Penyimpangan Orientasi Seksual Kaum LGBT

(Bagian 1)

Pihak yang pro LGBT berpikir bahwa perbuatan mereka adalah bentuk kebebasan individu. Bagaimana tanggapan Prof. Dadang?

Pertama, kebebasan individu, kebebasan HAM, boleh saja mereka berkilah dengan berbagai alasan tapi yang Allah sudah menyatakan bahwa LGBT itu diharamkan. Jadi, apakah kita berpegang pada Allah atau tidak?

Kalau tidak berpegang pada Allah akan sangat beragam alasannya. Kalau yang kita pegang adalah kebebasan individu atau HAM, itu menurut siapa? Menurut manusia. Asal mulanya dari manusia barat yang tidak bertuhan.

Kalau memang kita mengaku bertuhan, ingat hukum Allah, iya sudah. Jadi, itu hanya alasan saja yang dicari-cari. Tidak ilmiah. Tidak juga secara sosial.

Benarkah perilaku LGBT adalah termasuk dari gangguan jiwa? Dan, apakah perilaku ini dapat diobati?

Ya. Sebetulnya termasuk gangguan jiwa. Dulu American Psychiatric Association (APA) di dalam edisi ketiga dan edisi sebelumnya memasukkan homoseksual termasuk gangguan jiwa. Mengapa termasuk gangguan jiwa? Karena perilakunya tidak wajar. Seharusnya lelaki dengan perempuan. Ini laki-laki dengan laki-laki. Ada juga perempuan dengan perempuan. Ini kan sesuatu yang tidak wajar. Jadi dimasukkan ke dalam gangguan kejiwaan.

Apakah gangguan kejiwaan? Gangguan kejiwaan itu pikiran, perasaan, dan perilakunya tidak wajar. Dia berpikir bahwa hubungan seksual itu hak asasi. Perasaan dapat menimbulkan perasaan cinta dan nafsu gitu.

Lalu, dilaksanakan dengan cara-cara yang tidak baik. Bagaimana caranya? Karena tidak ada alat kelamin perempuan maka yang dipakai adalah dubur. Inikan yang disebut sodomi. Dalam riwayat sejarah, sodomi itu termasuk yang dilarang baik agama Islam maupun non-Islam. Kristen dan Yahudi juga melarang keras sodomi.

Yang lain kalau tidak dubur memilih untuk memakai mulut. Nah itu kan sudah sesuatu yang tidak wajar tapi mereka menganggap wajar. Orang sakit jiwa menunjukkan kelainan macam-macam yang mereka menganggap wajar. “Nggak sakit kok saya. Yang sakit adalah Anda”. Jadi ini termasuk golongan penyakit.

Tapi sejak orde presiden Obama, kategori dari APA yang memasukkan perilaku homoseksual dalam golongan gangguan jiwa diubah menjadi gangguan orientasi. Padahal gangguan orientasi kan gangguan jiwa juga.

Orientasi yang benar begini, tapi orientasi kaum homoseksual malah menyimpang. Sebetulnya gangguan jiwa juga, cuma diperhalus aja istilahnya. Malah dihapus sekarang dalam penggolongan gangguan jiwa. Nah kita banyak yang nggak setuju. Begitulah Amerika.

(Waktu: 2 November 2017. Tempat: Kediaman Prof. Dadang Hawari. Pewawancara: Mohamad Istihori. Kameramen: Arif. Transkrip: Yuno. Editor: Mohamad Istihori)

204 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +