“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

(Bagian 2)

Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita bisa sewa kolam renang atau lapangan futsal sesuai dengan kebutuhan. Pokoknya ada pemondokan saja seperti kostan atau pesantren modern karena menggunakan terapi pengobatan atau medis.

Kadang-kadang kita bawa para klien untuk melaksanakan outbond ke Gunung Papandayan,  arum jeram, pantai, atau ke Pulau Seribu. Para klien pun bersosialisasi dan  gembira. Kita manusiakan mereka. Prinsip utama metode terpadu BPSS adalah memanusiakan manusia.

Mohon maaf kalau di rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi lain tidak begitu. Sedangkan di Madani sangat terbuka. Madani tidak memerlukan kerangkeng, tidak perlu diikat, tidak perlu direjeng, apalangi dipasung, nggak ada.

Para klien Madani biasa berkeliling di daerah sekitar. Masyarakatnya juga sudah beradaptasi. Para klien yang dibawa keluar, ke gunung, futsal, berenang, atau ke pulau seribu, satupun nggak ada yang lari atau kabur.

Selengkapnya…

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

Metode Terpadu BPSS Prof. Dadang Hawari sudah Dipatenkan

(Bagian 1)

Bagaimana awalnya Prof. menemukan metode terpadu BPSS dan apa sebenarnya metode tersebut?

Metode BPSS ala Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater. Setelah mendalami berbagai kajian, dimulai dari saya mendapat gelar doktor tahun `70 di Fakultas Kedokteran UI di bidang narkoba, saya tidak puas dengan metode saat itu.

Beberapa orang melakukan berbagai pengobatan macam. Saya melakukan banyak penelitian-penelitian dan terus-menerus. Akhirnya pada tahun `99, saya menemukan metode terpadu BPSS. Saya memberikan hak paten terhadap metode terpadu BPSS ini.

BPSS itu sebenarnya singkatan dari Biologik, Psikologik, Sosial, dan Spiritual. Dengan BPSS ini pasien kecanduan narkoba, gangguan jiwa, game online, pornografi, judi, dan semua bentuk kecanduan itu kita obati secara biologis, fisik, dan medis.

Dengan obat-obatan yang menggunakan ramuan tertentu, obat-obatnya tersedia, dan obat-obat golongan psikotik bisa mengobati gangguan yang terjadi akibat zat-zat narkoba, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Dalam otak itu terjadi berbagai perubahan fungsi dan transmisi akibat berbagai kecanduan. Nah obat ini membantu menormalkan kembali. Itu penjelasan terapi biologik.

Selengkapnya…

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

Mengajak Berobat, Bertobat, dan Bersahabat Teman yang LGBT

(Bagian 5)

Bagaimana seandainya kita memiliki teman yang LGBT. Apa yang kita lakukan terhadapnya?

Banyak teman kantor atau teman pergaulan yang LGBT. Beberapa ada yang membawa temannya tersebut untuk berobat ke tempat saya. Ini hanya sebuah gambaran yang menunjukkan bahwa konsep HAM adalah tidak benar. Demokrasi tidak benar. Politik apa lagi segala macam.

LGBT adalah pure (murni) karena gangguan kejiwaan. Kemudian dianjurkan berobat. LGBT bisa diobati. Tentu berobat ini perlu waktu. Kadang-kadang suka nggak sabar. Dari segi agama, mereka sadar  bisa mengendalikan dorongan homoseksualnya. Sebenarnya laki-laki itu ada dua dorongan. Dorongan homoseksual dan dorongan heteroseksual.

Kesadaran ilmiah dan kesadaran agama inilah yang mampu menekan dan menetralisir dorongan LGBT. Bagaimana seseorang yang awalnya heteroseksual bisa berubah menjadi homoseksual?

Hal ini biasanya terjadi di berbagai penjara yang penghuninya seluruhnya laki-laki. Ada satu atau dua penghuni yang homo. Nah, inilah yang terkadang menularkan perilaku LGBT kepada para penghuni lainnya.

Selengkapnya…

Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (2)

Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (2)

(2 dari 2 tulisan)

Bagaimana kondisi penyalahgunaan narkoba di Jakarta saat ini?

Gubernur tentunya juga bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah ini. Tapi yang kena warga Jakarta. Itu tanggung jawab siapa sebetulnya. Pemberantasan narkoba kalau saya katakan berhasil ya berhasil tapi belum memuaskan.

Kami mendapatkan informasi bahwa di salah satu SMA di Jakarta, pemakaian narkoba sudah sangat masif. Hampir 50 persen para siswanya menggunakan narkoba jenis psikotropika, bagaimanakah cara menanggulanginya?

Yang tahu soal narkoba dan obat-obatan itukan dokter tapi dokter tidak dilibatkan. Polisi dan BNN tahunya soal hukum. Akibat narkoba dan segala lika-likunya mereka kurang tahu. Sebetulnya kita harus mengadakan penyuluhan.

Penyuluhan perlu tenaga ahli. Pakailah dokter-dokter. Dokter, ahli jiwa, dan psikiater di Indonesia itu banyak. Manfaatkan kemampuan yang mereka miliki. Berilah edukasi kepada orang tua.

Bahwa gejala-gejala anak yang kecanduan narkoba itu begini, begini, begini. Berilah edukasi kepada guru. Bahwa anak yang kecanduan narkoba itu perilakunya begini, begini, begini.

Selengkapnya…

Motif “Pok-Pok Coy” di Balik Aplikasi Kencan Online

Motif “Pok-Pok Coy” di Balik Aplikasi Kencan Online

Oleh: Mohamad Istihori

Sejatinya manusia itu diciptakan Tuhan berpasang-pasangan. Nabi Adam yang oleh Allah ditempatkan di dalam sumber kenikmatan (surga) saja merasa bete jika harus menghabiskan waktunya di surga tanpa ada pasangan hidup.

Apalagi saat di dunia, maka kebutuhan manusia untuk mendapatkan pasangan hidup menjadi sebuah hal yang tak akan bisa dihindarkan. Sayangnya kondisi manusia saat ini tidak seperti manusia yang hidup pada zaman-zaman sebelumnya.

Kita sekarang tidak lagi memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Waktu kita habis terpakai untuk bekerja. Untungnya kemajuan zaman terutama di bidang teknologi informasi mempermudah kita untuk bertemu dengan banyak orang bahkan untuk menjalin hubungan asmara.

Beberapa aplikasi yang dapat membantu kita untuk berkenalan antara lain sebut dengan inisial Tdr, Gwr, Bml, Okd, Bdo, Gnr, Bld, Jkd, Pof, Oas, dan lainnya yang terus bermunculan.

Selengkapnya…

Membalik Rumusan Tuhan, Terhimpit dalam Kehidupan

Membalik Rumusan Tuhan, Terhimpit dalam Kehidupan

Oleh: Mohamad Istihori

Manusia semakin terhimpit oleh keinginannya untuk memenuhi keinginan sehari-hari. Andai saja kita hidup dalam prinsip “wa laa tansa nashiibaka minad dunya” (Dan, jangan kamu lupa bagianmu di dunia) maka akan lapanglah kehidupan kita di dunia ini.

Yang pertama harus dikejar manusia adalah “wab taghii fimaa atakallah daaral akhiroh” (Dan, carilah apa yang datang dari Allah dari negeri akhirat). Prinsip Tuhan ini kemudian malah dibalik oleh kita menjadi “Cari apa yang datang dari Allah di dunia dan jangan lupa bagianmu di akhirat”.

Bahkan orang tua zaman sekarang juga ikut membalik rumusan Tuhan tersebut dengan ucapan nasihat yang mereka berikan kepada anak-anak mereka, “Nak, belajar yang rajin. Kerja yang rajin. Tapi jangan lupa sholat iya!”

Kita menjadikan dunia hal yang primer dan menjadikan akhirat perkara yang skunder. Padahal dunia adalah lapisan terluar dari akhirat. Hal inilah yang kemudian menjadikan jiwa kita menjadi mudah mengalami gangguan.

Di Sukabumi, berdasarkan pada pendataan ada 80 warganya yang terserang gangguan jiwa dengan grafik mengalami peningkatan pertahun. Demikian keterangan dari Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati.

Selengkapnya…

Beda Anti Sosial dengan Phobia Sosial

Beda Anti Sosial dengan Phobia Sosial

Oleh: Mohamad Istihori

Kalau memang pelayanan yang selama ini dilakukan oleh mereka adalah tepat kenapa tidak juga kita gunakan. Sebagai contoh kemarin saya mendapatkan sebuah ilmu. Mengenai anti sosial. Ada yang tahu apa itu anti sosial?” tanya Bro Yudho.

USam coba menjawab, “Anti sosial adalah sebuah perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Contoh, di lingkungannya bukan lingkungan perokok tapi dia merokok.”

“Orang yang asyik dengan dunianya sendiri saja,” ujar UKie.

“Itu semua bukan anti sosial. Sementara ini kita menganggap orang yang diam lama di kamar terus, main game, kalau ada orang kumpul dia tidak ikutan, atau menghindar dari keramaian itu semua merupakan phobia sosial.

Anti sosial itu sebagaimana yang dikatakan oleh USam. Anti sosial itu adalah dia melakukan hal yang tidak sesuai dengan lingkungan. Misalnya, dia suka sekali berkelahi. Orang biasanya kalau berkelahi ada sebab tapi ini dia berkelahinya tanpa ada sebabnya.

Selengkapnya…

Pelatihan yang Memperkaya Pengetahuan

Pelatihan yang Memperkaya Pengetahuan

Oleh: Mohamad Istihori

Perbincangan kini dilanjutkan pada persoalan mengenai bipolar. Bro Yudho menjelaskan, “Bipolar itu naik dan turun. Sifat periodiknya adalah cepat. Tiba-tiba dia bisa menjadi manik, nggak berhenti ngomong, dan tiba-tiba merasa sedih.

Bipolar ini sangat nampak. Ketika dia senang, senang sekali dan tiba-tiba bisa menjadi sedih sekali tanpa ada penyebab yang jelas sama sekali. Penderita bipolar saat dalam keadaan normal kondisinya akan datar (flat).”

Bro Yudho menyampaikan juga bahwa psikopat bukan merupakan bagian dari gangguan kepribadian melainkan gangguan psikotik. Selain itu, ia memberitahukan kepada kami mengenai sebuah profesi baru bernama Psikiater Adiksi. Khusus menangani masalah adiksi.

“Di Jakarta, psikiater adiksi ini katanya hanya ada empat orang. Mereka buka praktek dokter umum dan buka praktek di sebuah panti rehabilitasi,” ujar Bro Yudho.

Selengkapnya…

Wadah Utama Gangguan Jiwa Itu Bernama Skizofrenia

Wadah Utama Gangguan Jiwa Itu Bernama Skizofrenia

Oleh: Mohamad Istihori

Sudah merupakan sebuah tradisi di Madani, jika ada salah satu staf yang mengikuti sebuah pelatihan maka ia memiliki tanggung jawab moral untuk mentransfer semua pengetahuan baru yang ia dapat dari pelatihan tersebut.

Demikian juga yang dilakukan oleh Prayudho Utomo atau yang akrab disapa Bro Yudho. Ia dan Bro Ind mengikuti ICCE Basic Training Course for Addiction Professionals pada 25-29 September 2017 di Jakarta.

Maka sebagai sebuah pengejawantahan tradisi berbagi ilmu tersebut, Bro Yudho mempresentasikan pengetahuan barunya itu kepada kami pada Sabtu, 30 September 2017. Bro Yudho menyampaikan tiga gangguan mental yang biasanya menimpa para penyalahguna dan pecandu narkoba.

Pertama gangguan mood, kedua gangguan pribadi, dan gangguan skizofrenia. Bro Yudho menjelaskan, “Gangguan pribadi dengan gangguan skizofrenia menurut pemateri pada pelatihan tersebut merupakan jenis gangguan jiwa yang berbeda.

Saya sampaikan kepada peserta pelatihan bahwa skizofrenia adalah wadah. Namun, pemateri menyatakan bahwa yang disebut dengan wadah adalah psikotik bukan skizofrenia. Pemateri menyatakan bahwa psikotik merupakan sebuah wadah besar yang di dalamnya terdapat beragam jenis gangguan jiwa. Termasuk perilaku penyimpangan seks atau game online bukan merupakan bagian dari skizofrenia. Baginya itu merupakan gangguan psikotik.”

Selengkapnya…

Bunuh Diri karena Patah Hati

Bunuh Diri karena Patah Hati

Oleh: Mohamad Istihori

Sungguh menderita orang yang mengalami patah hati. Jiwanya menderita. Makan tidak enak. Minum tak mau. Hidup serasa berada di dalam neraka. Tidak ada sedikit pun kebahagiaan dalam dada.

Inilah yang membuat patah hati seringkali menjadi faktor utama seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Patah hati merupakan salah satu gejala gangguan jiwa berupa depresi.

Gejala depresi lain yang mudah untuk diidentifikasi antara lain perasaan murung, sedih, merasa tak berguna lagi, perasaan bersalah, berdosa, kekecewaan yang mendalam, putus asa, sampai pada akhirnya nekat untuk bunuh diri.

Sebuah peristiwa bunuh diri yang diduga karena patah hati dialami oleh Arslan Valeev. Pawang ular asal St. Petersburg, Rusia itu bahkan menyiarkan secara langsung detik-detik prosesi bunuh dirinya. Pria berusia 31 tahun itu membiarkan ular berbisa tipe black mamba menggigit jarinya.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +