Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Silaturahmi Sejati Tidak Akan Terjadi di Medsos

(Pesan Ramadhan dari Habib Fuad pada Bukber Asatidz Madani, Rabu, 30 Mei 2019)

#1

Hanya orang-orang pilihan yang diberikan sifat istiqomah oleh Allah. Kita mah kadang-kadang masih suka belok kanan atau belok kiri.

#2

Para konselor Madani adalah para pejuang yang memerangi kedzaliman supaya orang-orang yang berobat, bertaubat, dan bersahabat di Madani menjadi lebih baik kualitas hidupnya.

#3

(Al Anfaal : 1)

Umat Islam pernah hancur gara-gara “Al Anfaal” (harta rampasan). Kalau tidak ada orang yang memiliki kemampuan untuk me-manage harta rampasan ini maka kita akan hancur.

#4

Ummul Mukminin maksudnya adalah seorang yang menyerahkan seluruh kekayaannya untuk perjuangan Islam.

#5

Islam sampai ke Anda bukan dibawa oleh angin. Islam sampai pada kita semua oleh sebab pengorbanan para sahabat yang meninggal di medan perang.

Apa yang Anda katakan kalau bertemu dengan anak-anak yatim yang ayahnya gugur di medang perang tersebut?

Kalimat apa yang Anda ucapkan saat bersua dengan para janda yang suaminya wafat di medan jihad tersebut?

Sekarang kita menjalankan Islam tanpa ada satu pun pihak yang mengancam atau mengintrogasi seperti yang dialami oleh para sahabat. Mereka senantiasa dan selalu mendapat ancaman saat memeluk agama Islam.

#6

Bertakwalah kepada Allah dan jagalah silaturahmi. Silaturahmi itu harus tatap muka.

Silaturahmi sejati tidak akan terjadi di media sosial (medsos). Silaturahmi sejati tidak bisa Anda harapkan lewat chat atau obrolan di WA, FB, Instagram, atau berbagai jenis medsos yang lain.

Apalagi di medsos saat ini muncul sebuah fenomena yang sangat dahsyat yaitu sebuah penyakit sosial yang baru bernama kepalsuan. Ini sangat berseberangan dengan silaturahmi. Unsur utama silaturahmi adalah kesejatian sedangkan semua yang bisa temui di medsos hanyalah kepalsuan dan kemunafikan.

#7

Shalat Sunat Kafarat dilaksanakan pada hari Jum`at terakhir bulan Romadhon. Waktunya antara Dhuha sampai dengan Ashar. Dilaksanakan sebanyak empat rakaat satu salam. Adapun surat yang dibaca adalah surat al Qadr sebanyak 14 kali. Seumur hidup Rosulullah hanya melakukannya sekali karena beliau khawatir akan diwajibkan oleh umatnya.

#8

Mbak Santi, “Begitu teman-teman menginjakkan kaki di Madani maka otomatis teman-teman sudah termasuk ke dalam keluarga besar Madani. Oleh karena itu jika ada salah satu dari teman-teman yang setelah libur panjang atau cuti lebaran kemudian ada yang tidak kembali lagi ke Madani saya akan merasa sangat kehilangan.”

*Mohamad Istihori, Ahad, 07 Juli 2019.

597 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +