Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +

Love our website? Signup to our list to keep current on the awesome stuff we’re doing.

Panduan Rehab yang Terpercaya

Oleh: Julizar Firmansyah, S.Sos.,M.Hum.

Buku panduan ini menyertakan terapi (detoksifikasi) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rehabilitasi medik.

Yaitu terapi (detoksifikasi) tanpa anestesi (pembiusan) dan tanpa substitusi (obat pengganti yang masih merupakan turunan narkoba). Metode terapi ini tidak hanya berlaku pada jenis putaw/heroin dan turunannya, tapi juga dapat digunakan pada detoksifikasi ketergantungan zat lainnya seperti ganja, kokain, miras/alkohol, shabu, ekstasi (amphetamine) dan zat adiktif lain, yang akibatnya serupa.

Pengertian substitusi ini perlu ditekankan, karena banyak dokter yang menggunakannya padahal ada metode tanpa substitusi. Substitusi adalah menggantikan heroin dengan zat yang masih merupakan sintesa atau turunan dari heroin. Misalnya methadone, subutex, tramadol, tradosix, codein, dan lain-lain.

Penggunaan zat substitusi seperti contoh itu sebenarnya melanggar UU Narkotika. Sudah sewajarnya pemerintah melarang dan memasukkan zat-zat tersebut atau “obat substitusi” dalam UU Narkotika.

Penulis buku ini, biasa disapa Prof. Dadang, menghaturkan ribuan terima kasih kepada United Nations Office on Drugs and Crime, yang menggolongkan Indonesia sebagai salah satu Negara yang “Successful Intervention, Treatment and Aftercare Programmes”. Negara lain adalah Kanada, Inggris, dan AS. Dari sekian banyak metode di Indonesia, publikasi lembaga PBB tersebut pada 2003 memasukkan metode Hawari and Associates, Jakarta. Metode itu adalah Integrasi Terapi Medis, Psikologis, Sosial, dan Agama.

Buku ini memiliki kredibilitas tinggi lantaran penulisnya mendapat Penghargaan Utama dari Pemerintah RI atas partisipasi dan darma bakti yang luar biasa dalam upaya “Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba” pada tingkat nasional. Penghargaan diberikan di Istana Merdeka pada 24 Juni 2004.

Dasar dari metode Prof. Dadang yang meliputi biologik-psikologik-sosial-spiritual (BPSS) adalah berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits. Integrasi Islam dengan psikiatri ini sempat dipandang aneh oleh psikiater-psikiater pada umumnya, sebagaimana pernah diceritakan oleh Prof. Dadang kepada seorang petinggi Yayasan Madani.

Ini dapat dimengerti mengingat pendidikan kedokteran –termasuk psikiatri—di Universitas Indonesia dan banyak kampus lainnya masih memandang bahwa sains terpisah dari agama. Sehingga kalau mahasiswanya tidak aktif belajar agama di luar kampus, output pendidikan itu akan melahirkan lulusan yang secularized.

Beberapa dalil yang dijadikan dasar BPSS di antaranya: (1) “Dan bila aku sakit Dia-lah yang menyembuhkan.” (QS Asy-Syu’ara [26]: 80). (2) “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai sasarannya, maka dengan izin Allah penyakit itu sembuh.” (HR Muslim dan Ahmad). (3) “Berobatlah kalian, maka sesungguhnya Allah SWT tidak mendatangkan penyakit kecuali mendatangkan juga obatnya, kecuali penyakit tua.” (HR At-Tirmidzi). (4) “Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa tapi bertobat.” (HR Ahmad).

Satu hal yang menarik, buku ini dilengkapi dengan banyak foto penunjang, sehingga tidak membosankan dan membantu pembaca untuk tertarik berobat di Madani bila ia sakit jiwa atau jadi korban penyalahgunaan narkoba. Misalnya foto tentang outbond dan kegiatan lain terutama kegiatan keislaman.

Tersedianya agamawan –selain dokter, psikolog, dan pekerja sosial—ditulis dalam buku ini “merupakan kunci keberhasilan program Panti Rehabilitasi.” Kegiatannya adalah sholat lima waktu, shalat taubatan nasuha, berdoa, berzikir, mengaji, dan kegiatan Hari-hari Besar Islam lainnya.

Inti dari kegiatan ini adalah untuk membina hubungan antara makhluk dan Sang Khalik, memahami perbedaan antara hak dan batil, halal dan haram, yang sesuai hukum dan melanggar hukum, dan sebagainya. Hubungan vertikal dengan Sang Ilahi inilah yang tercerabut dari masyarakat lantaran model kemodernan yang diadopsi tidak dapat lepas dari cetak biru modernitas  yang mendehumanisasi manusia.

Dengan kapasitas penulisnya –semoga Allah merahmatinya di alam baka—yang sangat kredibel di dunia psikiatri yang terintegrasi dengan agama, semoga buku ini bisa memberi informasi cukup lengkap bagi pasien penyakit jiwa dan korban penyalahgunaan narkoba.

Judul : Panduan Rehabilitasi Gangguan Mental & Perilaku Akibat Miras, Narkoba, & Penderita Skizofrenia
Penulis : Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater
Penerbit : Madani Health Center Hawari & Associates
Isi : viii + 138 hlm

* Penulis adalah alumnus S2 filsafat UI

441 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +