Pesan Prof. Dadang Hawari untuk Anies-Sandi (1)

(1 dari 2 tulisan)

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin, 16 Oktober 2017. Anies-Sandi mendapatkan amanah dari segenap warga Jakarta untuk melayani mereka selama 2017-2022.

Bagaimana tanggapan Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater atas terpilihnya Anies-Sandi? Berikut kutipan lengkap wawancara reporter Mohamad Istihori dan kameramen Arif saat berkunjung ke kediaman beliau pada Kamis, 19 Oktober 2017.

Bagaimana tanggapan Prof. Dadang Hawari mengenai terpilihnya Gubernur Jakarta yang baru?

Pertama tentu ada harapan baru terhadap gubernur yang baru ini. Bagaimana pun juga gubernur yang baru ini dipilih oleh pemilihan umum yang konstitusional. Jadi bagi mereka yang memilih maupun yang tidak memilih harus patuh pada keputusan konstitusional atas terpilihnya gubernur yang baru.

Tentu kita mengharapkan adanya berbagai terobosan yang baru. Di mana di era kepemimpinan gubernur yang lama tidak bisa menerobosnya atau mengalami berbagai kesulitan, mudah-mudahan dengan adanya gubernur yang baru ini semua hal dapat teratasi.

Bicara masalah miras, bagaimana menurut Prof. terkait janji Anis-Sandi untuk menjual saham Pemda DKI di pabrik miras?

Saya melihatnya begini, ini merupakan langkah baru sebelum melangkah ke umumnya. Sebenarnya sebagai gubernur yang baru apalagi beragama Islam. Kalau saya menyatakan bahwa Islam itu melarang miras. Tapi kita justru malah membolehkannya.

Secara ilmu pengetahuan, miras adalah sama dengan narkoba. Miras adalah pintu pertama ke narkoba. Allah melarang miras. Ayatnya sudah ada. Jangan kamu meminum miras karena miras adalah perbuatan setan.

Maksud, setan di situ artinya dapat menimbulkan permusuhan di antara kamu. Kita sudah lihat perkelahian atau tawuran (antarpelajar atau antarwarga). Yang mati juga sudah banyak.

Terdapat sebuah survey yang menyatakan bahwa sesungguhnya miras adalah pembunuh nomor satu. Kita jangan hanya melihat miras itu dari sudut cuma minumnya. Cuma minumnya saja sudah banyak yang mati.

Kecelakaan lalu lintas. Sekali mati banyak. Supir yang mabuk miras. Bisnya terjun ke dalam jurang. 50 orang bisa jadi korban tewas. KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pembunuhan, bunuh diri, kriminal, dan lain sebagainya adalah banyak terjadi karena berada di bawah pengaruh miras.

Itulah yang kurang disadari oleh pemerintahan yang lalu dan juga interest dari para pengusaha miras itu sendiri.

Video:

153 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +