Prasangka Kita, Derita Mereka

Oleh: Mohamad Istihori

Sebuah peristiwa yang sangat menakutkan telah terjadi di India. Sekumpulan orang mengikat seorang wanita berkebutuhan khusus di sebuah traktor. Mereka menuduh wanita tersebut akan menculik seorang anak.

Nasib naas. Wanita itu dipukuli, dihakimi oleh massa hanya berdasarkan prasangka dan dugaan yang belum terbukti kebenarannya sampai meninggal dunia.

Hal ini tentunya bukan hanya terjadi di India. Di Indonesia juga kerap terjadi kekerasan fisik sampai meniggalkan kematian terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus ini hanya karena berlandaskan berita yang tidak terbukti kebenarannya.

Di antara berita hoax mengenai penculikan anak yang pernah meramaikan media sosial di Indonesia adalah sebagai berikut:

PERHATIAN !!!
Waspada ada Penculik Anak-anak yang berumur 1-12 tahun
Bapak-bapak Ibu-ibu Harus Menjaga Anak kita dengan hati-hati
Penculik sering ada dalam kampung-kampung dan menyamar sebagai:

– Penjual
– Om Telolet
– Orang Gila
– Ibu Hamil
– Pengemis
– Dll
Tolong disebarkan
Terima Kasih.

Gambar: wikimedia.org

Manusia dengan kebutuhan khusus ini memang memerlukan terapi dan penanganan khusus. Semoga kita semakin menjadi bangsa yang semakin dewasa. Tidak mudah menelan mentah-mentah berita di berbagai media yang belum terbukti kebenarannya.

Banyak orang yang kita anggap kurang waras menjadi korban kekerasan fisik bahkan ada di antara mereka yang sampai meninggal dunia hanya karena beredarnya berita hoax seperti di atas.

Bukan hanya orang yang berkebutuhan khusus yang menjadi korban berita hoax dan isu penculikan anak, seorang anak gelandangan penderita gangguan jiwa juga jadi korban penganiayaan massal.

Mereka menjadi korban hanya karena penampilan mereka yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Minimnya perawatan diri pada beberapa penderita gangguan jiwa biasanya akan membuat mereka tampak kotor secara fisik, kumal, dan yang paling mencurigakan warga adalah karena mereka suka berjalan tanpa arah serta tujuan.

Lah, namanya penderita gangguan jiwa memang demikian adanya. Lah wong banyak orang yang mengaku waras, berpakaian rapih, nan wangi namun di dunia ini mereka berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Banyak manusia yang menganggap bahwa dunia ini tujuan. Padahal manusia di dunia hanya sedang menjalani outbond sementara waktu sebelum kembali ke kampung halaman yang sesungguhnya di surga.

Lalu, siapa sebenarnya yang tidak waras? Manusia yang kita aniaya seenaknya saja itu kah atau justru kita yang sedang gila dunia sehingga tampak kotor dan kumal di hadapan Tuhan dan berjalan di atas dunia tanpa ada tujuan dan arah yang jelas.

Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Salam lurus-meyakinkan.

(Jakarta, 5 Juli 2017)

336 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +