Puasa dan Beragam Peningkatan Rohani

Pembicara : Ust. Yuki Andi Arpan, SS.

Allah berfirman dalam surat al Baqoroh ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu sekalian menjadi orang yang bertakwa.”

Secara bahasa puasa artinya adalah menahan. Secara syar`i puasa adalah menahan diri dari segala perkara yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Pada hakikatnya puasa merupakan sebuah metode untuk mendekatkan diri kita kepada Allah dengat sedekat-dekatnya.

Allah juga berfirman dalam surat al-Baqoroh ayat 186, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo'a kepada-Ku."

Adapun tujuan utama puasa adalah agar hamba yang beriman kepada Allah meningkat menjadi manusia yang bertakwa. Kemudian, dengan puasa ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Takwa harus diaplikasikan dalam semua bidang ibadah. Baik itu ibadah mahdhoh ataupun ibadah mu`amalah. Ibadah dalam keseharian bisa kita temukan dalam bentuk senyum, memberi salam, menyingkirkan duri di tengah jalan umum, dan lain sebagainya yang semua itu berpuncak pada takwa.

Dengan puasa, ketakwaan kita secara personal pun dapat mengalami peningkatan. Hal ini diawali dengan semakin kokohnya keimanan kita terhadap hal yang gaib, semakin berkualitas dan berkuantitasnya sholat, semakin menumbuhkan kepedulian sosial sehingga dengan mudah kita dapat berbagi apa yang kita miliki kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

Puasa juga dapat meningkatkan kecintaan kita dengan al Quran. Dengan cara mendawamkan membaca al Quran selama kita berpuasa. Puasa pun mampu meningkatan keimanan kita terhadap hari akhir.

Jika kita ilustrasikan bahwa puasa itu ibarat sebuah kendaraan. Maka setiap kendaraan memiliki tujuan. Ketika puasa disandingkan dengan Romadhon seperti firman Allah dalam surat al Baqoroh ayat 185, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Romadhon bisa juga diartikan “pembakaran”. Dengan demikian puasa dapat menguapgrade rohani kita sehingga tercapailah tujuan puasa itu sendiri. Puasa adalah proses pembakaran batu bakar rohani sehingga mempercepat langkah kita untuk semakin dekat dengan Allah melebihi dari yang pernah kita bayangkan sebelumnya.

(Kultum Romadhon Madani 1439 H / 2018 M)

Video

69 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +