“Prinsip Utama Metode Terpadu BPSS Adalah Memanusiakan Manusia”

(Bagian 2)

Padahal kenyataannya tidak demikian. Kita bisa sewa kolam renang atau lapangan futsal sesuai dengan kebutuhan. Pokoknya ada pemondokan saja seperti kostan atau pesantren modern karena menggunakan terapi pengobatan atau medis.

Kadang-kadang kita bawa para klien untuk melaksanakan outbond ke Gunung Papandayan,  arum jeram, pantai, atau ke Pulau Seribu. Para klien pun bersosialisasi dan  gembira. Kita manusiakan mereka. Prinsip utama metode terpadu BPSS adalah memanusiakan manusia.

Mohon maaf kalau di rumah sakit jiwa atau panti rehabilitasi lain tidak begitu. Sedangkan di Madani sangat terbuka. Madani tidak memerlukan kerangkeng, tidak perlu diikat, tidak perlu direjeng, apalangi dipasung, nggak ada.

Para klien Madani biasa berkeliling di daerah sekitar. Masyarakatnya juga sudah beradaptasi. Para klien yang dibawa keluar, ke gunung, futsal, berenang, atau ke pulau seribu, satupun nggak ada yang lari atau kabur.

Umumnya perawatan dan pemulihan para pasien gangguan jiwa atau narkoba itu dikurung karena takut mereka lari (kabur). Di mana rahasia Madani yang begitu terbuka namun kliennya tetap terjaga?

Tim Madani pernah berkunjung kita ke Suralaya. Suralaya itu kan dzikir, mandi, dzikir mandi. Nggak berani keluar, takut lari. Kok di Madani bisa membawa 30 klien untuk mendaki Gunung Papandayan. Kok nggak ada yang lari? Di mana rahasianya? Rahasianya adalah karena Madani memakai ramuan medis sehingga otak mereka sudah kita “pegang”.

Katakanlah semacam “dipegang” atau diobati sehingga sudah normal lagi. Kalau orang normal mah buat apa lari. Kan begitu. Itu rahasianya yang orang lain banyak belum tahu. Dan terakhir, spiritual. Ini penting sekali. Habluminallah (hubungan dengan Allah) harus kita sambung lagi. Baik terhadap para penderita skizofrenia, ketergantungan narkoba, atau ketergantungan lainnya.

Hambluminallah mereka itukan putus. Kalau menurut istilah agama, kalau hubungan dengan Allah putus, setan masuk kan? Nah gitu. Nah hubungan dengan Allah ini penting. Bagaimana cara kita berhubungan dengan Allah? Salah satu caranya adalah dengan menjalankan sholat lima waktu.

Kadang-kadang orang tuanya sholat lima waktu tapi anaknya nggak sholat, malah didiemin aja. Itu salah. Harus ditegur. Sholat lima waktu itu wajib. Sholat tersebut merupakan sebuah tiket ke surga. Bapak-ibunya sholat. Bapak-ibunya ke surga. Nanti anaknya kagak ikut masuk surga. Lah kan nggak enak?

(Waktu: 08 November 2017. Tempat: Kediaman Prof. Dadang Hawari. Pewawancara: Mohamad Istihori. Kameramen: Arif. Transkrip: Yuno. Editor: Mohamad Istihori)

192 Total Views 6 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +