Siapapun Presidennya, Narkoba Tetap Saja Semakin Menggila

(Catatan Keduabelas Family Support Group Bersama Bunda Melanie Hermanto di Studio Madani, 8 April 2017)

madanionline.org – Orang tua hendaknya patut selalu waspada dan selalu mengawasi anak terhadap berbagai macam obat atau vitamin apa saja yang ada di rumah. Letakkan obat-obatan dan berbagai vitamin tersebut yang menurut perkiraan kita tidak dapat dijangkau oleh anak.

Jangan sampai karena anak tertarik dengan kemasan obat atau vitamin tersebut anak kita mengonsumsinya tanpa aturan yang dibenarkan sehingga akan terjadi penyalahgunaan obat.

Kita fokus pada problem yang kita hadapi saat ini. Kita jaga lingkungan terkecil kita yaitu keluarga kita. Kita harus tahu dari arah mana datangnya masalah sehingga kita memiliki metode yang pas dan fokus untuk menghadapinya.

Saya juga sudah tidak mau ambil pusing. Mau presidennya siapapun, kenyataannya masalah narkoba sampai hari ini tidak kunjung tuntas. Yang ada malah semakin menyebar luas. 2010 ada slogan “2015 Indonesia Bebas Narkoba”. Yang bebas yang bikin slogan karena sudah tidak bertugas lagi.

Lalu sekarang, ada IPWL dan kemudian ada program tempat-tempat rehab katanya gratis, #eh 2017 narkoba malah semakin menggila. Ini karena kekuatan dalam rumah tidak benar-benar dibentengi.

Angka relaps (kambuh) terhadap narkoba cukup tinggi di Indonesia. Saat ini ada 190 panti rehabilitasi narkoba di Indonesia. Ini juga terjadi karena justru orang tua dari anak yang menjadi pecandu narkoba umumnya masih dalam episode alam penagihan.
Faktor utama relaps umumnya adalah faktor keluarga. Pencetus paling besar datangnya dari keluarga. Faktor dalam anak, orang tua belum paham. Yang lebih parah lagi, orang tua juga belum memahami faktor di dalam dirinya sendiri.

Hampir semua pecandu narkoba memiliki penyakit penyerta seperti TBC, paru-paru, ginjal, gigi rusak/hancur, kulit keriput, wasir, mata rabun, diajak ngobrol nggak nyambung. Belum lagi perilakunya juga menyimpang.

Kelakuannya selalu bikin hati orang tua gundah gulana, pintar berbohong, jago memutarbalikan fakta, bicaranya kasar, tidak sopan, mencuri, janji selalu meleset, dan banyak lagi perubahan perilakunya.

Semuanya bermasalah. Baik itu secara sosial, keluarga, pekerjaan, sekolah, kuliah, yang lebih parah lagi adalah hilangnya nilai spiritual dari dalam dirinya. Tidak lagi berlaku hukum dalam kehidupannya.

Bangun pagi suka-suka, nggak tahu sudah jam berapa. Bangun pukul 12.00 WIB bagi dia sarapan. Bangun pukul 02.00 dia anggap itu makan siang. Hidupnya berantakan. Sudah tidak kenal aturan. Orang tua pun ikut terbawa arus tersebut.

(Mohamad Istihori, 13 April 2017)

465 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +