Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (2)

(2 dari 2 tulisan)

Bagaimana kondisi penyalahgunaan narkoba di Jakarta saat ini?

Gubernur tentunya juga bertanggung jawab untuk menanggulangi masalah ini. Tapi yang kena warga Jakarta. Itu tanggung jawab siapa sebetulnya. Pemberantasan narkoba kalau saya katakan berhasil ya berhasil tapi belum memuaskan.

Kami mendapatkan informasi bahwa di salah satu SMA di Jakarta, pemakaian narkoba sudah sangat masif. Hampir 50 persen para siswanya menggunakan narkoba jenis psikotropika, bagaimanakah cara menanggulanginya?

Yang tahu soal narkoba dan obat-obatan itukan dokter tapi dokter tidak dilibatkan. Polisi dan BNN tahunya soal hukum. Akibat narkoba dan segala lika-likunya mereka kurang tahu. Sebetulnya kita harus mengadakan penyuluhan.

Penyuluhan perlu tenaga ahli. Pakailah dokter-dokter. Dokter, ahli jiwa, dan psikiater di Indonesia itu banyak. Manfaatkan kemampuan yang mereka miliki. Berilah edukasi kepada orang tua.

Bahwa gejala-gejala anak yang kecanduan narkoba itu begini, begini, begini. Berilah edukasi kepada guru. Bahwa anak yang kecanduan narkoba itu perilakunya begini, begini, begini.

Kalau ada kecurigaan segera periksakan. Bukan dikeluarkan dari sekolah. Kalau perlu berobat terlebih dahulu. Direhabilitasi dulu. Bisa! Tapi konsep seperti ini tidak pernah diterima.

Apakah selama ini Prof. Dadang melihat ada usaha serius dan sungguh-sungguh dari Pemda DKI untuk mencegah dan  bahaya narkoba?

Saya mengharapkan kepada gubernur Jakarta yang baru ada unit penanggulangan narkoba dan mirasl. Pada waktu gubernur yang lama, dari pengurus Madani Mental Health Care yaitu sebuah lembaga swasta bersifat yayasan yang menangani, merawat, mengobati, dan merehabilitasi para penderita miras dan narkoba serta semua bentuk kecanduan.

Baik kecanduan karena zat, seperti narkoba dan miras. Atau, karena non zat seperti yang saat ini sedang ramai terjadi. Contohnya game online atau internetan yang membuat lupa sholat, lupa makan, lupa tidur, nggak masuk sekolah, sampai pada akhirnya putus sekolah di tengah jalan.

Kesimpulan dari Prof. Dadang tentang bahaya miras dan narkoba?

Mengapa dikatakan minuman keras dan narkoba berbahaya? Orang kalau mengkonsumsi minuman keras atau narkoba itu yang terganggu adalah susunan saraf pusat (otak). Fungsi otak menjadi error (terganggu).

Otaknya tidak rusak. Yang rusak itu fungsinya. Pada mulanya antarsaraf otak itu menyambung. Masing-masing sarafnya bagus tapi pada sambungan sarafnya yang error karena mengkonsumsi miras atau narkoba sehingga dikatakan oleh masyarakat luas dengan istilah “otaknya error”.

Video:

132 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +