Prof. Dadang Hawari, “Sayangi Keluarga, Jauhi Zina”

(Catatan 1, Memeringati HAS 1 Desember 2017)

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Sekilas sejarah mengenai asal mula penyakit AIDS. Penyakit tersebut pertama kali ditemukan pada 1980 di kota San Fransisco. Hampir semua penduduknya kala itu tertular. Penularan penyakit AIDS berasal dari infeksi komunitas Gay atau LGBT. Selanjutnya, direkomendasikan supaya komunitas Gay diawasi terutama perilaku seksualnya.

Peringatan dokter ini justru malah diprotes oleh mereka karena dianggap melanggar HAM. Jadi, dokter kalah karena nggak bisa berpolitik. Iya sudah akhirnya penderita AIDS sekedar diobatin. Dari kelompok homoseksual, ada yang heteroseksual. Yang heteroseksual ini kemudian menggauli wanita juga.

Akhirnya, si wanita kena AIDS juga. Jika si wanita ini berprofesi sebagai pelacur maka ia memiliki banyak langganan laki-laki.  Laki-laki “hidung belang” ini lalu kena AIDS. Mereka pulang ke rumah masing-masing kemudian berhubungan dengan istrinya. Istrinya akhirnya kena AIDS juga. Jadi semua kena.

Saat ini dalam satu menit sebanyak 250 orang di seluruh dunia terkena AIDS. Memeringati Hari AIDS Sedunia (HAS) itu bagus. Pesan saya, jangan sampai hanya menjadi sekedar peringatan. Apalagi memeringatinya sambil melakukan kampanye kondom. Ini menyesatkan bagi Negara kita yang Berketuhanan Maha Esa dan menganut Pancasila. Masa melakukan kampanye kondom. Penelitian menunjukkan bahwa kondom tidak menjamin kita untuk tidak tertular berbagai penyakit kelamin terutama penyakit AIDS.

20 % kemungkinan kondom mengalami kebocoran. Banyak orang yang tidak tahu akan fakta ini karena mereka juga sudah merasa keenakan jadi sudah tidak peduli kondom yang dipakai bocor apa nggak bocor. Kampanye kondom sangat luar biasa. Hasilnya kini masyarakat dapat dengan mudah membeli kondom di toko-toko, apotek, warung, atau mini market. Kasus-kasus penyakit AIDS semakin banyak. Terakhir saya baca, di Kota Bekasi khususnya dan umumnya di kota-kota besar.

Yang benar adalah memakai kondom atau tidak, hukum zina tetap haram. Seorang pejabat Depkes mengatakan kalau mau berbuat dosa silakan tapi jangan menularkannya kepada keluarga. Bagaimana nggak menularkan keluarga, dia aja nggak tahu kalau ada virusnya. Diapun nggak sadar kalau penyataannya menyesatkan juga.

(Editor: Mohamad Istihori)

Video:

117 Total Views 9 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +