Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Pengobatan Islami

Oleh : Julizar Firmansyah, S.Sos., M.Hum *)

Buku ini merupakan karya terakhir Fazlur Rahman sebelum meninggal di tahun 1988.

Rahman adalah pemikir muslim besar abad ke-20 yang dikenal sebagai pelopor neomodernisme. Penulisnya berupaya memotret kajian organis antara Islam sebagai sistem kepercayaan dan Islam sebagai tradisi pengobatan.

Dengan menjelajahi teks-teks Al-Quran dan hadis Nabi SAW serta sejarah umat Islam, ia memperlihatkan bahwa perkembangan ilmu pengobatan dalam tradisi Islam digerakkan motivasi religious-etis serta keyakinan bahwa mengobati orang sakit merupakan sebentuk pengabdian kepada Allah yang tertinggi setelah bentuk ibadah yang telah ditetapkan oleh agama (ibadah mahdah).

Motivasi keagamaan ini juga menggerakkan beberapa proses tertentu, baik teoretis maupun praktis, yang menjadi landasan spiritual dan budaya seluruh lembaga pengobatan Islam. Bangunan teoretisnya adalah himpunan hadis mengenai pengobatan, sedangkan fenomena praktisnya adalah tersebar luasnya lembaga-lembaga wakaf di seluruh dunia Islam yang mendukung lembaga-lembaga kesehatan.

Namun ketika pada 1838 Sultan Dinasti Usmaniyah, Mahmud II memperkenalkan sekolah pengobatan dan RS modern (model Barat) yang pertama di Istanbul, dengan staf dokter-dokter Perancis, dan mengklaim bahwa tradisi pengobatan Islam telah mandek, angin sekulerisme mulai bertiup kencang. Negara-negara muslim lain, cepat atau lambat, mengambil langkah-langkah serupa.

Sejauh ini, tradisi pengobatan modern tetap “dingin” tanpa menikmati kehangatan naungan budaya dalam kerangka spiritual. Ilmu pengetahuan modern tetap sekuler dan materialistik dalam sifat moral dan tujuannya.

Karena Islam adalah agama yang mengatur semua aspek kehidupan, baik publik maupun privat, dan oleh sebab itu Islam tidak bisa mengenal aktivitas yang sekuler. Digantikannya pengobatan Islam oleh pengobatan Barat telah memunculkan problem etis: hilangnya dimensi religious-spiritual dalam pengobatan manusia.

Karena kaum muslim tidak menggeluti pengobatan modern dengan motivasi dan nilai-nilai moral-spiritual serta tidak membangun basis keuangan yang memadai, tradisi pengobatan Islam mengalami kemandulan dan kehilangan orisinalitas.

Buku ini berisi pengantar sejarah Islam, selain itu: (1) kesehatan dan penyakit dalam pandangan Islam. (2) Penilaian agama terhadap pengobatan. (3) Ilmu pengobatan Nabi. (4) Perawatan kesehatan. (5) Etika pengobatan. (6) Fase-fase penting kehidupan.

Yang menarik, meski Rahman sangat kritis terhadap hadis, dalam buku ini ia merujuk ke teks-teks hadis di samping Al-Quran sebagai basis argumennya. Menurut Fazlur Rahman, “…hadis-hadis Rasulullah ihwal pengobatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori.

Pertama, hadits yang mendorong praktik penyembuhan penyakit dan prinsip kesehatan secara luas. Kedua, hadits yang berisi praduga Rasulullah mengenai masalah penyakit dan kesehatan serta tindakan untuk menyembuhkannya, entah secara medis atau spiritual.

Ketiga, hadits yang berkait dengan ilmu pengobatan Nabi. Pernyataan Rasulullah yang diterima secara umum dalam literatur hadits adalah, “Allah selalu menyediakan penyembuhan bagi semua penyakit. Atau setiap penyakit pasti ada obatnya. Jika obat yang diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita, akan diperoleh kesembuhan dengan izin Allah.” Hadits ini memiliki nilai teologis yang penting –bahwa obat-obatan berdaya guna atas izin Allah.”

Buku ini menjadi bukti bahwa Islam meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk soal etika pengobatan. Patut dibaca oleh para tenaga medis, konselor, dan pembaca umum untuk mengetahui dan menerapkan dimensi etis dalam pengobatan Islam.

Judul : Etika Pengobatan Islam : Penjelajahan Seorang Neomodernis
Penulis : Fazlur Rahman
Penerbit : Mizan, Bandung, 1999
Isi : 195 hlm

*) Penulis adalah mantan dosen filsafat FKM-UI dan kini magang di Yayasan Madani

174 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +