Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

Berpikirlah Seimbang, Agar Penyakit Tidak Mudah Menyerang

madanionline.org – Komitmen seseorang terhadap agama yang ia yakini dapat mencegah dan melindunginya dari penyakit. Orang yang sering melanggar komitmen yang telah ia tetapkan untuk dirinya sendiri, akan sering mengalami perasaan bersalah (berdosa). Rasa bersalah atau berdosa inilah yang membuatnya rentan terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Lain halnya dengan orang yang memiliki komitmen yang mantap terhadap agama yang ia yakini. Ia akan selalu memiliki pikiran yang positif terhadap keadaan hidup yang bagaimana pun.

Saat ia miskin, ia bersabar. Maka dengan penyikapan ini ia terus menjalankan kewajibannya untuk bekerja dengan jujur. Tidak korupsi. Tidak curang. Tidak iri dengan berbagai jabatan yang dimiliki teman seprofesinya.

Saat kaya, ia bersyukur. Maka dengan pemilihan sikap seperti ini ia menjadi tidak sombong. Tidak lupa diri dan lupa daratan. Tidak foya-foya. Tetap tampil sederhana. Tetap menghargai siapa saja.

Selengkapnya…

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Syukur yang Syahdu dari Seorang Mantan Pecandu

Oleh: Bro Indra

Assalamu`alaikum Ww. Wb.
Good morning

Selamat pagi
Sugeng enjing
Handle feeling

Pagi, saya Bro Indra
Dulu saya adalah seorang pecandu narkoba
Bersyukur hari ini masih hidup dan ada
Bisa berjemur menikmati sinar matahari di bersama keluarga

Bersyukur masih bisa minum air putih
Bersyukur hari ini bisa hirup udara gratis yang jernih
Bersyukur banyak memiliki sahabat yang bergaulnya tanpa pamrih
Dan, bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup sampai pulih

Selengkapnya…

Penggerak Hati Yang Maha Dahsat

Penggerak Hati Yang Maha Dahsat

063d3b83-82fd-4243-a23b-b4b17bcd680bOleh: Ali Yahya Rambe, SE. Sy
(Konselor Madani Mental Health Care)

Sembari berkata, telah tertanam dalam diri yang terpancar secercah cahaya dihatinya untuk menggerakkan tubuhnya mengikuti aksi bela Islam di Ibu Kota. Aku bertanya pada diriku adakah aku termasuk golongan yang beriman. Namun pada dasarnya aku bukanlah termasuk kategori yang beriman. Akan tetapi kehadiranku di tengah-tengah ribuan ummat menimbulkan pertanyaan pada diriku. Kenapa aku ikut dalam golongan mereka? Sembari berpikir, ternyata ada yang mendorong untuk menggetarkan hatiku. Supaya mendorong tubuhku untuk ikut terlibat di dalamnya.

Pada saat hari H badanku terasa gemetar dan menggigil. Kepalaku pusing rasanya tidak sanggup untuk ikut terjun di dalamnya. Akan tetapi, karena niat yang kuat akhirnya aku datang bersama rombongan ummat muslim. Sesampainya di lokasi badan yang tadinya menggigil mendadak tiba-tiba sembuh. Timbul pertanyaanku kenapa bisa seperti ini?

Di tengah keramaian seperti ini bisa mengalahkan dan melawan ketidakpastian dalam diri kita. Apakah ini semata-mata karena diri kita. Ternyata ada yang menggerakkan. Siapa yang menggerakkan tersebut? Yang menggerakkan adalah Yang Maha Menggerakkan.

Dalam sisi rohaniah maupun spiritual masing-masing kepercayaan mempunyai satu tujuan yaitu mengagungkan Yang Maha Esa. Siapa itu Yang Maha Esa tentunya ialah Allah.

Selengkapnya…

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

Mat Semplur Kecebur Sumur (Menolong ODHA dengan Segala Daya)

12778860_10205290418931386_4945011756103008564_oOleh: Mohamad Istihori

Tiba-tiba kondisi pondok pesantren al Ijtihad menjadi heboh. “Mat Semplur kecebur semur, Kiai,” ujar salah satu santri.

“Biar saya yang menolongnya,” ujar santri yang lain.

“Badan kamu kecil. Badan Mat Semplur besar dan berat. Kalau kamu mau menolong seseorang yang sedang kecebur sumur, kamu harus memiliki perhitungan yang matang. Apakah kamu memiliki kekuatan yang mumpuni untuk menarik korban yang kecebur sumur itu ke atas,” ujar Kiai Jihad.

“Kalau badan kamu kalah berat dengan korban, maka bukan hanya korban yang tidak tertolong, kamu pun bisa-bisa ikut jadi korban kecebur sumur juga.

Selengkapnya…

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

Tak Ada Kepastian Kita Lebih Mulia daripada ODHA

pp-3Oleh: Al Muzani Pulungan

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang budiman, memiliki jiwa yang tenang dan damai tentu menjadi dambaan setiap manusia dalam menjalankan hidup, hanya saja dalam proses pencapaiannya fitrah kita sebagai manusia yang tak luput dari perbuatan salah dan dosa acap kali membenturkan kita pada kondisi dilematis, alias serba salah dalam menyikapi suatu permasalahan. Mungkin singkat katanya buah simalakama.

Tapi walau demikian, perlu kita renung kembali bahwa Tuhan telah menganugerahkan kita akal dan nurani sebagai pembeda dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, maka dari itu tidak dibenarkan juga rasanya jika kita bersikap pasrah bahkan terkesan menjadikan kekurangan kita tadi sebagai pembelaan atas setiap perbuatan buruk yang kita perbuat.

Baiklah tak mau panjang lebar, melalui tulisan saya yang jauh dari kesempurnaan ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sama-sama memperingati momentum 1 Desember yang tak lain adalah peringatan hari HIV AIDS.

Untuk istilah HIV/AIDS mungkin tak asing lagi di telinga kita karena kita sama-sama tentunya bahwa HIV/AIDS adalah virus dan penyakit yang sangat berbahaya, karena saking berbahayanya dapat menyebabkan maut bagi si penderita, yang lebih menakutkannya lagi bukan hanya berdampak buruk bagi si penderita, tapi juga dapat menular kepada orang lain.

Penyebab virus dan penyakit  ini timbul adalah disebabkan oleh perbuatan" buruk dalam kaca mata sosial ataupun pandangan agama. Penyebab virus ini datang adalah karena seks bebas atau perzinahan, dan dapat pula dari penggunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (praktik ini biasanya dilakukan bagi korban penyalahguna narkoba).

Selengkapnya…

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

HIV/AIDS dalam Sudut Pandang Islam

pp-2Oleh: Hasanuddin

Banyak orang awam salah dalam memandang bahwa HIV AIDS adalah sama dianggap menjadi sebuah penyakit. Sedangkan dalam pandangan Medis HIV dan AIDS itu berbeda. Adapun perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar yaitu;

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membunuh virus HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan Virus HIV yang mematikab tersebut, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus ini secara efektif dengan mengkonsumsi antiretroviral virus.

Sedangkan AIDS adalah kumpulan penyakit diakibatkan  imunitas pada seseorang yg terinfeksi vurus HIV menyebabkan timbulnya penyakit" penyerta, antara lain TBC, CANADIASIS / JAMUR, TOKSO, PERADANGAN OTAK dan sebagainya yg semuanya menyerang  organ tubuh seseorang.

Pada dasarnya HIV AIDS merupakan akibat dari penyimpangan tindakan sosial yang berupa perzinahan. Akan tetapi akibat dari penyimpangan itu dirasakan oleh banyak pihak. Orang yang tidak berkecimpung dalam dunia sex bebas, pemakai miras dan narkoba  bisa terkena imbas dari perbuatan yang dilaknat oleh agama.

HIV AIDS bisa dikatakan dalam dua kesimpulan:

Selengkapnya…

BPSS Sebagai Gaya Hidup Kekinian

BPSS Sebagai Gaya Hidup Kekinian

de6e1a4a-497c-49f7-b3a8-3e9d5dd3d888Oleh: Ahmad Jami Hadiwibowo, S.Sos.I

Hidup adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Sang Maha Menghidupkan.  Orang hidup akan bergerak dan memenuhi apa yang dibutuhkannya. Kemampuan dalam memenuhinya akan membawa pada kebahagiaaan, kepuasan, dan rasa bangga.

Manusia hidup dan beragama akan memiliki kualitas yang lebih baik. Agama mempunyai peran yang sangat penting dalam menata dan mengelola hidup yang teratur, bersih,  sopan, santun, dan terpuji. Agama memberikan solusi kehidupan dari lahir sampai mati.

Tatanan hidup masyarakat dengan perubahan sosial yang cepat seperti saat ini, mengharuskan kita memiliki pegangan dan kendali yang pasti, jelas, transparan, otentik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Islam mewariskan al Quran dan as Sunnah sebagai pedoman hidup dipandang sangat ideal dan kekinian dengan tokoh Muhammad Saw sebagai manifestasi al Quran yang dapat dijadikan idola.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Slogan tersebut senada dengan tuntunan Islam, "Ingat lima perkara sebelum lima perkara" salah satunya adalah sehat sebelum sakit. Sehat yang holistik di antaranya sehat secara Biologik (fisik), Psikologik (jiwa, rasa), Sosial (hubungan sesama makhluk), dan spiritual (agama).

Inilah gaya hidup kekinian BPSS, porsi hidup yang equal atau berimbang yang akan meminimalisir resiko masalah kehidupan yang beragam. Dalam skema yang saya kutip dari buku karya Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater  berjudul “Our Children Our Future“ hal. 17, dapat menjelaskan bahwa manusia membutuhkan empat dimensi tersebut dalam kehidupan.

75be0396-d920-4919-b599-ddbc39fc62baMewujudkan pemenuhan empat dimensi tersebut perlu ada dukungan dan keteribatan secara langsung dan tidak langsung dari beberapa kutub yang mempengaruhinya. Di antaranya keluarga, masyarakat, dan sekolah. Ketiga kutub tersebut, merupakan lingkungan yang sering berinteraksi dan komunikasi verbal maupun nonverbal juga memiliki pengaruh yang sangat besar.

Selama hidup  di dunia ini masalah yang akan dialami sangat beraneka ragam. Manusia diberikan akal/logika, berbeda dari makhluk lainnya. dengan akal tersebut manusia diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan baik atau buruk sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. "Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya" (QS. Al Muddatsir: 38)

Gangguan mental dan perilaku yang terjadi di kalangan anak/remaja/ masyarakat saat ini sangat beragam. Minuman keras yang.beredar tanpa kontrol yang kuat, Narkoba dengan berbagai jenisnya yang terus berkembang, perilaku seks bebas, tawuran, pemerkosaan, perampokan, dan lainnya merupakan informasi yang sering dan tidak asing kita dengar. Sungguh mengerikan dan mengkhawatirkan bagi para orangtua dan siapapun yang mendambakan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup khususnya yang memiliki anak dan remaja.

Pada hari ini tanggal 1 Sesember 2016, hari AIDS Sedunia. Miras, Narkoba, dan HIV/AIDS adalah penyakit mental dan perilaku. Sampai kini tidak ada obat yang dianggap berhasil mematikan virus tersebut. Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan maupun rehabilitasi. bagi para ODHA memerlukan penanganan dengan pendekatan BPSS. Peringatan hari ini diharapkan dapat menekan jumlah pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan dunia. Peringatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap dan  kembali pada hidup yang sehat, benar, dan menjauhi kemaksiatan.

Berbagai aksi simpatik pada hari ini khususnya oleh Madani Mental Health Care melalui berbagai tulisan yang disyiarkan melalui website dan media sosial lainnya, mengajak kepada semuanya untuk hidup sehat BPSS, menjadi anak/remaja, orang tua, masyarakat, dan intitusi yang peduli dan peka terhadap masalah ini, sehingga secara bersama dalam berbagai kutub untuk mencegah penyakit gangguan mental dan perilaku masyarakat ini yang merajalela.

Selengkapnya…

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +