Rehabilitasi Terpadu bagi Korban Bullying

Oleh : Mohamad Istihori

Berbagai aksi bullying akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Perilaku yang melanggar hukum tersebut sering kita lihat lewat berbagai media terutama melalui sosial media (sosmed). Aksi tersebut tentu saja sangat berpotensi untuk memberikan dampak buruk bagi para korbannya terutama bagi kesehatan mental mereka.

Anak-anak kita menjadi enggan keluar untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka menjadi ikut takut akan berbagai ancaman tersebut dapat menimpa mereka juga. Yang sangat tidak kita harapkan adalah mereka menjadi depresi meski masih tingkat awal namun hal ini dapat membuat proses belajar mereka terganggu.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban perilaku bullying kerap berhalusinasi dan berperilaku paranoid.

Perilaku-perilaku yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan ke dalam bullying? Berikut adalah lima perilaku yang dapat dikelompokkan ke dalam perilaku bullying:

  1. Kontak fisik langsung seperti memukul, mendorong, mencubit, mencakar, memeras, dan merusak barang-barang yang dimiliki oleh korban.
  2. Kontak verbal langsung berupa mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi julukan yang buruk, sarkasme, merendahkan, mencela, mengejek, mengintimidsi, mengejek, dan menyebarkan gosip.
  3. Perlaku nonverbal langsung misalnya melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam.
  4. Perilaku non verbal tidak langsung contohnya mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan, mengabaikan, dan mengirimkan surat kaleng.
  5. Pelecehan seksual.

Sebenarnya masih banyak berbagai macam bentuk bullying yang terjadi. Kelima pengelompokkan di atas hanya salah satu jenis pengelompokkan saja.

Gambar: .wikimedia.org

Para korban bullying harus segera mendapatkan terapi terpadu biologis, psikologis, sosial, dan spiritual untuk meminimalisir berbagai mungkin gejala gangguan jiwa yang dapat saja menimpa mereka.

Pusat pemulihan Madani Mental Health Care adalah satu-satunya pusat pemulihan yang sejak awal berdirinya menggunakan metode terapi terpadu biologis, psikologis, sosial, dan spiritual atau yang dikenal dengan metode BPSS.

(Jakarta, 20 Juli 2017)

396 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +