Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Relapse Prevention (Pencegahan terhadap Kekambuhan dari Ketergantungan Narkotika)

Oleh : Heriawidija

Ketergantungan narkotika adalah tingkat ketagihan terhadap kebutuhan menggunakan narkotika.

Dalam soal narkotika ada hal yang menjadi tanda tanya mengapa pengguna narkotika mengalami ketagihan/adiksi?

Ketagihan/adiksi adalah keadaan di mana syaraf pusat otak mengalami gangguan akibat dari penggunaan narkotika, gangguan syaraf pusat tersebut menyebabkan tingkat ketagihan yang berangsur-angsur semakin banyak kebutuhan narkotikanya.

Relapse adalah kekambuhan, kekambuhan dari setelah berusaha berhenti sekian lama dari tidak menggunakan narkotika, relapse/kambuh dari menggunakan narkotika kembali.

Mencegah dari kemungkinan kekambuhan adalah upaya yang harus dilakukan agar tidak terjadi kekambuhan. Pencegahan secara sungguh-sungguh yaitu dengan menerapkan unsur keagamaan dalam merawat korban penyalahguna narkotika dalam rangka merawat pemulihannya.

Korban penyalahguna narkotika harus mengikuti Program Rehabilitasi terlebih dahulu, dalam Program Rehabilitasi alurnya adalah sebagai berikut:

  1. Konsultasi dengan Psikiater
  2. Direkomendasikan untuk mengikuti Program Stabilisasi, selama 7 sampai 10 hari
  3. Dilanjutkan dengan Program Transit House selama 1 sampai 3 bulan
  4. Dilanjutkan dengan Program Day Care 1 sampai 3 hari/minggu berkunjung ke Fasility selama 1 bulan
  5. Dilanjutkan dengan Program Home Care 1 kali/minggu dikunjungi oleh Konselor.

Dalam mengikuti program rehabilitasi sebaiknya diterapkan Metode Pemulihan yaitu Metode BPSS yang dirintis oleh Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater yang juga sudah diakui oleh WHO pada tahun 1984.

BPSS adalah :
B : Biologik
P : Psikologik
S : Sosial, dan
S : Spiritual

Biologik, terapi obat-obatan yang berfungsi untuk memulihkan susunan syaraf pusat/Neurotransmitter yang nengalami gangguan.

Psikologik, terapi dialogis atau konseling terhadap :
Konseling Individu
Konseling Kelompok, dan
Konseling Keluarga

Sosial, terapi sosial yang meliputi :
Lingkungan Rehabilitasi
Lingkungan Keluarga
Lingkungan Pendidikan/Pekerjaan, dan
Lingkungan Masyarakat Umum
Termasuk olah raga ringan

Spiritual, terapi keagamaan yang komprehensif seperti :
Shalat Lima Waktu
Shalat Sunnah Dhuha dan Shalat Sunnah Taubat
Tadarus
Muhasabah [introspeksi diri] Muhadhoroh [latihan ceramah/kultum berbicara di hadapan orang banyak]

Kesemua program rehabilitasi tersebut adalah upaya pencegahan dari kemungkinan kambuh.

Setelah korban penyalahguna/residen selesai mengikuti program rehabilitasi maka residen harus mempunyai kegiatan di dalam rumah yang positif, kita perlu membatasi pergaulannya agar tidak bertemu dengan teman-teman yang masih meyalahgunakan narkotika.

Salah satu faktor pencetus relapse adalah lingkungan pergaulan, pergaulannya harus diganti sama sekali dari berteman dengan sesama pengguna diganti dengan keluarga sendiri yang harus perduli dengan pemulihan residen.

Pada dasarnya lingkungan sangat menentukan tingkat pemulihan residen, oleh karena itu perhatikanlah lingkungan kita supaya bisa menjadi lingkungan yang mendukung pemulihan residen dan aspek agama juga termasuk penting diperhatikan dan diamalkan, karena dengan beribadah kepada Allah SWT kita bisa mempunyai kendali yang benar dan baik.

Semoga usaha kita menanggulangi korban penyalahguna narkotika mendapat Ridho Allah SWT dan berhasil menekan hingga menghilangkan relapse.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Ditulis dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, 26 Juni 2019.

783 Total Views 15 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +