phobia Sosial

Oleh: Mohamad Istihori

Kalau memang pelayanan yang selama ini dilakukan oleh mereka adalah tepat kenapa tidak juga kita gunakan. Sebagai contoh kemarin saya mendapatkan sebuah ilmu. Mengenai anti sosial. Ada yang tahu apa itu anti sosial?” tanya Bro Yudho.

USam coba menjawab, “Anti sosial adalah sebuah perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Contoh, di lingkungannya bukan lingkungan perokok tapi dia merokok.”

“Orang yang asyik dengan dunianya sendiri saja,” ujar UKie.

“Itu semua bukan anti sosial. Sementara ini kita menganggap orang yang diam lama di kamar terus, main game, kalau ada orang kumpul dia tidak ikutan, atau menghindar dari keramaian itu semua merupakan phobia sosial.

Anti sosial itu sebagaimana yang dikatakan oleh USam. Anti sosial itu adalah dia melakukan hal yang tidak sesuai dengan lingkungan. Misalnya, dia suka sekali berkelahi. Orang biasanya kalau berkelahi ada sebab tapi ini dia berkelahinya tanpa ada sebabnya.

Selengkapnya…

Pelatihan yang Memperkaya Pengetahuan

Pelatihan yang Memperkaya Pengetahuan

Oleh: Mohamad Istihori

Perbincangan kini dilanjutkan pada persoalan mengenai bipolar. Bro Yudho menjelaskan, “Bipolar itu naik dan turun. Sifat periodiknya adalah cepat. Tiba-tiba dia bisa menjadi manik, nggak berhenti ngomong, dan tiba-tiba merasa sedih.

Bipolar ini sangat nampak. Ketika dia senang, senang sekali dan tiba-tiba bisa menjadi sedih sekali tanpa ada penyebab yang jelas sama sekali. Penderita bipolar saat dalam keadaan normal kondisinya akan datar (flat).”

Bro Yudho menyampaikan juga bahwa psikopat bukan merupakan bagian dari gangguan kepribadian melainkan gangguan psikotik. Selain itu, ia memberitahukan kepada kami mengenai sebuah profesi baru bernama Psikiater Adiksi. Khusus menangani masalah adiksi.

“Di Jakarta, psikiater adiksi ini katanya hanya ada empat orang. Mereka buka praktek dokter umum dan buka praktek di sebuah panti rehabilitasi,” ujar Bro Yudho.

Selengkapnya…

Wadah Utama Gangguan Jiwa Itu Bernama Skizofrenia

Wadah Utama Gangguan Jiwa Itu Bernama Skizofrenia

Oleh: Mohamad Istihori

Sudah merupakan sebuah tradisi di Madani, jika ada salah satu staf yang mengikuti sebuah pelatihan maka ia memiliki tanggung jawab moral untuk mentransfer semua pengetahuan baru yang ia dapat dari pelatihan tersebut.

Demikian juga yang dilakukan oleh Prayudho Utomo atau yang akrab disapa Bro Yudho. Ia dan Bro Ind mengikuti ICCE Basic Training Course for Addiction Professionals pada 25-29 September 2017 di Jakarta.

Maka sebagai sebuah pengejawantahan tradisi berbagi ilmu tersebut, Bro Yudho mempresentasikan pengetahuan barunya itu kepada kami pada Sabtu, 30 September 2017. Bro Yudho menyampaikan tiga gangguan mental yang biasanya menimpa para penyalahguna dan pecandu narkoba.

Pertama gangguan mood, kedua gangguan pribadi, dan gangguan skizofrenia. Bro Yudho menjelaskan, “Gangguan pribadi dengan gangguan skizofrenia menurut pemateri pada pelatihan tersebut merupakan jenis gangguan jiwa yang berbeda.

Saya sampaikan kepada peserta pelatihan bahwa skizofrenia adalah wadah. Namun, pemateri menyatakan bahwa yang disebut dengan wadah adalah psikotik bukan skizofrenia. Pemateri menyatakan bahwa psikotik merupakan sebuah wadah besar yang di dalamnya terdapat beragam jenis gangguan jiwa. Termasuk perilaku penyimpangan seks atau game online bukan merupakan bagian dari skizofrenia. Baginya itu merupakan gangguan psikotik.”

Selengkapnya…

Bunuh Diri karena Patah Hati

Bunuh Diri karena Patah Hati

Oleh: Mohamad Istihori

Sungguh menderita orang yang mengalami patah hati. Jiwanya menderita. Makan tidak enak. Minum tak mau. Hidup serasa berada di dalam neraka. Tidak ada sedikit pun kebahagiaan dalam dada.

Inilah yang membuat patah hati seringkali menjadi faktor utama seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Patah hati merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berupa depresi.

Gejala depresi lain yang mudah untuk diidentifikasi antara lain perasaan murung, sedih, merasa tak berguna lagi, perasaan bersalah, berdosa, kekecewaan yang mendalam, putus asa, sampai pada akhirnya nekat untuk bunuh diri.

Sebuah peristiwa bunuh diri yang diduga karena patah hati dialami oleh Arslan Valeev. Pawang ular asal St. Petersburg, Rusia itu bahkan menyiarkan secara langsung detik-detik prosesi bunuh dirinya. Pria berusia 31 tahun itu membiarkan ular berbisa tipe black mamba menggigit jarinya.

Selengkapnya…

Narkoba Cair dalam Vape

Narkoba Cair dalam Vape

Oleh: Mohamad Istihori

Merokok dengan cara konvensional atau dengan cara yang saat ini sedang menjadi “musim” yakni dengan vape sama-sama memiliki bahaya. Namun, belum banyak orang yang mengetahui bahwa sebenarnya vape yang digadang-gadang dapat menggantikan rokok konvensional memiliki bahaya dua kali lipat. [Boldsky (18/9/2017)]

Para ilmuan yang berasal dari University of Waterloo, Kanada menyimpulkan bahaya yang luar biasa dari vape dikarenakan memiliki perangkat elektrik bertenaga baterai yang berfungsi untuk memanaskan cairan, mengubah jadi uap aerosol, untuk akhirnya dapat dihisap.

Kita pun belum mengetahui dengan pasti apakah cairan yang ada di dalam vape berbahaya atau tidak. Apalagi jika kemudian cairan yang dimasukkan ke dalam vape merupakan cairan yang tergolong kelompok narkoba seperti sabu-sabu cair, liquid metamfetamin, liquid high (senyawa mirip ganja), dan semua jenis narkoba dapat dibuatkan dalam format cair. Maka bahaya vape bukan lagi dua kali lipat jika dibandingkan dengan rokok konvensional tapi menjadi tiga kali lipat.

Namun rokok konvensional bukan berarti tanpa risiko. Prof. Dadang Hawari menjelaskan bahwa rokok (konvensional) merupakan gerbang menuju narkoba. Berbagai cara dilakukan untuk menutupi pemakaian narkoba. Salah satu dari sekian cara yang dipakai adalah seperti memakai narkoba cair menggunakan vape sehingga banyak orang di sekitarnya tidak sadar bahwa yang sedang dihisap merupakan narkoba bukan vape biasa.

Selengkapnya…

Generasi Muda di Bawah Ancaman Tramadol

Generasi Muda di Bawah Ancaman Tramadol

Oleh: Mohamad Istihori

Sejatinya Tramadol adalah obat yang diberikan agar mampu mengatasi masalah nyeri dalam tingkat sedang maupun berat. Sayangnya obat tersebut disalahgunakan oleh generasi muda kita sehingga mereka kehilangan kesadaran, mabuk, atau nge-fly.

Rosulullah Muhammad Saw bersabda, “Setiap zat, bahan, dan minuman yang dapat memabukkan dan melemahkan akal sehat adalah khamar (alkohol), dan setiap khamar adalah haram.” (HR. Abdullah bin Umar ra.)

Tramadol merupakan turunan (sintesa) dari opiat, heroin, atau putaw yang diambil dari tanaman candu (opium). Tramadol membuat pemakainya menjadi kecanduan yang berakibat fatal seperti menimbulkan kriminalitas, komplikasi medik, kesengsaraan, dan berujung pada kematian.

Sindikat narkoba jenis Tramadol saat ini semakin gencar menyebarluaskan zat candu tersebut terutama menjualnya kepada generasi muda kita. Kasus penangkapan seorang penjual Tramadol sebanyak 167 butir di Jalan Malaka Kabupaten Soppeng pada Jumat, 22 September 2017 adalah salah satu contoh kasusnya.

Selengkapnya…

Indikasi Gangguan Jiwa Pemilik Situs Nikahsirri.com?

Indikasi Gangguan Jiwa Pemilik Situs Nikahsirri.com?

Oleh: Mohamad Istihori

Seseorang yang diduga mengalami gangguan jiwa jenis depresi itu kini berada dalam tahanan polisi. AW memutuskan untuk pensiun dini dari profesinya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) pada sekitar tahun 1990, ia bergelut dalam dunia bisnis sampai pada akhirnya meluncurkan sebuah situs bernama Nikahsirri.com pada 19 September 2017.

Situs ini kemudian dikenal sebagai sebuah situs yang menyediakan jasa pelelangan keperawanan dan pelaksanaan nikah sirri secara online. Pemerintah menilai situs ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan melanggar UU ITE dan atau pornografi sehingga akhirnya diblok dan pemiliknya pun ditahan.

Pihak berwajib belum memutuskan sang pemilik situs tersebut mengalami gangguan jiwa. Saat ini masih berlangsung proses pemeriksaan. Ketika diperiksa memang belum didapatkan perilaku yang janggal. Keterangan AW mengalami gangguan jiwa jenis depresi tersebut didapat dari istrinya yang berinisial R.

Selengkapnya…

Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Bersama Madani Menuju Masyarakat Tanpa Depresi agar Terhindar dari Perilaku Bunuh Diri

Oleh : Mohamad Istihori

Perilaku akibat gangguan jiwa depresi kembali terjadi. Kali ini terjadi pada dua kakak-adik. Si kakak berumur 34 tahun  berinisial EP dan adiknya baru berumur 28 tahun dengan inisial ESP.

Mereka berdua nekat memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Keduanya lompat dari Apartemen Gateway, Jln. Ahmadyani, Bandung pada Senin sore, 24 Juli 2017. Pihak keluarga yang diwakili oleh Rionald Parubak menyampaikan keduanya memang sudah lama mengalami gangguan psikis selama kurang lebih delapan tahun.

Melalui peristiwa ini dan beberapa kasus bunuh diri yang terjadi sebelumnya, termasuk kasus bunuh diri yang belum lama terjadi yang menimpa Chester Bennington. Vokalis grup musik Linkin Park itu juga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat gangguan depresi karena sudah tidak kuat menahan kecanduan terhadap miras dan narkoba.

Kita sangat tidak berharap ada lagi saudara kita yang bunuh diri karena depresi. Kita harus terus memperkuat faktor psikologis agar terhindar dari perilaku ini. Berbagai jasa konseling di berbagai daerah untuk menanggulangi masyarakat yg semakin tertekan harus terus diperbanyak kualitas dan kuantiasnya.

Selengkapnya…

Ada “Surga” di Madani Dua

Ada “Surga” di Madani Dua

Oleh: Mohamad Istihori

Sungguh tinggal di desa memberikan kita kenikmatan tiada tara. Kehidupan bersama masyarakat desa memberikan berbagai kesan indah yang tidak mudah begitu saja untuk dilupakan. Belum lagi alamnya menyuguhkan kepada kita berbagai macam jenis keindahan.

Panti Rehabilitasi Madani Mental Health Care menawarkan semua “hidangan” yang menyehatkan jiwa dan menyegarkan pikiran itu melalui program kemandirian yang digelar sejak Selasa-Sabtu, 18-22 Juli 2017 kepada para klien (atau yang lebih dikenal di Madani dengan istilah “santri) di Desa Sipak, Jasinga, Bogor.

Para santri Madani dua menjalankan berbagai program kemandirian. Mereka diberikan program berkebun, terapi sosial, terapi spiritual, dan berbagai program yang Madani desain untuk membantu proses pemulihan para santri Madani.

Waktu sekitar lima hari yang dirasakan para santri di Madani Dua di Desa Sipak, Jasinga, Bogor berjalan tak terasa. Semua bergembira menjalankan semua acara dan agenda di sana. Para santri juga diajak bersosialisasi dengan alam dan masyarakat sekitar.

Bukan hanya santri Madani yang bersentuhan langsung dengan “surga” di Madani Dua. Ust. Darmawan dan Ust. Jami juga diberikan peluang oleh Allah untuk merasakan “atmosfir surga” yang dimiliki Madani Dua.

Selengkapnya…

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Oleh : Mohamad Istihori

Berbagai aksi bullying akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Perilaku yang melanggar hukum tersebut sering kita lihat lewat berbagai media terutama melalui sosial media (sosmed). Aksi tersebut tentu saja sangat berpotensi untuk memberikan dampak buruk bagi para korbannya terutama bagi kesehatan mental mereka.

Anak-anak kita menjadi enggan keluar untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka menjadi ikut takut akan berbagai ancaman tersebut dapat menimpa mereka juga. Yang sangat tidak kita harapkan adalah mereka menjadi depresi meski masih tingkat awal namun hal ini dapat membuat proses belajar mereka terganggu.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban perilaku bullying kerap berhalusinasi dan berperilaku paranoid.

Perilaku-perilaku yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan ke dalam bullying? Berikut adalah lima perilaku yang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku bullying:

  1. Kontak fisik langsung seperti memukul, mendorong, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang-barang yang dimiliki oleh korban.
  2. Kontak verbal langsung berupa mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi julukan yang buruk, sarkasme, merendahkan, mencela, mengejek, mengintimidsi, mengejek, dan menyebarkan gosip.
  3. Perlaku nonverbal langsung misalnya melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam.
  4. Perilaku non verbal tidak langsung contohnya mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan, mengabaikan, dan mengirimkan surat kaleng.
  5. Pelecehan seksual.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +