Pengaruh Sabu terhadap Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Bahaya kecanduan narkoba terus mengancam kehidupan manusia. Kali ini hal tersebut menimpa sebuah keluarga di Medan pada Ahad, 9 April 2017. Otak pelaku merupakan seorang pecandu narkoba jenis sabu-sabu.

Korbannya tak tanggung-tanggung. Bukan satu atau dua orang yang menjadi korban tewas. AL (35 tahun) bersama RN dan AS membunuh lima orang sekaligus yaitu RY (40 tahun), RN (38 tahun), SFH (15 tahun), GL (11), dan MRN (60 tahun).

Ternyata pembunuhan satu keluarga yang dilakukan AL, bukanlah pelanggaran hukum pertama. AL, RS, dan IR terlibat dalam pembunuhan terhadap korban SHW pada Juli 2015. Mayat SHW yang merupakan warga Deliserdang itu dibuang oleh para pelaku bersama motornya ke sebuah saluran air.

AL melakukan semua kejahatan kemanusiaan tersebut karena berada di bawah pengaruh sabu-sabu. Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater menjelaskan dampak buruk dari sabu-sabu antara lain gejala psikologik berupa harga diri meningkat (grandiosity).

Gejala fisik berupa tingkah laku maladaptif seperti perkelahian, gangguan daya nilai realitas, serta gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Pecandu sabu-sabu juga akan mengalami gangguan delusi (waham) yang ditandai dengan gejala seperti agresivitas dan sikap bermusuhan.

Foto: pexels.com
Berbagai gangguan akibat kecanduan sabu-sabu inilah yang membuat AL melakukan berbagai tindakan yang sangat keji dan termasuk ke dalam golongan dosa besar. Metode pengobatan bagi pecandu sabu-sabu haruslah metode yang memadukan unsur biologik/medik, psikologik, sosial, dan spiritual (BPSS).

Madani Mental Health Care merupakan sebuah pusat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba yang sejak awal berdirinya sudah menggunakan metode holistik/terpadu BPSS. Jika gangguan berbagai sel penghantar saraf (neurotransmitter) akibat candu sabu-sabu ini tidak diobati segera maka kita tentunya akan terus berada dalam ancaman yang mengerikan.

Jangan coba-coba narkoba. Jangan ragu untuk menolak sabu-sabu. Sekali kita terpedaya oleh candu narkoba maka bukan hanya diri kita yang celaka, orang lain dan semua anggota keluarganya bisa terancam nyawa, harta, dan kehormatannya.

Salam berobat, bertobat, dan bersahabat.

(Mohamad Istihori, Selasa, 18 Maret 2017)

779 Total Views 9 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +