“Nikmat Kepemimpinan Mana Lagi yang Kau Dustai?”

Pembicara : Ust. Ade Cecep Hidayat

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan tentang kemungkaran. “Barang siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya (kekuasaan/kekuatan). Jika ia tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya (ucapan). Jika ia tidak mampu maka cukup dengan hatinya (doa). Itulah selemah-lemahnya iman.”

Setiap kita juga adalah pemimpin. Setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah atas apa yang berada di bawah kepemimpinannya. Maka menjaga kemungkaran harus dimulai dari diri kita sendiri sebelum kita berharap mampu mengubah kemungkaran yang ada di luar diri kita.

Jadilah pemimpin yang baik dan amanah bagi diri sendiri, keluarga, atau bagi jabatannya. Begitu besar tanggung jawab tugas kepemimpin yang Allah sedang titipkan kepada kita. Tanggung jawab kepada Allah dan masyarakat yang dibebankan kepada para pemimpin.

Kita berharap seluruh pemimpin kita mampu menjadi pemimpin yang adil, bertanggung jawab, dan amanah atas tugas-tugas yang sedang mereka emban. Selain itu, sebagai manusia kita juga jangan sampai lupa bersyukur atas berbagai nikmat yang telah Allah limpahkan atas hidup kita.

“Nikmat mana lagi kau dustai?” Firman Allah berulang-ulang dalam surat Ar Rohman. Contoh kecil, untung Allah menjadikan upil kita rasanya asin. Coba kalau upil kita rasanya manis tentu kita akan selalu kerepotan menutupi hidup saat hendak tidur karena khawatir akan banyak semut yang masuk ke dalam hidung kita.

Saat pilek juga dapat membuat kita menyadari betapa pentingnya nikmat sehat. Pilek membuat kita susah tidur. Miring kanan salah. Miring kiri salah. Telentang semakin salah.

“Siapa yang mensyukuri nikmat-Ku akan Aku tambah. Dan, siapa yang kufur nikmat, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

Saat punya badan sehat, kita harus bersyukur. Syukur itu jangan melihat ke atas. Kita harus melihat ke bawah. Yuk, sama-sama kita jaga badan kita supaya selalu sehat. Termasuk kepemimpinan yang ada pada kita harus kita syukuri. Kita tanamkan bahwa “Segala puji bagi Allah”. Termasuk kepemimpinan yang sering membuat kita dipuji oleh orang-orang yang sedang kita pimpin harus segera kita kembalikan kepada Allah.

(Kultum Romadhon Madani 1439 H / 2018 M)

Video

318 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Layanan konseling via emailEmail Counselling
+ +