PENYIMPANGAN SEKSUAL

gay-631967_960_720Penyimpangan seksual adalah tidak berfungsinya secara normal (menyimpang) perilaku seksual oleh beberapa sebab, dalam hal ini termasuk penyimpangan seksual adalah:

1) Transseksualisme, adalah ketidaksesuaian antara alat kelamin laki dengan identitas jenis (gender identity), termasuk dalam golongan gangguan identitas jenis (gender identity disorder).

2) Gangguan identitas jenis masa kanak, dimulai sejak masa balita baik pada anak perempuan maupun pada anak laki-laki. Pada anak perempuan keinginan kuat untuk menjadi anak laki-laki atau bersikeras menyatakan bahwa dirinya seorang laki-laki. Pada anak laki-laki, keinginan kuat dan menetap untuk menjadi anak perempuan, atau bersikeras menyatakan bahwa dirinya seorang anak perempuan.

3) Homoseksualitas, adalah bentuk perilaku seksual sejenis antara laki-laki sesama laki-laki atau perempuan sesama perempuan. Hubungan seksual ini dapat disertai dengan rasa cinta kasih sayang dan dilanjutkan dengan hubungan badan (seksual).

4) Incest, adalah hubungan seksual yang dilakukan antaranggota keluarga atau saudara kandung yang masih bertalian darah. Misalnya ayah kandung dengan anak perempuannya, ibu kandung dengan anak laki-lakinya, sesama anak saudara sekandung.

5) Sadisme seksual, adalah perilaku seksual yang ditandai dengan seseorang baru bergairah dan timbul nafsu syahwatnya dengan terlebih dahulu menyiksa lawan mainnya.

6) Masokisne seksual, merupakan kebalikan dari sadism seksual. Seseorang baru timbul nafsu birahinya apabila yang bersangkutan menderita karena siksaan dari pasangannya.

7) Zoofilia, seseorang melakukan hubungan seksual dengan hewan (bintang) atau berfantasi dengan melakukannya.

8) Pedofilia, seseorang dewasa baru timbul nafsu birahinya dan melakukan hubungan seksual atau pelecehan seksual dengan lawan jenisnya baik laki-laki atau perempuan yang masih tergolong anak.

9) Tranvestisme, seseorang mendapatkan kegairahan seksual dengan cara berpakaian seperti lawan jenisnya. Seorang laki-laki berpakaian wanita, sebaliknya wanita berpakaian laki-laki, yang disebut juga sebagai banci atau waria (wanita-pria).

10) Ekshibisionisme, seseorang memperlihatkan alat kelaminnya pada orang lain (lawan jenis) agar timbul kegairahan seksual pada dirinya. Misalnya seorang laki-laki tiba-tiba memperlihatkan alat kelaminnya di hadapan sekelompok gadis yang menjadi terkejut karenanya.

11) Fentishisme, seseorang baru timbul kegairahan seksualnya apabila menggunakan benda (fetish) milik lawan jenisnya Misalnya seorang laki-laki memiliki pakaian dalam perempuan (BH atau celana dalam).

12) Voyerisme, seseorang baru timbul kegairahan seksualnya dengan jalan mengintip orang lain bertelanjang atau sedang membuka bajunya, atau sedang melakukan aktivitas seksual. Cara ini termasuk mengintip orang lain melakukan pornografik dan pornoaksi.

2176 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +