Skizofrenia

Pembicara : Heria Widya Hernomo, SE (Pak Wid)

Terdapat sebuah keadaan. Di mana keadaan ini merupakan sebuah ujian atau cobaan dari Allah SWT. Di antara kita mungkin saja ada yang pernah mengalami sebuah peristiwa aneh, belum kita kenal sebelumnya, atau belum kita ketahui sebelumnya. Peristiwa atau keadaan ini disebut skizofrenia.

Skizofrenia merupakan sebuah nama/istilah yang disandangkan kepada manusia yang pernah mengalami gangguan halusinasi. Semua jenis halusinasi dapat menjadi gangguan bagi alam sadar, akal dan pikiran manusia yang pada gilirannya akan sangat memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Ada lima jenis halusinasi: 1) Halusinasi pendengaran, 2) Halusinasi pengelihatan, 3) Halusinasi penciuman, 4) Halusinasi kecap (rasa), dan 5) Halusinasi sentuh (raba). Kelima halusinasi ini bisa datang tiba-tiba yang dapat menimbulkan gangguan pada neuro-transmiternya.

Contoh halusinasi pendengaran. Terdengar berbagai macam suara yang muncul di kepala atau pikiran kita seperti suara yang mengarahkan kita kepada suatu gambaran yang misalnya diganggu oleh suara pendengaran didatangi oleh Nabi. Seolah-olah kita bertemu dengan Nabi.

Yang dimaksud dengan Nabi di sini Nabi yang mana aja, termasuk Nabi Muhammad Saw. Hal seperti ini bisa melahirkan sebuah waham. Lebih tepat lagi waham kebesaran agama. Gangguan halusinasi bertemu dengan Nabi ini, sesuatu yang secara logika tidak mudah untuk menerimanya.

Walaupun logika yang dipakai adalah logika orang Islam. Kita harus memiliki daya ukur atau parameter untuk membedakan mana yang kenyataan dan mana yang halusinasi. Kalau kita belum bisa mengukur mana gangguan dan mana yang bukan maka kita akan terus terganggu, terpengaruh, dan terbawa terus dengan keyakinan yang salah tersebut.

Keyakinan salah inilah yang kemudian menggiring kita pada penyakit skizofrenia. Yang selalu mengalami gangguan halusinasi pendengaran. Halusinasi pengelihatan juga demikian. Contohnya seperti mimpi. Orang mimpi ini seharusnya dialami saat ia tidur. Tapi kalau halusinasi pengelihatan dialami dalam keadaan ia terbangun.

Halusinasi pengelihatan juga bisa beragam dan bermacam-macam. Dan, semuanya itu tidaklah sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu kita harus dapat membedakan mana alam pikiran saat kita tertidur dan mana alam pikiran yang disebabkan oleh halusinasi pengelihatan.

(Kultum Romadhon Madani 1439 H / 2018 M)

Video

231 Total Views 6 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +