Aftercare

[espro-slider id=6771]

Adiksi sudah dipandang sebagai penyakit kronis, pemulihan seseorang dari masalah penyalahgunaan dan ketergantungan  Narkotika/ NAPZAbukan sekedar masalah menghentikan penggunaan NAPZA, melainkan tetap membantunya untuk kembali berfungsi secara utuh Biologis, Psikologis, Sosial dan Spiritual. Pemulihan penyalahgunaan dan ketergantungan (adiksi) terhadap NAPZA, merupakan suatu proses panjang dan berkelanjutan, untuk itu pendampingan sangat dibutuhkan baik dari keluarga maupun masyarakat.

Penderita (dalam bahasa Kedokteran) atau Korban Penyalahgunaan NAPZA (Sosial) setelah menjalani tahapan Rehabilitasi Sosial maupun Medis diharapkan tetap menjaga pemulihannya ketika mereka kembali pada masyrakat atau lingkungannya.

AFTER CARE adalah salah satu jalan untuk mereka korban penyalahgunaan NAPZA untuk tetap berada pada komunitas yang bersih dan terjaga dari gangguan setan-setan NARKOBA. setelah tahap rehabilitasi, keluarga dan orang-orang terdekat diharapkan menjadi pendamping yang sesungguhnya untuk terus memberikan arahan dan bimbingan kepada anaknya atau keluarga yang menjadi korban untuk menjaga stabilitas pemulihannya. Bagi lembaga yang pernah memberikan layanan pembinaan, pendampingan rehabilitasi setidaknya dapat tetap memantau perkembangan keempat hal diatas BPSS.

Program yang sudah kami lakukan di Yayasan Madani adalah berupa pemberdayaan dan peningkatan kemampuan santri dengan dibukanya Bengkel dan Steam Motor di Lingkungan Madani, selain itu kami juga memberdayakan mereka untuk membantu dalam hal administrasi kantor, percetakan dan dilibatkan dalam program-program yang sudah terjadwal. hal tersebut diharapkan membangkitkan semangat baru dan mereka juga dapat menambah pengalaman.

AFTER CARE MADANI juga memiliki satu empang di wilayah bogor tepatnya Desa Sipak Jasinga. kegiatan ini dimanfaatkan oleh para santri untuk refreshing juga budidaya yang dapat dikonsumsi sendiri, dengan Program AFTER CARE ini para santri dapat tetap menjaga komunikasi dan sillaturrahim, saling mendukung dalam hal pemulihan yang bersih, penguatan antar sesama santri, peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan yang pasti adalah pemulihan terpelihara.

Kesehatan yang diharapkan adalah standar World Health Organization (WHO) 1984, APA 1992 dan WPA 1984 yaitu kesehatan yang terpadu / integratif Biologis, Psikologis, Sosial dan Spiritual. mudah-mudahan program ini dapat membangun kesadaran bersama untuk tetap peduli kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +