Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Semua Ajaran Agama di Indonesia Menolak Narkoba

Oleh : Arizal Firdaus

Baru saja kita melihat di media televisi dan media sosial tentang penyalahgunaan narkoba.

Perumahan dijadikan pabrik Shabu. Kost-kostan wanita digunakan untuk mengkonsumsi narkoba. Penyitaan ribuan ekstasi di daerah terpencil dan beragam peristiwa nyata mengenai penyalahgunaan narkoba yang tidak semua dapat kita baca di berita.

Kita sering mendengar istilah NAPZA. Kepanjangannya adalah Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Perlu sama-sama kita ketahui pandangan berbagai agama di Indonesia tentang penyalahgunaan narkoba. Karena setiap agama menganut moral, etika, dan norma.

Adapun pandangan narkoba tersebut adalah sebagai berikut :

(1). Agama Islam

Banyak ayat al Quran dan Hadits yang melarang manusia mengonsumsi minuman keras. Memang di zaman Rasulullah zat yang paling berbahaya adalah khomer/minuman keras dan di zaman modern saat ini khomer dianalogikan menjadi narkoba.

Proses pengharaman khomer menurut Islam sangatlah unik. Sebagaimana Allah SWT menurunkan ayat pertama tentang khomar di dalam QS. An-Nahl ayat 67. Adapun isi ayat tersebut tidak membahas tentang dosa tetapi manfaat dasar dari khomer.

Kemudian Allah menurunkan ayat kedua tentang khomer di dalam QS. al Baqarah ayat 219 setelah turun ayat ini di zaman Rasulullah para sahabat sudah mulai mengurangi mengkonsumsi khamar tetapi masih ada yang mengonsumsinya.

Kemudian Allah menurunkan ayat yang ketiga mengenai khomar di dalam QS. Annisa ayat 43. Adapun frekuensi di zaman sahabat yang mengonsumsi khomar semakin sedikit.

Lalu pada tahap terakhir Allah menegaskan di QS. al Maidah ayat 90 bahwasannya khomer yang dianalogikan narkoba diharamkan karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya (la dororo wala diroron).

Oleh karena itu kalau kita belajar dari proses pengharaman khomer di dalam Islam bahwasannya ketika kita ada masalah jangan langsung mengambil keputusan akan tetapi harus dalam proses dan ditabayunkan (klarifikasi).

(2). Agama Kristen

Agama Kristen pun sama seperti agama Islam. Mengungkapkan kepada penganutnya untuk menjauhi narkoba. Di dalam Kristus mengungkapkan bahwasannya sucikan dirimu dari hal yang mencemarkan jasmani dan rohani supaya kehidupanmu sempurna di hadapan tuhanmu.

Maksudnya tubuh ini harus dipelihara dan dijaga dari perbuatan kotor di antaranya tidak mengonsumsi narkoba.

(3). Agama Katolik

Agama katolik pun sama seperti agama Islam. Yang namanya narkoba itu bertentangan dengan moral kristiani dan pada akhirnya menyebabkan kehancuran agama, masyarakat, dan negara.

(4). Agama Hindu

Agama Hindu pun sama seperti agama Islam bahwasannya agama memandang semua barang, benda yang ada pasti ada manfaatnya. Awal mulanya barang itu bermanfaat dan bisa menjadi hal yang merugikan contohnya narkoba.

Secara medis narkoba berguna dalam hal bidang kesehatan akan tetapi dari pikiran yang kacau. Maka narkoba disalahgunakan sehingga dapat merusak otak, perilaku dan tubuhnya dan narkoba dilarang oleh agama Hindu.

(5). Agama Budha

Budha menjelaskan ada lima disiplin moral :

  1. Aku bertekad melatih diri dari menghindari pembunuhan makhluk
  2. Aku bertekad melatih diri menghindari barang yang bukan milikku
  3. Aku bertekad melatih diri menghindari dari asusila
  4. Aku bertekad melatih diri menghindari ucapan tidak benar dusta
  5. Aku bertekad melatih diri menghindari dari minuman keras dan obat-obatan terlarang yang menyebabkan mabuk dan melemahkan

Dari kesimpulan agama Budha bahwasannya narkoba itu menyebabkan memabukann dan melemahkan jadi agama Budha melarang yang namanya mengkonsumsi narkoba.

Oleh karena itu dari sudut pandang semua agama bahwasannya narkoba baik zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan dan itu semua haram dan tidak boleh untuk dikonsumsi dan mengakibatkan ketergantungan.

Setiap penyakit ada obatnya dengan izin Allah penyakit itu akan sembuh. Kalau ada keluarga, saudara, tetangga, atau kenalan yang terkena narkoba dan gangguan mental perilaku lainnya bisa kabarkan ke Pusat Rehabilitasi Mental dan Narkoba MADANI MENTAL HEALTH CARE (MMHC) yang beralamat di Jl. Pancawarga 3 No. 34 RT. 03 RW. 04 Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

MADANI Mental Health Care adalah salah satu sarana rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba yang menggunakan pembinaan berbasis masyarakat (community based) dengan pendekatan Bio, Psiko, Sosial, dan Spiritual (BPSS). Didirikan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab, dengan menggunakan Metode Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater sebagai metode mutakhir yang menggunakan pendekatan holistik BPSS.

447 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +